Author Archive

Byadmin

Adakan Pentas Seni, Galang Donasi untuk Gempa Lombok

Penulis : Nadia Susiyana

Sejak terdengarnya berita mengenai gempa bumi yang terus menerus mengguncang Lombok, panitia Pentas Seni untuk Amal (Pensi Amal) dengan sigap mempersiapkan pelaksaan acara penggalangan donasi. Peduli gempa Lombok menjadi tema acara Pensi Amal kali ini. Dengan persiapan kurang dari seminggu, acara Pensi Amal ketiga ini terlaksana pada tanggal 11-12 Agustus kemarin.

“Senang, bangga sekali rasanya bisa berkontribusi dalam penggalangan donasi untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang dilanda musibah di Lombok. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dari organisasi mahasiswa, organisasi kerelawanan, lembaga bahkan komunitas anak punk serta komunitas motor. Semoga yang kita lakukan kali ini mampu meringankan beban mereka disana,” tutur Hermawan Rinnaldi selaku ketua pelaksana Pensi Amal kali ini.

Pensi Amal ketiga kali ini didukung oleh Radar Banjar Peduli, Dewan Kesenian Kota Banjarbaru, Sahabat Kalsel, Sanggar Kamilau Intan Martapura, PPMI Provinsi Kalsel, Pewadahan Nanang Galuh Kota Banjarbaru, Engineer Bites Charity, 5 Serangkai Production, Diva Swara Dharma Banjarbaru serta Abege Art Photography. Penggalangan donasi pada hari kedua terkesan lebih menarik perhatian para pengguna jalan karena kehadiran Bapak Darmawan Jaya Setiawan selaku Wakil Walikota Banjarbaru sekaligus pembina RBP yang ikut turun ke jalan, membantu para relawan.

“Disini kan selain kita menambah relasi dari organisasi lain, kita juga ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Lombok. Kegiatan seperti ini sebaiknya rutin diadakan. Ketika ada bencana, kita bisa langsung bergerak untuk membantu saudara kita yang membutuhkan,” tutur Feny Jatiayu Priyoto (23), anggota PPMI Provinsi Kalsel yang ikut terlibat dalam penggalangan donasi. “Menurutku sih bagus banget, karena kita nggak hanya sekedar minta sumbangan donasi tapi kita juga ikut menghibur warga sekitar. Menarik lah,” sambung wanita ini ketika ditanyai tentang tanggapannya terhadap konsep acara Pensi Amal ketiga kali ini.

Tak hanya pementasan seni, panitia pelaksana Pensi Amal ketiga ini juga memiliki cara lain untuk menggalang donasi, yakni dengan cara membuat lalu menjual roti hasil olahan para relawan. “Bekerjasama dengan Engineer Bites Charity (EBC) saya tak hanya harus meluangkan sedikit waktu, namun juga mendapat ilmu bagaimana membuat adonan roti dengan baik”, ungkap Devi sebagai salah satu relawan yang ikut serta dalam proses pembuatan roti. Setiap roti dibanderol dengan harga Rp10.000,- per satuannya dengan ketentuan seratus persen hasil penjualan roti tersebut akan turut sumbangkan untuk gempa Lombok.

“Mereka (EBC .red) tak hanya memberikan ilmu untuk para relawan yang terlibat, tapi juga mengajarkan bagaimana bentuk kepedulian kita wujudkan dengan nilai dari buah tangan itu sendiri. Buah tangan para relawan, tangan yang dapat menghasilkan berbagai karya untuk bulir-bulir kebaikan,” ujar Achmad Ridho Indra, Manager Fundraising RBP. Laki-laki yang lebih akrab disapa Edo ini juga menuturkan bahwa seluruh hasil penggalangan donasi yang didapat dari pentas seni maupun penjualan roti ini akan disaluran melalui RBP. “Kalau untuk distribusi di sana, kita masih belum tau nih kemana tepatnya. Menurut informasi yang kami dapat dari teman-teman relawan yang berada di lokasi, area Lombok Utara dan Timur mengalami dampak gempa yang cukup serius. Titik fokus bantuan akan kita lakukan disana. Kita tetap akan utamakan lokasi yang belum tersentuh bantuan. Perwakilan dari relawan RBP yang akan bergerak kesana,” sambung Edo.

