Monthly ArchiveJanuari 2018

Byadmin

Rekening Donasi Kami

Bantuan sosial dan kemanusiaan Anda bisa melalui transfer ke rekening-rekening berikut:

Atas nama Yayasan Radar Banjar Peduli

Bank Syariah Mandiri 0260018940

Bank Syariah Mandiri 0260018953

Bank Syariah Mandiri 0262042000

Mohon konfirmasi setelah transfer ke sms center 081333272004 agar bisa dilakukan pencatatan dan pelaporan.

Terima kasih.

Byadmin

Bank Kalsel Siap Bersinergi Memajukan Banua

Bank Kalsel Cabang Banjarbaru menyatakan siap bersinergi bersama Radar Banjar Peduli (RBP) dalam menggaungkan kepedulian di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru. Hal ini disampaikan oleh Hambali selaku Pemimpin Cabang kepada RBP melalui Manajer Operasional Haris Santana, Selasa (16/1) kemarin.

“Kami salut dengan upaya yang dilakukan RBP dalam bidang sosial kemanusiaan, tentu kami juga ingin mendukung,” ujar Hambali. 

Menurutnya, ada kesamaan antara Bank Kalsel dan RBP yaitu ingin memajukan banua. “Jadi mari kita sama-sama bergandengan tangan mewujudkannya,” ucapnya lagi.

Dukungan itu tentu menjadi semangat sendiri bagi RBP. Manajer Fundraising RBP Achmad Ridho Indra mengaku senang dengan apa yang telah disampaikan Bank Kalsel Banjarbaru. 

“Ini jadi penyemangat untuk kami karena dukungan positif adalah sumber energi kami. Terima kasih kepada Bank Kalsel Banjarbaru yang telah berkomitmen kepada RBP sejak 2017 lalu,” ungkapnya. 

Memang, sejak 2017 Bank Kalsel Banjarbaru menjadi mitra peduli RBP dalam program Nutrisi Duafa. Selama setahun Bank Kalsel Banjarbaru telah menyalurkan donasi lebih dari Rp 8juta dengan menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat. 

RBP berharap tahun 2018 ini akan lebih banyak lagi penerima manfaat yang bisa terbahagiakan. 

Penulis : Retno Sulisetiyani

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Mengesankan, Uji Nyali untuk Diri Sendiri

Oleh Elma Apriliani (Peserta Program Relawan Menulis Angkatan ke 2)

Catatan Pengalaman Mengikuti Program Relawan Menulis RBP

Tak terasa masa magang Saya di Radar Banjar peduli dalam program Relawan Menulis sudah berakhir. Sedih rasanya menyadarinya. Masa magang yang Saya lalui kurang lebih 2 bulan terhitung sejak bulan November 2017 hingga 9 Januari 2018 kemarin. Sebuah pengalaman yang membuat Saya bisa berinteraksi dengan orang lain dan juga dapat menambah wawasan untuk berkenalan dengan para professional. Tentu akan selalu membekas di hati Saya.

Berawal dari keikutsertaan Saya di komunitas relawan sahabat kalsel. Lalu tepat hari jumat, saya mengikuti kajian rutin yang dilaksanakan di Gedung Biru Radar Banjarmasin. Hari yang berkah sekali untuk Saya.  Di sana saya bertemu dengan seorang editor Radar Banjar Peduli, Retno Sulisetiyani. Di akhir kajian tersebut, beliau bercerita tentang diadakannya program Relawan Menulis dan sedang membuka rekrutmen untuk angkatan kedua. “Relawan menulis itu adalah kesempatan yang kami buka untuk magang sebagai reporter dan belajar jurnalistik humanis,” ucap Kak Eno, begitu sapaan saya ke beliau. Saya yang mendengarkan dengan seksama langsung tertarik dan ingin segera mendaftar.

“Kalau tertarik langsung saja kita mulai programnya minggu depan ya. Dan ini diberlakukan untuk 2 orang saja setiap angkatan. Nanti kamu dapat sertifikat bahwa pernah magang disini sebagai bukti dan penghargaan dari kami,” ungkapnya kala itu.

