Monthly ArchiveNovember 2017

Byadmin

Bantu Mustadi, Bocah Penderita Kanker Asal Cempaka

Mustadi, bocah 11 tahun itu seperti tak terlihat sedang sakit. Ia asik bermain dengan adiknya, Edo, yang empat tahun lebih muda darinya. Namun, wajahnya yang pucat tak bisa membohongi keadaannya yang telah berjuang melawan kanker darah sejak empat tahun yang lalu.
Ruang anak kelas 3 RS Idaman Banjarbaru. Di sanalah Mustadi dirawat. Sang Ibu, Solatiah, tampak duduk bersender di salah satu dinding ruangan itu. “Saya sedih mengetahui anak saya kena kanker, saya ingin Ia sembuh kembali,” ungkapnya kepada penulis. Sejak 2013 yang lalu, perempuan berusia 35 tahun itu berjuang sekuat tenaga membawa Mustadi berobat. “Saya ikuti semua proses pengobatan. Alhamdulillah gratis,” kisahnya.
Namun, rupanya pengobatan kanker tidaklah sebentar. Menurut Dokter Harapan Parlindungan Spesialis Anak dan Hematologi, Mustadi sudah menjalani kemoterapi dan selama satu tahun awal berjalan baik. “Namun ketika hampir menyelesaikan proses kemoterapi, ternyata kambuh lagi sehingga program kemo pun diulang,” ujar dokter yang biasa disapa Dokter Parlin tersebut.
Di tahun kedua, kondisi serupa terjadi kembali sehingga menyebabkan Solatiah putus asa. Bagaimana tidak? Untuk pengobatan Mustadi, Solatiah terpaksa menjual rumahnya. “Semua harta benda sudah terjual, cuma tersisa punya rumah hasil kerja suami. Sementara saya pengen Mustadi sehat kembali, ya kami jual rumah tersebut,” akunya.
“Saya tak sanggup lagi. Tidak ada biaya untuk ke RS. Kerjaan suami sedang sepi,” ucapnya kala itu.
Ahmad (43), suami Solatiah, memang hanya mengandalkan hidup dari hasil mendulang. Sudah berbulan-bulan ini tidak mendapatkan hasil apapun.
Beruntung, kepedulian Dokter Parlin terhadap pasiennya menggugah salah satu rekan medisnya untuk menggalang dana. Dialah Dokter Siti Ningsih, yang juga adalah pengurus Radar Banjar Peduli (RBP).
“Saya bermaksud mengajak bapak ibu yang ingin membantu mama Mustadi supaya bisa tetap menjalankan program kemoterapi karena anak ini masih ada kemungkinan untuk baik dan beraktifitas normal,” tulisnya melalui pesan whatsapp.
Dana yang Ia kumpulkan kemudian dititipkan ke RBP untuk dikelola. “Mudahan dengan dikelola lembaga, kesinambungan pengobatan lebih terjaga karena dana benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya,” ucapnya.
Direktur RBP Dokter Diauddin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sinergi yang telah terjalin. “Alhamdulillah dengan sinergi seperti ini harapan Mustadi untuk sembuh dapat kembali bersinar. Semoga makin banyak tangan terulur, tidak hanya untuk Mustadi tapi juga penderita kanker lainnya,” ujar Dokter Diauddin.
Sahabat, banyak pejuang kanker di Kalimantan Selatan sedang berjuang keras. Bukan untuk melawan maut, melainkan untuk bertahan hidup dengan baik. Mereka berhak untuk bahagia. RBP hadir membersamai mereka bukan untuk menjadi pahlawan, namun ingin menjadi teman seperjuangan. Membersamai dalam setiap tangis bahkan tawa. (en)

Byadmin

Sumiati, Pejuang Kanker yang Kini Sendiri

Dua Tahun Tanpa Pengobatan karena Ketidaktahuan

Sumiati adalah janda berusia 45 tahun yang hidup bersama anak satu-satunya bernama Zailani (27). Perempuan yang tak tamat SD itu sebenarnya sudah merasakan benjolan di payudaranya sejak dua tahun yang lalu. Namun karena ketidaktahuan maka Ia hanya mendiamkannya. Ditambah saat itu suaminya tiba-tiba pergi tanpa pesan. Beban perpisahan itulah yang lebih menguras pikirannya kala itu.

Hingga, akhirnya benjolan itu pecah dan menimbulkan luka. Sumiati akhirnya berkeluh kesah dengan salah satu tetangganya. Melalui tetangganya itulah kabar tentang derita penyakit Sumiati sampai ke RBP.

“Saya tidak paham Bu, harus diapakan penyakit saya ini,” ucapnya kala ditanya kenapa tidak pernah berobat. “Alhamdulillah kalau ada yang bantu saya, saya mau kok berobat,” imbuhnya.