Acara pentas seni sekaligus penggalangan donasi yang diselenggarakan selama dua hari ini mampu menghimpun donasi dengan total Rp15.994.488,-. “Alhamdulillah, hari kedua kami berhasil mengumpulkan sepuluh juta lebih, memang lebih banyak dari hari pertama. Hal ini terjadi karena pada hari pertama pementasan, ada penggalangan donasi juga dari kepanitiaan lain. Lokasi sama-sama di Van der Pijl, sama-sama untuk Lombok,” ujar Ahmad Rahmadi (20) sambil tersenyum manis. “Kalau saya pribadi sih senang, kalau banyak yang melakukan penggalangan donasi, berarti kan banyak masyarakat tergerak. Hasil penggalangan donasi juga akan ditujukan ke titik yang sama, hanya jalur penyalurannya saja yang berbeda,” sambung relawan RBP yang bertubuh ramping tersebut.

“Terima kasih atas segala bentuk kepercayaan kepada para komunitas serta donatur yang sudah meluangkan waktu dan tenaga serta menyalurkan donasi terbaiknya untuk saudara-saudara kita yang tengah mendapat bencana alam gempa bumi di Lombok kepada Radar Banjar Peduli. Kita (RBP .red) disini akan mengupayakan yang terbaik untuk penyaluran donasi tersebut. Saat ini kami masih  berkoordinasi dengan tim di Lombok apa yang menjadi kebutuhan primer para warga yang terdampak akibat gempa yang terjadi disana”, jelas dr Diauddin selaku Direktur RBP saat ditanyai seputar donasi yang akan disalurkan melalui RBP untuk Lombok. Dengan bersama, banyak kepedulian yang terlahir dari nilai kehidupan, rasa saling memiliki.

Editor : Nurhayah/ Achmad Ridho Indra

Byadmin

RBP Salurkan Dana Pengobatan untuk Bocah Penderita Kelainan Jantung

Penulis : Devi Putri Listyasari

Muhammad Ilham, bocah dua tahun yang menderita kelainan jantung asal Cempaka Banjarbaru kini telah mengalami kemajuan. Selang yang bertahun-tahun melekat di hidungnya sudah dilepas. Selang itu selama ini digunakan untuk memasukan nutrisi ke tubuhnya. Sejak empat bulan yang lalu Ia sudah bisa bebas bermain tanpa selang tersebut. Namun, kondisi tersebut tetap harus dipantau karena jika berat badannya turun drastis maka bukan tidak mungkin selang itu harus dipasang kembali.

Bulan Juli lalu, tim RBP berkesempatan mengunjungi Ilham di rumah kakeknya di Keliling Benteng Tengah, Martapura Barat. Sejak Desember 2017 RBP turut memantau kondisi Ilham atas dasar laporan Puskesmas Cempaka. Kunjungan tersebut adalah yang ketiga kalinya, namun kali ini tim bermaksud menyerahkan bantuan dana pengobatan untuk Ilham.

“Bantuan ini adalah hasil penggalangan dana beberapa komunitas di Banjarbaru dalam kegiatan pentas seni amal beberapa waktu yang lalu,” ujar Devi Putri Listyasari selaku Manajer Program RBP.

Sore itu, Devi yang juga ditemani Manager Administrasi Azizah disambut Ilham yang dalam kondisi bersin-bersin. Beberapa kali Halidah ibunda Ilham menyeka hidung anaknya. “Kemarin baru selesai kontrol ke RS dan naik sepeda motor dibonceng Kai-nya, sepertinya kena angin jadi bersin seperti ini,” ucap Halidah.

Halidah menerima bantuan tersebut dengan rasa bahagia. Raut wajahnya tampak ceria dengan senyum yang tak pernah sirna. Meski sesekali dalam tuturnya tersirat getir kesedihan melihat anaknya yang masih kecil harus berjuang melawan sakit.

Harapan besar untuk kesembuhan Ilham lah yang membuatnya kuat. Ilham lahir dengan kondisi jantung bocor. Kondisi itu yang mempengaruhi kemampuan tubuhnya untuk menerima asupan gizi. Bahkan Ia sempat mengalami gizi buruk. Setiap minggu Halidah harus rutin membawa Ilham ke puskesmas untuk pemasangan selang NGT. Meski sekarang selang sudah dilepas, Ia tetap harus rutin ke Rumah Sakit untuk eco evaluasi kondisi jantung Ilham.

Bantuan dari warga Banjarbaru yang disalurkan melalui RBP sungguh membuatnya merasa terbantu. “Tarimakasih banyak, mudahan dilancarkan semua urusan kita. Di sehatkan badan. Dilancarkan pintu rejeki,” Doa dari mulut Halidah mengiringi kebaikan para donatur.