Program yang diadakan oleh Radar Banjar Peduli ini menurut Saya sangat bermanfaat sekali untuk para anak muda yang ingin mengembangkan skill komunikasinya dengan baik. Khususnya untuk para mahasiwa. Mencari aktifitas dan belajar tidak hanya dilakukan di dalam kampus,  di luar kampus pun juga harus dilakukan. Dengan begitu, kita tidak cuman hanya berstatus mahasiswa yang biasa saja, namun mahasiswa yang bisa menjadi pelopor perubahan untuk bangsa ini.

Pengalaman magang menjadi reporter ini sungguh tidak terduga sebelumnya. Saya tidak menyangka bisa terjun langsung ke lapangan berstatus sebagai reporter dari Radar Banjar Peduli. Hal ini sangat membanggakan bagi diri Saya sendiri.

Alhamdulillah, Saya sangat bersyukur  bisa dipertemukan dengan orang-orang hebat di Radar Banjar Peduli sehingga lebih memotivasi Saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan belajar bekerja sama dengan tim dalam membuat berita.

Banyak suka duka yang Saya dapatkan selama meliput berita di lapangan, sukanya adalah Saya bisa bertemu dengan orang orang hebat dari berbagai kalangan, dari anak sekolah yang mendapatkan beasiswa hingga para profesional yang dapat menginspirasi. Walaupun, banyak pula hambatan – hambatan yang sering membuat kesal. Tapi, disitu lah Saya merasa dilatih untuk lebih sabar menghadapi berbagai karakter narasumber. Akhirnya saya menjadi lebih percaya diri dengan kemampuan diri sendiri. Bahwa Saya bisa meskipun dengan tantangan-tantangan yang berada di depan mata.

Awal tahun 2018 sangat mengesankan sekali bagi saya dan berharap bisa bergabung lagi menjadi bagian tim reporter Radar Banjar Peduli untuk proyek kebaikan-kebaikan selanjutnya. 

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Story Telling, Komitmen Membangun Banua

Kekerasan terhadap anak baik secara fisik maupun psikis semakin hari semakin memprihatinkan. Kepada JawaPos.com, Komisioner KPAI Jasra Putra pernah mengungkapkan data yang menunjukkan bahwa pihaknya menemukan 116 kasus kekerasan seksual anak pada 2017. Di Kota Banjarbaru sendiri ada 9 kasus pelecehan anak yang sedang ditangani pemerintah (P2TP2A).

Anak-anak itu adalah masa depan banua. Juga bangsa. Sepuluh atau duapuluh tahun nanti, di tangan mereka lah nasib bangsa ini ditentukan.

Atas dasar kepedulian terhadap persoalan tersebut, maka RBP bersama Sahabat Kalsel menggalang sebuah gerakan peduli anak. “Tujuan gerakan ini adalah ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak,” ungkap Direktur RBP Dokter Diauddin MKes. “Alhamdulillah ada beberapa komunitas dan professional yang mendukung gerakan ini, yang sudah bergabung ada Kampung Dongeng Intan Kalsel yang dikomandoi Bunda Enik, beberapa mahasiswa, dan seorang psikolog,” ungkapnya.

Kepedulian tersebut diwujudkan dengan kegiatan Story Telling di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. “Kelurahan Palam menjadi sasaran saat ini karena kami melihat area bermain di sana belum banyak sedangkan anak-anak sangat membutuhkannya. Ini juga menjadi bentuk dukungan kami untuk Kota Banjarbaru yang sedang mencanangkan Kelurahan Ramah Anak,” ucap Diauddin.

Retno Sulisetiyani selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa Story Telling adalah wujud nyata dari tekad relawan yang tidak ingin berhenti pada level simpati. “Kami ingin bergerak menjadi solusi bagi banua dan bangsa,” ucapnya. “Setiap Minggu Sore kami mengumpulkan puluhan anak-anak untuk bermain bersama dan menikmati story telling dari para relawan,” imbuh perempuan yang akrab disapa Eno itu.

