Author Archive

Byadmin

Alumni Poltekkes Keperawatan Banjarmasin 2010; Berbagi di Panti Asuhan Wiyata Kartika Banjarbaru

Ramadan menjadi bulan berkah bukan hanya bagi para duafa. Namun, Ramadan juga membawa kebaikan bagi kita semua. Acapkali momen buka puasa bersama menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas atau alumni sekolah. Seperti yang dilakukan oleh Alumni Poltekkes Keperawatan Banjarmasin tahun 2010 pada Sabtu (10/6) yang lalu, yang berkumpul di Panti Asuhan Wiyata Kartika Banjarbaru dalam rangka berbuka puasa bersama.

“Kalau buka puasa aja rasanya ada yang kurang. Kami ingin mengambil berkah yang lebih banyak di bulan mulia ini dengan berbagi bersama anak yatim di sini,” ujar Arif Rahman mewakili para alumni yang hadir. Arif menerangkan bahwa agenda silaturahmi di bulan puasa telah menjadi ajang tahunan bagi mereka. “Kami berharap bisa membahagiakan adik-adik di sini dengan kedatangan kami, dan tak lupa terima kasih kepada RBP atas fasilitasinya sehingga kegiatan bisa berjalan baik,” imbuhnya.

Ahmad Murah selaku pengasuh panti menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Arif dan kawan-kawan. “Semoga apa yang dihajatkan diijabah oleh Allah swt,” ucapnya.

Selain berbuka bersama, Alumni Poltekkes Keperawatan Banjarmasin tahun 2010 juga membagikan santunan dan bingkisan kepada 21 anak di Panti Asuhan Wiyata Kartika. Terlihat wajah-wajah anak itu sumringah menerima kado Ramadan itu.

“Alhamdulillah senang sekali!,” ucap mereka serempak mengungkapkan perasaannya. (en)

Byadmin

Ayo Bantu Erina, Bocah Penderita Stenosis Pumonal

Perjuangan Erina dan Sang Ibu Masih Panjang

Masih ingat Erina Hafiza? Bocah cantik yang mengalami penyempitan pembuluh jantung atau yang di dunia medis dikenal dengan penyakit Stenosis Pumonal. Rabu (31/5) yang lalu RBP berkesempatan menengok gadis cilik itu di rumahnya di Desa Beruntung Jaya, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Siang yang cukup terik saat itu, Erina berbaring di ruang tengah tepat di depan pintu kamar yang merupakan kamar satu-satunya di rumah itu. Erina bersuara sembari memperlihatkan wajah sumringah. Segera penulis raih jemarinya dan seketika itu Erina merespon lemah. Ia pun tertawa girang saat penulis menepuk-nepuk telapak tangannya.

Memang, sejak didampingi RBP pada bulan Maret yang lalu, Erina telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. “Alhamdulillah sudah bisa merespon genggaman meski belum terlalu kuat,” ucap Fitriani, sang ibu. “Terima kasih kepada RBP yang selalu siap mendampingi kami mengantar Erina terapi,” imbuhnya.

Selain harus menjalani terapi tumbuh kembang Erina juga menjalani perawatan mata dan telinga. Selama hampir dua bulan Erina mendapatkan pengobatan. “Sekarang sudah dinyatakan dokter sehat untuk mata dan telinga, namun masih harus terapi tumbuh kembang,” ujar Penanggungjawab Program Devi Putri Listyasari.

Anak yang telah mencapai usia 4 tahun biasanya akan suka bertanya dan juga memperlihatkan apa yang dilakukan atau sesuatu yang ditemukannya. Namun, bagi Fitriani suara teriakan dan tawa Erina telah memiliki banyak makna. Mengikuti tumbuh kembang anak memang adalah hal yang sangat menyenangkan sekaligus juga cukup membuat lelah.

RBP mengajak siapa saja untuk membantu Erina dan Fitriani sang bunda yang tak lelah menjaga buah hatinya yang “berbeda”. Erina harus menjalani perawatan yang panjang. Fitriani telah menjadi malaikat bagi Erina sejak lahir, namun alangkah indahnya jika kita membantu meringankan tugasnya. Karena berbagi itu tak pernah rugi.