Insya Allah upaya RBP mendampingi Ilham tak cukup sampai di situ. Perjuangan Ilham masih Panjang, sehingga perlu nafas panjang membersamainya. Dukung RBP untuk senantiasa menghadirkan kebahagiaan untuk para duafa yang sedang sakit parah menjalani kehidupannya, melalui donasi terbaik.

Salurkan donasi untuk duafa yang sakit melalui rekening atas nama Yayasan Radar Banjar Peduli, BNI Syariah 1199933555. Konfirmasi donasi via sms 081333272004.

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Cara Tebar Kebahagiaan ala Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru

Penulis : Nadia Susiyana

Bersama dalam Kebahagiaan dengan Seluruh Anak Yatim dan Duafa

Kebahagiaan terpancar jelas dari tingkah anak-anak panti asuhan dan duafa saat memasuki gerbang Q Water Park Banjarbaru. Kedatangan anak-anak ini sebagai bentuk kejutan kecil yang diberikan oleh Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru dalam rangka menyambut milad ke-IV tahun mereka. Dirayakan pada sore Sabtu (4/8) bersama 400 anak panti asuhan dan duafa yang tersebar di daerah Banjarbaru dan Martapura.

Bentuk kebahagiaan yang diberikan oleh Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru untuk anak panti dan duafa ini mengadopsi cara yang berbeda dari biasanya seperti yang dipaparkan oleh Muh. Roy Amazon, General Manager Grand Dafam Q Hotel Syariah Banjarbaru. “Kita ingin membahagiakan anak-anak panti asuhan. Dari undangan perusahaan lain, biasanya kalau mengundang anak-anak panti kan acaranya khotbah dan makanannya berupa nasi kotak. Kalau dari Dafam, kita ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak panti ini sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan seperti anak-anak pada umumnya,” ujar laki-laki berselera humor tinggi tersebut.

Ide awal konsep kebahagiaan yang diberikan Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru ini muncul karena anak-anak panti asuhan dan duafa tentu jarang atau bahkan tidak pernah bermain air di Water Park secara gratis. Dengan alasan itulah panitia penyelenggara menghubungi management Q Water Park agar 400 anak panti asuhan dan duafa tersebut dapat bermain air secara gratis. Persembahan kebahagiaan yang diberikan tidak sampai disitu saja, seluruh anak-anak yang diundang tersebut disuguhi makanan-makanan all you can eat yang berada di stand-stand tepi kolam air.

“Alhamdulillah. Rasanya senang bisa bermain-main disini. Awalnya ulun kira bakal dikumpulkan di aula aja, ternyata disini, ngga nyangka diajak senang-senang di Q Water Park. Ngga sabar mau bermain air. Jadi waktu datang ke sini, langsung main,” ujar Aulia Sari (12), gadis kecil dari Panti Asuhan Budi Mulia. Setelah lelah bermain air sambil menikmati hidangan yang berjejer di tepi kolam air, seluruh anak-anak panti asuhan dan duafa yang diundang bersama para panitia mendengarkan kultum dari Ust. Abdur Rahman, salat magrib berjamaah, pemotongan tumpeng lalu dilanjutkan dengan acara pembagian sembako. Tak lengkap rasanya bagi panitia untuk melewatkan moment ceria tersebut tanpa mengabadikan moment perayaan milad ke-IV Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru dengan berfoto bersama dengan seluruh anak panti dan duafa selepas acara berakhir.

Waktu persiapan yang relatif singkat yakni kurang dari 3 minggu tidak menjadi halangan bagi panitia untuk mempersiapkan segala hal menyangkut kegiatan ini, tak terkecuali dari pihak RBP yang membantu memenuhi kuota 400 anak panti asuhan dan duafa. “Hampir tidak ada kendala. Lebih berupa tantangan, karena mengumpulkan jumlah 400 anak dari berbagai tempat di daerah Banjarbaru dan Martapura namun dalam waktu yang relatif bersamaan memang memerlukan komunikasi yang sangat bagus dari berbagai pihak,” tutur Achmad Ridho Indra, Manager Fundraising RBP. Kami sudah menjalin kemitraan sejak Ramadan 1438H yang lalu, yakni sejak perayaan milad mereka yang ke-III. Jadi milad kali ini sudah yang kedua kalinya,” sambung pria yang lebih akrab disapa Edo tersebut.

Direktur RBP, dr Diauddin memberi tanggapan positif terhadap rencana Management Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru untuk terus bekerja sama dengan pihak RBP dalam berbagi kebahagiaan secara rutin kepada anak-anak panti asuhan. “Kami ingin segala bentuk kepedulian terhadap anak panti asuhan dan duafa tidak terhenti saat bulan Ramadan berakhir. Kita dapat berbagi kebahagiaan setiap bulannya, tak hanya pada momen Ramadan. Cara pun dapat beragam selama tujuannya untuk membahagiakan anak panti asuhan maupun masyarakat duafa,” tutup beliau.