Komitmen itu rupanya tidak main-main. Buktinya, hingga Minggu (7/1) yang lalu, sudah kali ketiga kegiatan berlangsung. Bahkan, kini sudah ada Story Telling edisi spesial. Rencananya, Senin (15/1)  besok Bunda Enik akan menghibur 84 anak di TK Nurul Hikmah Kelurahan Palam. “Harapan kami langkah-langkah kecil itu bisa mewujudkan asa kita semua terhadap anak-anak bangsa. Asa bahwa mereka masih punya banyak cinta. Sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi pemimpin harapan yang berakhlak mulia,” pungkas Eno. 

Penulis : Retno Sulisetiyani

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Siapkan Mahasiswa untuk Terjun Langsung Layani Masyarakat

 

Tahun 2018 menjadi tahun yang penuh dengan pengharapan bagi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Institusi pendidikan ini berharap dapat meningkatkan kerjasamanya dengan Radar Banjar Peduli (RBP) dibandingkan tahun lalu.

Menurut Kepala Unit Pengabmas Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Dr Waljuni Astu Rahman SKM MPd, kerjasama antara Poltekkes dan RBP, tahun 2017 kemarin sudah cukup bagus. Namun, masih ada catatan yang harus diperbaiki ke depan. “Kolaborasinya bagus, tapi yang menjadi catatan penting disini adalah keterlibatan hanya pada beberapa jurusan tertentu saja, tidak melingkupi seluruh jurusan yang ada di Poltekkes Banjarmasin,” tuturnya.

Waljuni berharap ke depan semua jurusan bisa terberdayakan melalui desa binaan yang dikelola bersama dengan RBP. “Sebelumnya saya telah menyampaikan keinginan tersebut dengan Manajer Marketing Komunikasi RBP Retno Sulisetiyani. Sepertinya RBP memiliki ketertarikan yang sama dengan kami, semoga saja ketertarikan kami bersama ini dapat direalisasikan pada tahun ini,” ujar Waljuni. Dengan adanya desa binaan tersebut, diharapkan masyarakat dapat pula mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang tidak hanya dari bidang keperawatan ataupun analis kesehatan saja, tapi dapat pula berupa layanan gizi bagi keluarga, sanitasi lingkunan bahkan pada kesehatan gigi dan mulut.

Manajer Marketing Komunikasi RBP Retno Sulisetiyani mengapresiasi ide tersebut. Menurutnya, hal itu selaras dengan visi kerja tahun 2018. “Kebetulan tahun ini kami pun ingin meningkatkan semangat kemitraan dalam implementasi program-program. Kami yakin dengan bersinergi, kerja lebih berarti,” ungkap wanita berkacamata itu.

Harapan Poltekkes untuk memiliki desa binaan tersebut dianggap sejalan dengan tujuan dalam kegiatan-kegiatan Homecare yang dilakukan RBP, yakni pelayanan kesehatan yang berbasis pendekatan keluarga. Dengan adanya pelayanan Homecare RBP yang dilaksanakan pada tempat yang terpisah-pisah, maka Poltekkes Banjarmasin berencana untuk menggabungkan pelayanan tersebut di satu tempat tertentu yang mana mahasiswa Poltekkes daari tiap jurusan pun dapat terjun langsung dalam melayani masyarakat.

Tanggapan positif juga diberikan dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang lain, Hj Aprianti SPd MPd. “Saya mendukung sekali terhadap rencana tersebut karena dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk ikut berkontribusi langsung terhadap kesehatan masyarakat di daerahnya sekaligus wadah bagi Poltekkes untuk memperkenalkan dan mendekatkan diri di dalam masyarakat,” ujarnya.

Selama tahun 2017, Aprianti menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan-kegiatan mahasiswa terutama jurusan gizi sudah baik. Banyaknya agenda kegiatan yang diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa menjadi tuntutan bagi mereka sendiri untuk dapat lebih aktif dalam berkegiatan. “Semoga ditahun 2018 ini, jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa dapat lebih banyak,” sambung Aprianti yang juga merupakan Koordinator Kemahasiswaan HMJ Gizi.