Ayo bantu Erina untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan dengan donasi terbaik Anda melalui RBP. Hubungi sms center 081333272004 jika ingin turut membantu Erina atau bisa juga langsung transfer donasi ke rekening BSM 0260018953 atas nama Yayasan Radar Banjar Peduli. Sekecil apapun, bantuan Anda sangat berarti. (en)

Byadmin

Secuil Perhatian untuk Anak Istimewa

Momen Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei yang lalu, dirayakan dengan cara berbeda oleh RBP. Dengan mengajak anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) mengunjungi perpustakaan, RBP berharap bisa berbagi keceriaan bersama puluhan anak-anak yang merupakan anak didik Yayasan Al Madani Banjarbaru.

“Alhamdulillah acara dapat berjalan lancar, terima kasih atas doa dan dukungan dari semua  pihak,” ujar Wakil Ketua RBP Saleh yang mendampingi kegiatan tersebut. “Ini adalah bentuk perhatian dari RBP kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan tujuan menumbuhkan minat baca dan kepercayaan diri anak-anak tersebut, sekaligus mengenalkan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel,” ungkapnya.

Adapun beberapa aktivitas yang dilakukan adalah sharing pengetahuan tentang inklusif, dongeng bersama Jihan Aini, penyerahan buku tentang inklusi kepada perpustakaan dari Ketua Yayasan Al Madani Husnul Khatimah, juga ada pembagian buku gratis dari bazar Yusuf Agency kepada anak-anak dan guru. (en)

Byadmin

Senyum Bahagia Lansia

Patimah, nenek berusia 76 tahun yang hidup sendiri itu tak kuasa menahan haru demi melihat rombongan relawan yang membawakan bingkisan berisi sajadah, mukena, sarung, kurma dan makanan lainnya. Erat jabatannya menyambut tangan-tangan relawan yang bersalaman dengannya. Patimah yang saat itu berbaju putih dengan gemetar meraih kotak yang sudah tergeletak di tengah rumah kayunya. “Alhamdulillah, terima kasih… terima kasih…,” begitu ucapnya berulang kali. Bibirnya ikut gemetar. Sesekali Ia tampak menyeka air mata yang merembes di pipi keriputnya.

Patimah hanya salah satu dari 100 pemetik manfaat program Senyum Bahagia Lansia di Kalimantan Selatan. Program tersebut merupakan implementasi dari penghimpunan yang dilakukan oleh Cak Budi di situs kitabisa.com, lalu disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerjasama dengan RBP.

Keterbatasan usia menyebabkan para lansia tidak dapat meraih akses terhadap kesempatan-kesempatan yang tersedia dari hasil pembangunan, karenanya  tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup secara berkecukupan.

“Bulan Ramadan menjadi momentum untuk kita bisa berbagi kebagahagian bersama lansia, agar mereka dapat menikmati ibadah bulan Ramadan dan lebih mendekat kepada sang Pencipta,” ujar Direktur RBP dokter Diauddin MKes. “Di Kalimantan Selatan jumlah lansia sebanyak 2,3% dari total penduduk kurang lebih 4juta jiwa. Dan tidak sedikit yang hidup sebatang kara,” lanjutnya.

Dokter Diauddin berharap dengan adanya program ini selain menyalurkan amanah para donatur, dapat menjadi cara terbaik menghargai keberadaan para lansia serta memberikan kebahagiaan kepada mereka. (en)

Byadmin

Gerakan Nasional Pendidikan Keluarga Serentak Se-Indonesia

Merayakan 12 tahun kelahirannya, organisasi profesi Himpaudi menggelar Gernas Manjur (Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur) yang ke-2 dimana mengusung pendidikan keluarga yang serentak dilaksanakan se-Indonesia pada Sabtu (20/5) kemarin. Di Kalimantan Selatan sendiri, Himpaudi Kota Banjarbaru bekerjasama dengan RBP menggelar kegiatan tersebut di Pendopo Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bunda Paud Hj Ririen Nadjmi Adhani didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya. Selain itu turut hadir Kepala BPPAUD dan Dikmas Kalsel Ronny Gunarso dan Direktur RBP Dokter Diauddin MKes beserta jajaran pengelola.

Dalam sambutannya, Bunda Paud Hj Ririen Nadjmi Adhani menyampaikan bahwa sebanyak 65% karakter orang tua akan menurun ke anak. “Maka sebagai orang tua perlu memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Perbaikilah cara menjelaskan sesuatu. Jika anak sering dicacimaki dan ditakuti maka Ia akan belajar membenci dan hidup dengan gelisah. Namun, kalau anak merasa aman maka Ia akan tumbuh percaya diri dan dihargai,” terangnya. “Pemerintah telah memberikan dukungannya dengan mencanangkan Kota Banjarbaru sebagai kota layak anak. Mari jaga anak-anak kita karena mereka lah generasi penerus bangsa,” lanjutnya lagi.