Editor : Devi Putri Listyasari/ Achmad Ridho Indra

Byadmin

Jelang Lebaran Kurban, Wajah Somalia Masih Muram

Urusan ketangguhan dalam meredam rasa takut, bertahan dalam berbagai kondisi kekacauan, sepertinya bisa dipelajari dari sebuah negeri nan jauh di Tanduk Afrika. Negeri itu bernama Somalia. Konflik sipil yang telah berkarat sejak 1980 hingga hari ini, jelas-jelas telah mengajarkan Somalia banyak pengalaman.

Dari jarak geografis jelas terpisah jauh. Tapi bagi bangsa Indonesia, nama Somalia tak pernah asing. Wajar, sebab tahun ke tahun selalu ada koneksi kemanusiaan yang kuat dengan Somalia. Tahun lalu saja, dalam setahun berkali-kali koneksi terhubung.

Mulai dari pengiriman Kapal Kemanusiaan Afrika episode satu. Berlanjut beberapa bulan berikutnya Kapal Kemanusiaan Afrika episode dua yang sama-sama berlabuh di Pelabuhan Mogadishu, membawa ribuan ton bantuan beras untuk krisis kelaparan di Somalia.

Sampai puncaknya di momentum Lebaran Kurban, awal September 2017 lalu. Total tak kurang dari 1.000 sapi kurban dari masyarakat Indonesia disembelih di Somalia. Daging-daging kurban kemudian dibawa luas hingga ke pelosok Somalia, ke kantong-kantong pengungsi yang jumlahnya luar biasa. Dari Mogadishu, ke Jowhar, termasuk juga ke tanah paling gersang dan berdebu: Baidoa.

Mengapa kurban dari Indonesia sampai jauh di bawa ke Baidoa? Sejak awal 1990-an sampai akhir 2012 lalu Baidoa merekam sejarah panjang tentang kota yang dijajah, dikuasai, lalu direbut kembali oleh Pemerintah Somalia dibantu pasukan militer perdamaian Uni-Afrika.

September 2017, Global Qurban di Baidoa, Somalia menyelesaikan amanah terakhir ratusan ekor sapi disembelih di sebuah tanah lapang. Puluhan ton daging kurban lalu dibawa ke kamp bernama Abu Asyara, kamp dengan kepadatan yang masif.

“Masyarakat Baidoa menyebut kamp ini dengan nama Abu Asyara, sesuai nama wilayahnya. Kamp ini adalah rumah bagi ribuan keluarga eks-Kamp Dadaab bermukim,” kata Aliman Ali (44), wakil mitra Global Qurban di Baidoa.

Sampai di area Kamp Pengungsian Abu Asyara, ratusan keluarga pengungsi dibariskan rapi, rata-rata adalah perempuan. “Satu persatu daging kurban yang sudah dibungkus dalam kantong tebal Global Qurban dibagikan. Simpul senyum dan kehangatan Kamp Abu Asyara menjadi penutup cerita implementasi Global Qurban tahun 2017 untuk Somalia. Mahadsanid Baidoa. Mahadsanid Indonesia,” pungkas Bambang Triyono, perwakilan ACT di Somalia.

Penulis/ editor : RBP/ ACT

Byadmin

Bentuk Karakter Anak Dengan Pembiasaan Positif

Penulis : Nurhayah

“Dibandingkan dengan profesi-profesi lain, orang tua adalah profesi yang paling tidak tersiapkan.“ (Anies Baswedan)

Anak merupakan aset paling berharga yang dimiliki orang tua, namun tak jarang dalam pengasuhannya banyak orang tua tidak memahami bagaimana memberikan pengasuhan yang baik untuk anak-anak mereka, sehingga banyak generasi muda yang terjerumus dalam pergaulan negatif, hal ini dikarenakan kurang kuatnya hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Pada Jum’at lalu (27/7) sebanyak 38 ibu dan anak mendapat kesempatan mengikuti program Parenting Desa yang diselenggarakan oleh Radar Banjar Peduli (RBP). Kegiatan kali ini bertempat di PKBM Kuranji, Landasan Ulin, Banjarbaru. Program ini rutin diselenggarakan setiap bulan dengan menggandeng Himpaudi kota Banjarbaru.