Penulis : Nadia Susiyana

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Masih Butuh Bantuan untuk Bertahan Hidup

Mengunjungi Sumiati Pasca Operasi Kanker Payudara

Menderita kanker payudara sejak dua tahun yang lalu tidak menjadikan Sumiati perempuan yang lemah. Ditinggalkan begitu saja oleh suami kembali ke tanah Jawa dan akhirnya hanya hidup berdua dengan sang anak selama bertahun-tahun dalam keadaan ekonomi yang sulit menjadi jalan hidup yang tak mampu Ia tolak. Namun meski demikian, Ia tetap berjuang tanpa lelah sampai akhirnya bertemu Radar Banjar Peduli dan menemukan harapan baru dalam hidupnya.

(Nadia Susiyana, Banjarbaru)

“Mba Sum, kamu kan sekarang abis operasi, jadi kamu nggak usah kerja dulu setengah tahun. Kamu nggak usah kerja lagi di Kantin”

Ucapan itu ditiru Sumiati saat bercerita kepada penulis tentang majikannya yang tidak bisa mempekerjakannya lagi. “Kalau nggak kerja lagi selama setengah tahun, apa yang saya makan?” gumamnya dengan wajah sedih. Sumiati hanya bisa diam, memendam kekecewaan dan kesedihan yang mendalam lantaran diberhentikan bekerja untuk sementara waktu karena penyakit yang dideritanya.

“Dulu saya sempat bekerja di kantin Kantor Gubernur. Digaji empat puluh ribu per hari, dari jam enam pagi sampai setengah empat sore. Cukuplah memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya saat mengenang masa-masa ia bekerja dahulu.

Kini, tanpa pekerjaan beban Sumiati terasa sangat berat. Semua serba terbatas, mulai dari makanan hingga keuangan. Anaknya yang putus sekolah setelah lulus dari bangku sekolah dasar membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan. Hidup hanya berdua dengan anak dalam kondisi serba keterbatasan, tanpa suami dan dukungan keluarga membuat ia benar-benar merasa kesepian.

“Saya sudah lama ditinggalkan suami pulang ke Jawa, nggak tau lagi gimana beritanya. Nggak tau juga alasannya kenapa dia meninggalkan saya,” tutur Sumiati tentang suaminya.

Zailani (28), sang anak, juga memendam kesedihan sekaligus kekecewaan terhadap ayahnya. Namun, meski demikian, Zailani tetap berkeinginan mempertemukan kembali ayah dan ibunya. “Saya masih ingin mereka bersama lagi,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Dalam keterbatasan itu, Zailani ingin bisa membahagiakan Sumiati.

Sumiati mengaku tiap malam menangis memikirkan kanker yang dideritanya. “Kemarin itu payudara kiri sudah sampai bernanah. Saya ngomong minta bantu sama keluarga, tapi nggak bisa. Saya bingung,” sambungnya. Akhirnya Ia hanya bisa berpasrah dengan doa dan memperbanyak ibadah. Alhamdulillah doa-doa Sumiati terjawab pada bulan Oktober 2017 lalu. Sumiati mendapatkan bantuan dari RBP berupa pendampingan berobat.

Bersama RBP, Sumiati dibantu hingga menjalani operasi pada bulan November 2017 yang lalu. “Alhamdulillah saya senang sekali ketemu RBP dan bisa menjalani operasi, rasanya plong sekali ternyata masih ada yang peduli sama saya,” ucapnya.

Selama pengobatan, Sumiati ditangani oleh dr H M Yamsun SpB (K) Onk. “Kondisi kanker payudara Sumiati saat tiba di rumah sakit sudah stadium lanjut. Sebenarnya penanganan yang baik itu dilakukan kemoterapi dahulu baru kemudian operasi. Tapi karena sudah luka berbau dan ada pendarahan juga, jadi kita segera lakukan operasi pengambilan tumor beserta payudaranya,” ungkap Dokter Yamsun.