Ririen juga mengapresiasi kegiatan parenting dari Himpaudi dan RBP tersebut. “Terima kasih atas upayanya untuk berbagi ilmu dan pengalaman parenting kepada masyarakat khususnya yang ada di Palam ini sebagai wilayah perbatasan,” pungkasnya.

Ketua Himpaudi Kota Banjarbaru Nurhayati menerangkan bahwa gerakan parenting merupakan aksi nyata dari Himpaudi. “Tujuannya bukan hanya mendidik tapi juga membuka pola piker orang tua dan masyarakat agar dapat memberikan contoh, pengalaman yang baik dan benar,” ujarnya.

Direktur RBP Dokter Diauddin juga berterima kasih atas kepercayaan Himpaudi Kota Banjarbaru yang telah mau bersinergi dengan RBP mengedukasi masyarakat selama 8 bulan terakhir. “Prinsip kami jangan pernah ragu saling membantu karena manfaatnya pasti akan terasa. Sekarang ataupun nanti,” ucapnya. Diauddin juga berharap sinergi bisa terus berlanjut. Hal ini ternyata diamini oleh Kepala BPPAUD dan Dikmas Kalsel Ronny Gunarso yang berharap bisa bekerjasama kembali melaksanakan seminar lanjutan.

H Muhammad Sidik WS SPd MM selaku narasumber dalam kegiatan itu tidak hanya memberikan ilmu tentang pendidikan dan pengasuhan anak yang benar, tapi juga mengajak para ibu-ibu yang hadir bernyanyi dan menonton film bersama. Sebanyak 70 peserta kegiatan terlihat begitu antusias mendengarkan. “Alhamdulillah menjadi terbuka pikiran tentang bagaimana mendidik dan mengasuh anak yang benar,” aku Nor Azizah, warga Palam yang juga ibu dari Habibah (18 bulan) dan M Najmi (5 tahun) itu sembari tersenyum.

Selain menggelar gerakan pendidikan keluarga, semarak 12 tahun Himpaudi juga diramaikan dengan senam bersama warga dan lomba karya nyata guru. (en)

Byadmin

Hadirkan Keceriaan di Posyandu Teratai

Di Kecamatan Cempaka, kesadaran orang tua mengajak buah hatinya ke posyandu masih cukup rendah. Hal ini terlihat dari beberapa pernyataan kader posyandu yang RBP temui menjelang pelaksanaan program Parenting Desa. Seperti yang diungkapkan Alfirah, kader Posyandu Teratai di Kelurahan Palam, Cempaka. “Data yang tercatat sih 40 anak, tapi biasanya yang hadir sekitar 20 anak saja,” ucap Alfirah yang sudah sejak tahun 1996    menjadi kader di Posyandu Teratai.

Namun, ada yang berbeda pada kegiatan Posyandu Teratai Selasa (9/5) lalu. Ibu dan anak terlihat berbondong-bondong hadir. Mereka menimbang dan memeriksakan perkembangan anak-anaknya. Ada yang menangis, ada pula yang tertawa. Ya, masih banyak anak-anak yang takut ditimbang. Namun, keceriaan segera mewarnai wajah anak-anak tersebut.

Betapa tidak? Hari itu mereka bisa membawa sekotak susu gratis pulang ke rumah persembahan Bank Kalsel Cabang Banjarbaru. “Alhamdulillah senangnya dapat susu, tidak perlu beli minggu ini,” celetuk seorang ibu sembari menggendong anaknya pulang.

Alfirah mengaku senang sekali karena posyandu kali ini banyak yang hadir, bahkan ada beberapa anak dari wilayah tetangga. “Hari ini ada 55 anak yang tercatat memeriksakan diri. Alhamdulillah lebih semarak dengan bantuan susu gratis dari Bank Kalsel. Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih banyak,” ujar Alfirah sumringah.

“Senang rasanya bisa melihat anak-anak tertawa. Semoga berkah dan bermanfaat. Terima kasih RBP yang telah memfasilitasi,” tutur Zulkarnain selaku Direktur Bank Kalsel Cabang Banjarbaru.