Mengusung tema “Pengasuhan Positif” bunda Ida Rosidha SSos SPd selaku pembicara pada acara tersebut memberikan penjelasan bahwa dalam pengasuhan anak yang positif harus dimulai dari lingkungan keluarga kemudian didukung oleh lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat di sekitarnya. Dan yang tak kalah penting adalah kita sebagai orang tua harus bisa memahami pola pengasuhan anak yang sesuai dengan jenjang usianya.

“Ada empat aspek yang harus diperhatikan orang tua dalam tumbuh kembang anak yaitu aspek berpikir, perasaan, sosial, dan fisik dimana keseluruhan pola asuh tersebut disesuaikan dengan usia anak.” Tutur bunda selaku kepala sekolah PAUD Mutiara itu.

Kita sebagai orang tua harus bisa menentukan perilaku apa yang diinginkan terhadap anak serta jelaskan pula mengapa hal tersebut boleh atau tidak boleh dilakukan. Ketika anak berhasil berperilaku seperti yang orang tua harapkan, berikan pujian dan lakukan terus menerus hingga kedisiplinan menetap pada anak.

“Saya harap apa yang sudah disampaikan melalui program parenting desa ini dapat dicerna dan diterapkan dengan baik sebagai pembiasaan pada keluarga. Orang tua berperan dengan mendukung apapun yang menjadi keingina n anak, arahkan ke hal yang positif agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan orang tua.” urainya.

Selain pemberian materi edukasi untuk para ibu, pada sesi akhir acara RBP juga membagikan 43 susu formula untuk para balita. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan nutrisi yang  merupakan persembahan dari Bank Kalsel cabang Banjarbaru, alhamdulillah banyak anak-anak yang terbahagiakan dengan adanya bingkisan ini.” ucap Devi selaku koordinator program.

Byadmin

Jalin Silaturahim, Rombongan Bank Syariah Mandiri Martapura Kunjungi RBP

Penulis : Nurhayah

Langkah awal untuk peduli kepada generasi penerus Banua bersama Bank Syariah Mandiri KC Martapura

Rombongan Bank Syariah Mandiri KC Martapura berkunjung ke Gedung Biru Harian Radar Banjarmasin dalam rangka silaturahim dengan pengurus dan juga pengelola Radar Banjar Peduli (RBP) pada kamis (26/7) lalu.

Kedatangan rombongan yang diketuai langsung oleh Mawardi selaku Kepala Cabang KC BSM Martapura ini didampingi pula dari divisi marketing “Kedatangan kami kesini dalam rangka silaturahim dengan para nasabah kami yang sudah lama mempercayakan penyimpanan dananya ke Bank Syariah Mandiri, kebetulan saya baru Sembilan bulan ditempatkan di cabang Martapura.” Ucap Mawardi.

Selain berkesempatan untuk bersilaturahim, Mawardi juga sedikit menjelaskan program-program terbaru yang ditawarkan oleh Bank Syariah Martapura termasuk program sosial yang mereka garap melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) BSM.

“Untuk saat ini program sosial BSM yang sudah dilaksanakan yaitu bantuan pendidikan melalui program Bidik Umat serta bantuan pembangunan Mesjid yang berlokasi di Martapura.” Ungkapnya.

Dokter Diauddin selaku Direktur RBP, menyambut hangat kedatangan rombongan dari BSM KC Martapura. Beliau juga menyampaikan ucapan terimakasih atas silaturahim yang dilakukan pihak BSM. “Ini merupakan permulaan yang baik, berhubung RBP sendiri sejak berdirinya sudah mempercayakan dananya di Bank Syariah Mandiri, harapan kami melalui pertemuan ini akan terus berlanjut untuk saling memberikan support baik untuk kemajuan Bank Syariah Mandiri maupun RBP sendiri melalui kerjasama program sosial yang ada di LAZ BSM.” Ucap Direktur RBP.

Dengan adanya kunjungan ini Pihak BSM Martapura berharap dapat menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan RBP, “InsyaAllah kami siap berkolaborasi dengan RBP  menggaungkan kepedulian untuk generasi banua dalam program pendidikan Bidik Umat, serta turut  membahagiakan banua dalam program Kurban yang diselenggarakan RBP,” ucap Mawardi, sesaat sebelum berakhirnya pertemuan.

Byadmin

Momen Langka Nikmati Daging Kurban di Gaza

Global Qurban Aksi Cepat Tanggap – Radar Banjar Peduli

Apa kabar Gaza? Beberapa hari terakhir, kabar yang terdengar dari Gaza adalah tentang pintu utama untuk lintasan logistik – Gerbang Karem Shalom – yang kembali dibuka. Gerbang ini merupakan satu-satunya pintu Gaza yang berbatasan langsung dengan Selatan Israel. Satu-satunya pintu yang menghubungkan warga Gaza dengan segala urusan kebutuhan pokok yang diimpor dari luar Gaza.