Dokter Yamsun mengatakan bahwa banyak faktor yang dapat menyebabkan kanker ini. “Bisa dari faktor internal penderita sendiri misalnya seperti keturunan dan faktor eksternal misal penggunaan asupan obat, makanan atau paparan dari luar,” tutur beliau. “Tidak bisa dipastikan kapan Sumiati dapat benar-benar sembuh, karena sangat tergantung dengan hasil lab PA (Patologi Anatomi) dan IHK (Imuno Histo Kimia). Hasil ini akan menentukan baik tidaknya masa depan penyakit. Setelah ada hasil lab PA, baru nanti kita teruskan dengan obat kemoterapi kalau hasil PA-nya ganas,” tutur dokter yang praktek di RS Ratu Zaleha itu kepada penulis.

Begitulah, perjuangan Sumiati masih panjang. Atas kebaikan-kebaikan para donatur yang telah berdonasi melalui RBP lah, nasib duafa seperti Sumiati bisa lebih baik. “Saya dibantu bayar kontrakan, biaya hidup, dan dipinjami sepeda motor supaya anak bisa bekerja,” ucap Sumiati.

Direktur RBP Dokter Diauddin MKes mengucapkan terima kasih atas semua dukungan masyarakat. “Tanpa dukungan para dermawan tentu kami juga tak bisa berbuat banyak. Terima kasih karena telah ikut berperan dalam aksi-aksi kepedulian kami,” ujarnya.

Tentu masih banyak duafa yang juga memerlukan uluran tangan kita semua. RBP terus membuka donasi kepedulian terhadap orang sakit melalui nomer rekening Bank Syariah Mandiri 0260018953 atas nama Yayasan Radar Banjar Peduli. Bagi yang berdonasi diharapkan konfirmasi via sms ke 081333272004.

Ayo terus berbagi kebaikan untuk menjalin persaudaraan. 

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Banua For Palestina, Ayo Bantu Rumah Sakit Palestina

Alhamdulillah, hingga hari ini ribuan porsi makanan dari Dapur Umum ACT masih melayani rakyat Palestina. Dibagikan kepada para murabetheen (kaum muslimin yang menjaga masjid Al-Aqsa) di kota tua dan para demonstran di seluruh Gaza setiap harinya (9-29 Desember) , Dapur Umum ACT juga menyapa para jamaah masjid serta sekolah-sekolah. 
Setelah Kementerian Kesehatan Palestina memberikan dukungan kepada para NGO di Gaza agar dapat menyokong kebutuhan makanan bagi para pasien yang tidak mampu lagi disediakan oleh pihak Rumah Sakit, ACT turut merespon hal ini dengan fokus menyuplai makanan bagi para pasien di Rumah Sakit sepanjang jalur Gaza.

Sejak 31 desember 2017 Dapur Umum ACT yang memiliki target awal melayani 8 rumah sakit kini sanggup menyuplai makanan ke 12 rumah sakit besar di seluruh area Gaza.  Setiap harinya menu disediakan bervariasi dan dipastikan selalu memenuhi syarat gizi oleh tim nutrisionist Rumah Sakit.

Sebanyak 65 orang tim dan relawan yang tersebar di 12 rumah sakit menjalankan program dengan atribut lengkap ACT dan bendera Indonesia. Hingga kini, total penerima manfaat dari program tersebut telah mencapai 24.629 penerima manfaat.  

Berikut daftar rumah sakit yang disuplai oleh Program Dapur Umum ACT :

– Al Shifa Medical complex 

– Al Rantessi pediatric hospital 

– Indonesian hospital 

– Beit Hanoun Hospital 

– Al Nasir pediatric hospital 

– Al Dorra pediatric hospital 

– Oncology specialized hospital 

– Europian hospital 

– Naser medical complex 

– Shohadaa Al Aqsa hospital 

– Al Yaseen hospital 

– Opthalmic specialized hospital Psychiatric Hospital

Dukung dengan doa dan bantuan terbaik kita, bersama kita layarkan “Kapal Kemanusiaan Untuk Palestina” insyaAllah 10.000 ton beras kita segera membahagiakan jutaan warga Palestina yang teraniaya.

Ayo warga banua kita bergotong-royong membantu sesama di Palestina. Donasi bisa disalurkan melalui rekening atas nama Yayasan Radar Banjar Peduli :

BSM 0262042000 

Silahkan konfirmasi via sms ke 081333272004 

#banuaforpalestina