RBP juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Bank Kalsel Cabang Banjarbaru karena dengan sinergi lah semua menjadi ringan. Semoga makin banyak tawa yang bisa kami hadirkan. (en)

Byadmin

Bank Kalsel Cabang Banjarbaru : Dukung Pembangunan dengan Semangat Kepedulian

Bencana kemanusiaan adalah masalah bersama, bukan persoalan 1 atau 2 orang saja. Kebaikan yang dilakukan secara bersama juga akan terasa lebih besar manfaatnya. Salah satunya terbukti dengan sinergi yang dilakukan oleh RBP dan Bank Kalsel yang telah menjadi mitra peduli RBP sejak tahun 2016 lalu. Melalui donasi nutrisi untuk duafa, Bank Kalsel telah mendukung program Parenting Desa yang dilaksanakan setiap bulan di Kecamatan Cempaka. Program ini sendiri adalah bentuk kepedulian RBP pada kasus gizi buruk dan gizi kurang yang ternyata masih tinggi di Kecamatan Cempaka.

Sebanyak 235 penerima manfaat yang tersebar di 6 (enam) wilayah telah terjaring melalui program tersebut. Wadadah, salah seorang ibu berusia 30 tahun warga Kelurahan Cempaka mengaku senang mendapatkan bantuan nutrisi dari Bank Kalsel. Apalagi anaknya, Nurfigiyati yang berusia 3 tahun mengalami gizi kurang. “Anak ulun kada mau makan nasi, bingung ulun bagaimana menyuruhnya,” ujar Wadadah. Wadadah bersama ratusan ibu-ibu yang ada di Kecamatan Cempaka, kini bisa sedikit

RBP menyadari sebagai lembaga sosial tentu tak bisa berjalan sendiri. “Hakikatnya manusia itu sendiri adalah makhluk sosial, maka kami perlu pihak lain untuk bisa terus bergerak menggaungkan kepedulian,” ujar Direktur RBP dokter Diauddin. “Terima kasih kepada Bank Kalsel Cabang Banjarbaru yang ikut serta mendukung program RBP di Cempaka, semoga sinergi ini terus berlanjut,” ucapnya.

Bank Kalsel Cabang Banjarbaru dibawah kepemimpinan M Zulkarnain memiliki semangat kepedulian yang tinggi. Tak hanya bersama RBP melawan gizi buruk, Bank Kalsel Cabang Banjarbaru juga memberi perhatian kepada penyandang tuna netra bersama Pemko Banjarbaru melalui program perumahan untuk penyandang tuna netra.
“Kebaikan itu tidak ada sekat, jadi ya harus diberikan kepada semua pihak yang membutuhkan,” ujar M Zulkarnain. “Sebagai bagian dari Kota Banjarbaru, kami harus mendukung program pemerintah agar visi pembangunan bisa tercapai,” lanjutnya.

Perumahan untuk tuna netra merupakan program yang digagas oleh Sekda Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi. Program ini muncul sebagai wujud perhatian pemerintah kepada penyandang tuna netra agar kesejahteraannya makin meningkat. “Sebagian besar mereka adalah masyarakat tidak mampu, penghasilan kecil karena keterbatasan fisik, sementara rumah harus ngontrak Rp 600ribu per bulan,” terang Said. Para penyandang tuna netra itu, tutur Said, akan diberi pembinaan secara agama, sosial dan kreatifitas. “Rencana rumah akan disiapkan untuk 41 KK. Sekarang sudah terbangun satu bangunan untuk 2 KK. Saya berharap banyak yang akan membantu,” pungkasnya.

Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung program Pemko itu. Secara khusus Jaya mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel, BNI Syariah, dan PLN Wilayah Kalselteng yang telah menyatakan kesediaanya membangun rumah untuk tuna netra. “Ini adalah gerakan yang sangat positif. Keberhasilan pembangunan akan berhasil jika melibatkan banyak pihak. Mari dukung program ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” ujar Jaya.

Semangat kepedulian memang harus senantiasa dimiliki oleh siapapun. Terlebih dalam upaya mencapai visi misi pembangunan karena sehebat apapun sebuah cita-cita tak akan terasa manfaatnya jika tak ada dukungan dari masyarakat. Maka dari itu, RBP hadir untuk terus menggaungkan kepedulian. Sinergi itu meringankan sekaligus menguatkan. (en)