Mengulas kembali jauh ke belakang, sebenarnya upaya Zionis melakukan blokade, membatasi gerak warga Gaza sudah berlangsung sejak tahun 2007 silam. Gaza dikurung dari berbagai sisinya, termasuk pada sistem perdagangannya. Minimnya daya beli menjadi logis, pasalnya warga Gaza tidak yang memiliki pekerjaan tetap hanya segelintir. Dari hampir dua juta penduduk Gaza, tak lebih dari setengahnya yang memperoleh penghasilan. Bahkan, situs UNDP Palestina mencantumkan bahwa tingkat pengangguran warga Gaza selama 2018 ini mencapai 60%.

Fakta-fakta di atas, tentang sulitnya menemukan pekerjaan, tentang barang-barang kebutuhan pokok yang diblokade, mengingatkan kembali kisah warga Gaza pada Hari Raya Idul Adha 2017 silam. Setahun lalu, di awal September 2017, Global Qurban masuk ke Gaza. Di tengah berbagai blokade dan kesulitan ekonomi, mitra Global Qurban di Gaza menceritakan, lebaran kurban di Gaza tetap dirayakan sebagai sebuah kebahagiaan. Meskipun bahagia di Gaza hanya bayang-bayang, menutupi sejenak kenyataan sulitnya hidup dalam blokade total.

Momennya hampir setahun berlalu. Tepat di permulaan September 2017, hari lebaran kurban dirayakan seluruh Muslim dunia, termasuk di Gaza, Palestina. Di hari pertama Iduladha 2017 itulah, Global Qurban kembali singgah di Gaza.

Ribuan domba, ratusan sapi, dan puluhan unta menjadi kado kurban dari masyarakat Indonesia untuk Gaza. Menebus kerinduan warga Gaza, rindu kebahagiaan berhari raya dengan menyantap gurih olahan daging kurban.

Ribuan potong daging kurban diamanahkan kepada Global Qurban, disampaikan hingga ke seantero Kota Gaza. Dari Jabalia di Gaza Utara, singgah di Khan Younis di Gaza Tengah, sampai Rafah di Gaza selatan. Relawan Global Qurban di Gaza bercerita, meski ruas jalan dari Utara Gaza ke Selatan hanya sekitar 45 kilometer, bukan hal mudah bagi Global Qurban untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat Gaza.

Jomah al-Najjar, perwakilan mitra Global Qurban di Gaza mengatakan, perlu upaya lebih menyebarkan daging kurban di Gaza. “Salah satunya dengan memperluas kemitraan di setiap sudut Kota Gaza. Ada banyak jejaring mitra dan relawan Global Qurban di Gaza. Berkat upaya itulah, Alhamdulillah Global Qurban berhasil menghantarkan daging kurban ke 4.600 keluarga di seluruh wilayah Gaza,” ujar Najjar, awal September 2017 lalu.

Momen langka menikmati daging kurban pun jadi kisah membahagiakan di Gaza, salah satunya dari Ali Ahmed al-Jadba (57) di Gaza City. Ali adalah salah seorang warga yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tepat. Ia yang juga seorang ayah, tak bisa menghadiahi anak-anaknya daging kurban di hari lebaran Iduladha.

“Alhamdulillah, terima kasih yang paling dalam untuk Global Qurban dari Indonesia. Tujuh orang anak saya benar-benar memimpikan bisa makan daging qurban seperti keluarga lain. Lihat anak-anak saya semuanya bahagia,” ungkap Ali penuh kebahagiaan.

Selain itu, doa pun datang dari warga Gaza lain untuk Indonesia. “Doa kami semoga Allah berikan surga terbaik untuk masyarakat Indonesia, JazakAllah Khaer Indonesia,” kata Majdi Ahmed Alosh (33), seorang Ayah dengan 9 orang anak dari Rafah City.

Penulis/ editor : RBP/ ACT

Byadmin

Kembali Hadirkan Keceriaan Warga

Penulis : Devi Putri Listyasari

Antusias Warga untuk Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Keceriaan tampak menyelimuti area lapangan Murjani Kota Banjarbaru, Minggu (22/7) pagi yang lalu. Setelah sekian pekan tak membersamai warga Banjarbaru, akhirnya posko kesehatan SMPC RBP kembali hadir. Tampak puluhan warga yang mengikuti senam pagi bersama Radar Banjarmasin berduyun-duyun mengerumuni posko tersebut. Bahkan puluhan relawan berseragam biru terlihat kewalahan melayani para warga.