Jumat (27/10) lalu, RBP membawa Sumiati ke RS Idaman Banjarbaru menggunakan jaminan SKTM. Setelah bertemu dan diperiksa Dokter Eko Wahyu Pribadi Spesialis Bedah, Sumiati dirujuk ke RS Ratu Zaleha Martapura untuk mendapatkan tindakan operasi. “Ibu harus dioperasi karena kankernya sudah ganas,” ujar Dokter Eko kala itu.

Sumiati menjalani operasi pengambilan jaringan kanker pada hari Jumat (3/11) kemarin di RS Ratu Zaleha Martapura. “Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan sedang diproses pemeriksaan jaringan kankernya di laboratorium,” ujar Manajer Program RBP Nurhayah.

Sumiati memang perempuan tangguh. Hal ini terlihat saat RBP menjenguknya siang pasca operasi. Ia seperti tak merasakan sakit di tubuhnya. Ketika akan dipakaikan baju pun Ia secepat kilat bangun. “Pelan-pelan saja Bu, ini ada jahitan pasca operasi lo,” ucap salah seorang relawan yang mengaku heran dengan ketangguhan Sumiati. “Ibu ini kuat sekali,” ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Hal yang sama juga dikatakan Zailani, anak Sumiati. “Ibu memang jarang mengeluh,” akunya. Bahkan, kata Zailani, sang Ibu masih sempat mengambil upah nyuci baju beberapa hari sebelum operasi. “Untung saya ada di rumah waktu itu jadi bisa saya bantu, soalnya ibu nyucinya dikucek saja pakai tangan,” kisahnya kepada RBP.

Sumiati mungkin kini hidup sendiri tanpa suami, namun kami yakin tangan-tangan kebaikan banyak yang peduli pada perjuangannya. Perjuangan yang masih sangat panjang. Sahabat dermawan yang ingin membantu Sumiati bisa melalui rekening Yayasan Radar Banjar Peduli BSM 0260018953. Lakukan konfirmasi transfer melalui sms ke 081333272004. Uluran tangan Anda sangat berharga bagi mereka. (en)

Byadmin

Relawan Harus Bermental Tangguh

Dari Kegiatan Orientasi Relawan RBP sesi Sharing Bersama Wakil Walikota Banjarbaru

“Salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan memberi nilai atau arti untuk setiap aktivitas yang kita lakukan atas dasar nilai-nilai ketuhanan” (H Darmawan Jaya Setiawan, wakil walikota Banjarbaru)

“Saya ini banyak hobinya, bagaimana caranya saya menentukan minat yang sebenarnya Pak?” tanya Hikmah, salah seorang relawan RBP kepada Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan dalam acara orientasi relawan sesi sharing with figures yang dilaksanakan di Pendopo Kampung Purun, Minggu (29/10) lalu.

“Selagi muda cobalah semua hal, jangan pilih-pilih. Dan yang paling penting adalah gantungkan cita-citamu setinggi langit. Karena kalaupun gagal, kita akan jatuh diantara bintang-bintang,” jawab Jaya yang langsung disambut tepuk tangan meriah oleh 26 relawan yang hadir pagi itu.

Dalam sesi bincang dan diskusi bersama tokoh itu Jaya bercerita bagaimana jatuh bangun kehidupannya sebelum menjadi seperti sekarang. “Saya mengalami empat kali kegagalan saat mencoba berwirausaha, namun saya terus mencoba dan tak patah semangat. Selalu berbaik sangka saja dengan jalan yang diberikan Tuhan,” ujar lelaki yang baru saja menjalankan ibadah haji September yang lalu.

Jaya juga memberi pesan kepada para relawan untuk mengingat tiga kunci untuk mencapai kebahagiaan, yaitu kemampuan fisik, memiliki emosional yang baik meliputi sifat sabar, ketangguhan, kejujuran, dan keikhlasan, serta senantiasa mengingat Tuhan (spiritual).

Penanggungjawab program orientasi relawan Retno Sulisetiyani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya RBP sebagai lembaga sosial kemanusiaan dalam menjaga semangat kerelawanan. Menurutnya, saat ini sangat diperlukan kontribusi relawan. “Tidak hanya dalam hal kebencanaan, namun semua aspek kehidupan. Terlebih di era digital seperti ini, warga tidak mampu banyak memerlukan uluran tangan generasi muda,” ujar perempuan berkacamata itu. “Insha Allah orientasi relawan akan kami laksanakan setiap bulan, karena semangat itu perlu diperbaharui setiap saat,” imbuhnya.

RBP mengajak kepada anak-anak muda di Banjarbaru dan sekitarnya untuk senantiasa mengukir karya dengan berbagi. Pikiran, tenaga, ataupun keahlian. Ingatlah pesan Presiden pertama RI, Ir Soekarno, yang berkata : “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (en)

Byadmin

Mengenal dan Mencegah Stroke


Oleh dr. Pagan Pambudi, Sp.S
Dokter spesialis saraf dan dosen di FK Unlam/RSUD Ulin
Bekerja di RSUD Ulin Banjarmasin

Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak, terjadi mendadak dan ditandai dengan kelumpuhan anggota gerak sebelah, wajah yang tidak simetris dan kesulitan bicara (dapat berupa bicara cadel sampai tidak memahami pembicaraan sama sekali). Agar mudah diingat, masyarakat cukup mengingat kata SEGERA yang merupakan singkatan dari senyum yang tidak simetris, sulit bergerak dan sulit bicara. Jika terjadi gejala seperti itu harus segera membawa penderita ke rumah sakit.

Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa Stroke merupakan penyakit nomer 3 terbanyak menyebabkan kematian dan nomer 1 penyebab kecacatan di Indonesia. Salah paham sering terjadi di masyarakat yang menyebut dirinya atau keluarganya hanya terkena stroke ringan. Pada kenyataannya tidak ada istilah stroke ringan. Satu kelumpuhan yang bersifat singkatpun (15 menit – 24 jam) adalah keadaan gawat darurat yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Semakin cepat pasien stroke mendapatkan pertolongan di rumah sakit semakin baik peluang untuk sehat kembali dan menurunkan kemungkinan menjadi fatal. Data menyebutkan bahwa pasien stroke iskemik yang mendapatkan terapi trombolisis dalam waktu 3 – 4,5 jam setelah kejadian mempunyai angka kecacatan pasca stroke yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak mendapatkan terapi trombolisis sehingga tidak ada cara yang lebih tepat untuk membantu orang yang mengalami serangan stroke kecuali SEGERA membawanya ke rumah sakit.

Mencegah Stroke
Mencegah selalu lebih baik dan lebih mudah dibanding mengobati, hal ini terutama benar untuk penyakit Stroke. Pengobatan Stroke relatif sulit, lama dan mahal, belum lagi kecacatan yang disebabkan stroke dapat membuat pasien tidak lagi produktif bahkan menjadi beban bagi keluarga. Stroke dapat dicegah dengan cara-cara sederhana sebagai berikut:
• Makan makanan sehat dalam jumlah cukup tidak berlebihan, makanan tersebut hendaknya mengandung cukup sayuran, buah-buahan, mengurangi makanan berlemak dan berminyak. Pendapat awam bahwa sayuran dapat menyebabkan peningkatan asam urat dan menyebabkan nyeri sendi tidak benar untuk sebagian besar populasi. Penelitian di Cina pada tahun 2014 menyebutkan setiap 200 gram konsumsi sayuran perhari dapat menurunkan resiko Stroke sebanyak 32%, dan setiap konsumsi 200 gram buah-buah dapat menurunkan resiko stroke sebanyak 11%
• Tidak merokok. World Heart Federation menyatakan bahwa perokok mempunyai resiko empat kali lebih besar untuk menderita stroke dibanding yang bukan perokok. Sayangi keluarga anda dengan berhenti merokok mulai sekarang
• Tidak minum minuman beralkohol. Minum minuman beralkohol lebih dari 2 sloki perhari, memperpendek waktu anda untuk terkena stroke 5 tahun lebih cepat dibanding yang bukan peminum alkohol
• Olahraga teratur. Jurnal Asosiasi Stroke Amerika melaporkan individu yang aktif berolahraga mempunyai resiko terkena serangan stroke iskemik 34% dan stroke perdarahan 21% lebih rendah dibanding individu yang tidak aktif.
• Cukup tidur. Jumlah jam tidur ideal adalah 6 – 8 jam perhari. Orang yang tidur kurang jadi ini berisiko mendapat serangan stroke dua kali lipat. Beberapa penelitian menyebutkn bahwa kurang tidur sama atau lebih buruk daripada merokok.
• Mengendalikan hipertensi. Hipertensi tidak diragunakan lagi merupakan faktor resiko paling penting pada penyakit stroke. Mengendalikan tensi sangat penting dalam pencegahan stroke. Jurnal Stroke yang merangkum beberapa penelitian tentang stroke dan hipertensi di seluruh dunia menyebutkan bahwa setiap penurunan 10 mmHg dapat menurunkan resiko stroke sebanyak 40-50% pda pasien yang berusia < 60 tahun. Pasien tidak perlu ragu untuk mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur bila telah didiagnosis hipertensi. Obat antihipertensi baru tidak merusak ginjal pada penggunaan jangka panjang, bahkan justru menjaga ginjal dari kerusakan. • Mengendalikan kadar gula darah bila menderita diabetes. Diabetes melitus adalah faktor resiko serangan stroke kedua setelah hipertensi. Data epidemiology menunjukkan penderita diabetes mempunyai kemungkian 2,7 kali lebih tinggi untuk terkena stroke iskemik dibanding bukan penderita diabetes. Menurunkan kadar gula darah dapat menurunkan resiko ini sehingga pasien dengan diabetes diharapkan dapat mengndalikan diabetesnya dengan cara berobat, olah raga dan mengatur makanan secara baik Demikianlah hal-hal sederhana yang dapat kita mulai lakukan mulai sekarang, mulai saat peringatan hari stroke sedunia 29 Oktober 2017 agar terhindar dari penyakit stroke demi kesehatan pribadi dan masa depan keluarga tercinta.