Byadmin

Peningkatan Kapasitas Lembaga bersama ACT

RBP sebagai lembaga sosial kemanusiaan tak luput dari perhatian banyak pihak. Tuntutan performa semakin besar dengan makin besarnya kepercayaan masyarakat menengah ke bawah sebagai penerima manfaat layanan lembaga. Memasuki tahun 2017 ini, RBP telah melakukan permbaharuan manajemen baik dari sisi pengurus maupun pengelola agar mampu memberi kontribusi kebaikan yang lebih besar bagi umat.
Demi meningkatkan performa lembaga, RBP bekerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) melakukan peningkatan kapasitas untuk manajemen dan relawan. Kegiatan berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (15/4) kemarin hingga hari ini (16/4) bertempat di Hotel Roditha Banjarbaru.
Hadir selaku narasumber dari ACT yaitu Senior Vice President of Group of Distribution Program Syuhelmaidi Syukur, Director of Volunteer Network Dwiko Hadi Dastriadi, dan GM PND Departement Awal Purnama.
Para pengurus, pengelola RBP, dan relawan Sahabat Kalsel mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai dunia kemanusiaan saat ini. Bagaimana bencana kemanusiaan melanda dunia hingga nusantara. Namun, di satu sisi bencana bagi orang lain adalah ladang amal bagi yang lainnya. Maka, kehadiran lembaga sosial adalah sebuah keniscayaan.
“Kedermawanan adalah modal besar perubahan dalam membangun peradaban kemanusiaan,” ucap Syuhelmaidi Syukur memulai pemaparan. “Kolaborasi kedermawanan dan kerelawanan adalah solusi kemanusiaan. Peduli adalah solusi,” lanjutnya memotivasi.
Selama diskusi tersebut didapatkan bahwa yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan sosial. “Pemetaan sosial adalah hal dasar dalam melakukan pendampingan. Melalui peta sosial kita akan dapat melihat dan memahami masalah sosial yang akan ditangani dan diselesaikan secara utuh, sehingga jalan keluar dapat ditempuh dengan tepat dan berguna,” terang Dwiko Hadi Dastriadi.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai bagaimana mengoptimalkan potensi donasi publik dan mengelolanya secara profesional dan berkelanjutan. Hari ini akan dirumuskan bersama rencana tindak lanjut sebagai langkah konkrit implementasi materi yang didapatkan.
“Kami sadar tantangan lembaga sosial ke depan semakin besar sehingga dengan peningkatan kapasitas ini kami berharap bisa memiliki SDM yang handal dalam menghadapinya, yang secara otomatis mampu memberikan kebermanfaatan yang lebih besar kepada masyarakat,” ujar Direktur RBP dokter Diauddin MKes. (en)

Byadmin

Ayo Cintai Kesehatan Diri

Perubahan iklim ternyata tak lagi berdampak hanya pada lingkungan. Kondisi cuaca dan temperatur ternyata juga berpengaruh besar terhadap fisik dan mental seseorang. Artinya, perubahan cuaca ekstrim yang belakangan kerap terjadi juga dapat berdampak langsung terhadap manusia. Dikutip dari Huffington Post, ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk mendeteksi bahwa temperatur lingkungan dapat memengaruhi keseluruhan perilaku dan sikap manusia. Diantaranya, hujan dapat membuat alergi kian parah dan cuaca panas yang berlebih dapat memicu risiko sakit jantung (net).
Posko Kesehatan SMPC yang sudah hadir selama tujuh tahun di Banjarbaru dan Martapura menjadi salah satu solusi bagi kondisi tersebut di atas. Masyarakat perlu disadarkan akan pentingnya menjaga kesehatan sehari-hari. Sehingga, tidak menunggu kondisi parah baru ke fasilitas kesehatan.
Direktur RBP dokter Diauddin MKes menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk secara rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. “Hal ini menjadi penting karena pada saat cuaca ekstrim pasti akan mempengaruhi metabolisme tubuh. Dengan pemeriksaan rutin kita bisa mencegah hal-hal membahayakan pastinya,” ungkapnya.
Selama tujuh tahun hadir mengajak warga untuk selalu menjaga kesehatannya, Posko Kesehatan SMPC sepertinya telah melekat dalam ingatan warga Banjarbaru maupun Martapura. Tak sedikit yang selalu menanti-nanti kehadirannya. Bahkan ada yang sudah menjadi pasien tetap setiap minggunya.
Dalam rentang waktu Januari hingga Maret 2017 yang lalu, Posko Kesehatan SMPC telah melayani 925 pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Sebanyak 72 mahasiswa kesehatan juga telah terlibat menjadi relawan medis.
“RBP selaku lembaga yang menjalankan program ini ingin ke depan makin banyak masyarakat yang tersadarkan untuk berperilaku sehat. Dengan badan yang sehat maka akan lahir ide-ide pembangunan yang lebih kreatif. Insha Allah,” ujar dokter Diauddin menyampaikan harapan.
Tentu hal tersebut bukanlah harapan yang muluk. Terlebih tahun ini relawan medis yang terlibat tidak hanya dari Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, tapi ada juga dari Akper Intan Martapura. Dengan sinergi yang makin besar tentu gerakan akan terasa manfaatnya lebih besar juga.
Selain menjadi sarana edukasi tentu Posko Kesehatan SMPC bisa menjadi alternatif fasilitas kesehatan untuk masyarakat yang bisa dijangkau dengan mudah karena berada di tengah kota dan hadir di waktu libur. Akhirnya banyak pilihan akses kesehatan bagi masyarakat.