“Bagus sekali, layanan seperti ini memudahkan kami memeriksa kesehatan. Saya sangat mendukung aksi-aksi seperti ini,” ungkap salah seorang nenek yang ikut menjadi penerima manfaat posko.

Keceriaan makin terasa karena layanan yang disediakan makin beragam. Para relawan berseragam biru yang merupakan mahasiswa mahasiswi dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin itu tak hanya menyediakan pemeriksaan darah sederhana (tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat), tapi juga konsultasi gizi, kesehatan gigi, serta kesehatan lingkungan.

“Ini adalah bagian dari bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, terlebih bergandengan dengan RBP sebagai lembaga sosial yang sudah berpengalaman di bidangnya, kami siap memberikan yang terbaik dan semoga makin banyak penerima manfaat dari program ini,” ucap DR Waljuni selaku penanggungjawab program dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.

Posko layanan kesehatan SMPC adalah program kerjasama antara RBP dan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Hadir sejak 2010 silam, program ini menjadi dukungan kepada pemerintah dalam hal menjaga kualitas hidup masyarakat. Terlebih menjadi dukungan penuh atas Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gemmas) yang telah dicanangkan tahun ini.

Masyarakat pun bisa memberikan dukungan dengan donasi terbaik melalui rekening atas nama Yayasan Radar Banjar Peduli, BNI Syariah 11 999 22 555 dan BSM 026 001 8953.

Editor : Retno Sulisetiyani

Byadmin

Desa Balau Telah Nikmati Kurban Setelah Tiga Tahun Tanpa Semarak Idul Adha

“Tiga tahun sudah kami kadada (tidak ada) kurban, Alhamdulillah tahun ini ada nang bakurban di sini. Tarima kasih banyak lah” ungkap Juhransyah, Ketua RT 01 Desa Balau Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Demikian ungkapan rasa senang warga penerima manfaat Global Qurban dan Radar Banjar Peduli (RBP) di Kalimantan Selatan, tepatnya Desa Balau, Kabupaten Banjar. Pendistribusian daging kurban dilakukan pada hari tasyrik ketiga oleh lima orang relawan.

Mayoritas warga Balau mengandalkan ladang karet sebagai mata pencaharian. Wajar jika selama tiga tahun terakhir tak ada kurban di desa tersebut. Harga karet yang tak tentu bahkan cenderung turun membuat kehidupan ekonomi warga desa menjadi sulit.

“Jangankan untuk berkurban, untuk makan sehari-hari saja susah,” kisah beberapa warga Desa Balau.

Desa Balau merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjar. Jarak desa ke Kota Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar, sekitar 30 km. Meskipun tidak terlalu jauh, namun akses jalan yang ditempuh cukup sulit. Jalanan berbatu mendominasi kondisi jalan yang dilewati. Hal ini membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.

Sinyal selular pun akan hilang begitu masuk ke desa ini. “Kalau ke Desa Balau jangan dicari deh, nggak ada sinyal,” ucap Koordinator Relawan Global Qurban Achmad Ridho Indra seraya terkekeh.

Tahun 2017 menjadi tahun ketiga Global Qurban menjangkau pelosok di Kabupaten Banjar. Tahun lalu, Desa Balau merupakan salah satu desa pelosok yang baru disapa Global Qurban. Setiap tahunnya, wilayah jangkauan distribusi Global Qurban terus meluas hingga ke wilayah-wilayah terpencil di 34 provinsi di Indonesia.

Selain dirasakan oleh saudara sebangsa di pelosok negeri, nikmat daging qurban dirasakan oleh puluhan negara pra-sejahtera dan yang terdampak krisis kemanusiaan. Mereka di antaraya Palestina, Suriah, Yaman, Bangladesh (Rohingya).

Banyak asa bahagia sekaligus harapan yang terlihat dari para penerima manfaat. Semoga kebaikan kurban ini dapat terus meluas, seiring besarnya doa dari warga Desa Balau.

“Semoga lancar rezeki para pekurban. Sehat terus untuk para relawan,” begitu doa yang terlantun dari warga Desa Balau untuk para sahabat yang telah berbagi melalui Global Qurban.