Pengalaman Pertama yang Berkesan
Sangat berkesan dan menyenangkan. Demikian kesan yang diungkapkan para mahasiswa dari Akper Intan Martapura yang pada Minggu (26/3) lalu setelah menjadi relawan medis untuk pertama kalinya di Posko Layanan Kesehatan SMPC di Alun-alun Ratu Zaleha, Martapura.
“Senang bisa menjadi tim kesehatan yang terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, secara tidak langsung bisa membantu orang lain menjaga kesehatannya,” ujar Syamsul, salah seorang Mahasiswa Akper Intan.
Syamsul dan kawan-kawan terlihat sangat antusias menjalankan layanan kesehatan kepada warga Martapura yang sedang menikmati car free day. “Semoga posko kesehatan ini bisa terus ada dan berjalan lebih baik lagi ke depan,” ucapnya. (en)

Byadmin

Senangnya Melayani Orang Tua

Kegembiraan terpancar dari wajah Patimah, seorang janda berusia 75 tahun yang hari itu dikunjungi oleh tim homecare RBP. Sebenarnya Sabtu (25/3) itu memang jadwal rutin Ia diperiksa dokter, namun suasana menjadi berbeda ketika tim yang datang lebih banyak. Ya, saat itu dokter Syarifah Aulia yang bertugas ditemani lebih banyak relawan. Selain Khairil selaku pendamping program, ada juga Devi, Azizah, dan Romlah dari Sahabat Kalsel.
Patimah yang sehari-hari mengajar ngaji anak-anak sekitar mengaku senang sekali dikunjungi anak-anak muda. Apalagi sembari diperiksa dokter, kerap para relawan terlihat bercanda bersama beliau. Patimah pun tergelak penuh tawa. “Aduh lucunya ikam, mudahan cepat dapat jodoh Nak lah,” celotehnya menanggapi candaan Romlah yang tak pelak lagi disambut gelak tawa relawan yang lain.
“Saya penasaran dengan program ini, makanya mau ikut dan ternyata menyenangkan deh,” ungkap Romlah yang merupakan guru Paud di Desa Beruntung Jaya Cempaka.
Keceriaan itupun berlanjut di rumah pasien-pasien yang lain. “Hari ini total ada 6 pasien yang diperiksa, yaitu Patimah, Aisyah, Sabran, Agus, Ahmad Pariadi, dan Erwan,” terang Khairil.
Dokter Syarifah Aulia yang mewakili IDI melakukan pendampingan juga mengungkapkan hal serupa. “Bulan depan kalau yang lain tidak bisa, saya mau deh bertugas lagi,” ujarnya penuh semangat.
Hingga Maret kemarin, program homecare di Liang Anggang sudah berjalan selama empat bulan. Kondisi para pasien masih tidak berbeda dari sebelumnya. “Rata-rata lansia jadi keluhan masih berupa sakit dan nyeri badan, hanya Nenek Aisyah yang perlu dikontrol lagi ke rumah sakit,” terang dokter Syarifah.
Selain pasien Homecare, RBP juga menyambangi Masibah, nenek berusia 88 tahun. Beliau tinggal sendirian di jalan jurusan Pelaihari Liang Anggang. Karena mengalami nyeri sakit di lutut kaki kiri, akhirnya Masibah dibawa ke RS Idaman pada Jumat (31/3) kemarin dan mendapatkan pemeriksaan oleh dokter Eko Wahyu Pribadi spesialis bedah. Memang di lutut kaki Masibah terdapat benjolan seperti daging yang tumbuh. Namun, diagnosa belum bisa ditegakkan karena menunggu hasil analisa darah dan rontgen.
RBP berupaya melayani warga tidak mampu dengan bersinergi dengan berbagai elemen, baik pemerintah maupun swasta karena sinergi itu meringankan. Terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan donasi terbaiknya kepada kami. Kebaikan pasti akan berbuah kebaikan. (en)