Penulis/ editor : RBP/ ACT

Byadmin

Hijrah Dari Banua untuk Mengejar Cita

Penulis : Achmad Ridho Indra

Kemarin (12/7) RBP kembali mengantarkan keberangkatan siswa berprestasi dari Kalimantan Selatan peraih beasiswa di sekolah Smart Ekselensia Indonesia yang berkedudukan di Parung, Kab. Bogor. Tahun ini dua putera daerah yang terpilih masing-masing berasal dari Tapin dan Kotabaru, yaitu Sandy Firdaus dan Trio Bagus Mulyono. Tentu  menjadi sebuah pengalaman yang baru bagi mereka berdua, dimana mereka harus rela berpisah dengan kedua orang tua, teman sekolah dan kampung halaman.

Selama penerbangan mereka turut membaca majalah maskapai yang tersedia di depan mereka untuk mengurangi rasa jenuh menunggu tiba di bandar udara Soekarno-Hatta. Setibanya di Jakarta kami bertiga sudah ditunggu oleh ustad Ahmad dari Smart Ekselensia Indonesia untuk berangkat bersama dengan siswa yang berasal dari 13 daerah se-Indonesia lainnya pada kloter pertama. Di perjalanan menuju Bogor mereka dan beberapa anak-anak yang lain pun tertidur karena capek di perjalanan, tetapi itu semua terbayarkan setelah perjalanan yang kami tempuh sekitar dua jam itu berakhir di halaman depan sekolah Smart Ekselensia Indonesia. Disaat pertama kalinya menginjakkan kaki, mereka sudah disambut oleh panitia dan kakak kelas yang ada di sana, mereka pun diarahkan untuk registrasi dan diantar ke asrama Darussalam yang resmi menjadi tempat tinggal mereka di tahun pertama.

Keesokan harinya panitia dari Smart Ekselensia Indonesia beserta panitia daerah melakukan serah terima siswa baru. Di sana telah hadir 40 siswa dari masing-masing daerah yang beruntung mendapatkan pendidikan di Smart Ekselensia Indonesia termasuk Trio dan Sandy. Di kesempatan itu anak-anak pun diperkenalkan kepada Kepala Sekolah, ustad dan ustadzah serta wali asrama yang nantinya akan menjadi bagian dari keberlangsungan mereka di Smart EI selama lima tahun kedepan. Masih di acara tersebut seluruh anak-anak diajak menyanyikan lagu mars Smart EI bersama-sama dengan seluruh tamu undangan yang berhadir di acara tersebut, terlihat khidmat saat menyanyikan mars yang menjadi penggagas semangat anak-anak dalam belajar menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Setelah itu mereka dipersilakan untuk bertemu dengan kakak kelas mereka yang berasal dari daerah masing-masing. Di kesempatan itu seluruh siswa asal Kalimantan Selatan bertemu dengan formasi lengkap. Ada 4 orang kakak kelas dari Kalimantan Selatan yaitu Rian, Daus, Wildan dan Saidi yang merupakan kakak kelas dari Sandy yang berasal dari Tambarangan, Tapin. Masing-masing memperkenalkan diri baik dari kakak kelas dan siswa baru guna mengakrabkan diri sebagai putera daerah Kalimantan Selatan. Meski pada awalnya terlihat agak canggung saat mereka memperkenalkan diri karena sebelumnya belum pernah bertemu, namun selang beberapa lama suasana mulai mencair setelah Rian dan Wildan mulai bercerita tentang pengalaman mereka selama mengenyam pendidikan di Smart EI, dimulai dari aktifitas ekstrakulikuler yang menarik hingga keseruan mereka ketika ada kegiatan yang berada di luar sekolah. Trio dan Sandy pun semakin semangat mendengarkan pengalaman dari para seniornya di Smart EI tersebut.

Tak hanya sampai di situ, para panitia daerah pun juga saling bercerita mengenani perjalanan yang mereka tempuh bahkan ada yang harus sampai dua kali transit untuk menuju Soekarno-Hatta, ada juga yang mengalami delay hampir tiga jam lamanya. “Alhamdulillah kita dari Kalsel tidak mengalami kendala apapun selama perjalanan, anak-anak pun merasa senang setibanya di Jakarta dengan selamat” Ucap Achmad Ridho Indra selaku panitia daerah dari Kalsel.

Dibalik kisah perjalanan panjang mereka tentu perjuangan keras anak-anak dalam berkompetisi untuk mendapatkan tiket keberangkatan ke Bogor tidaklah mudah berbagai upaya dan perjuangan dikerahkan oleh keluarga dalam mendukung cita-cita mereka untuk menempuh pendidikan di Smart EI. Serta banyak doa dan harapan para orang tua siswa dan seluruh panitia di Smart EI bahkan panitia daerah untuk seluruh siswa agar kiranya dapat menjadi siswa yang bertaqwa kepada Allah, hormat kepada orang tua dan guru serta menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga hijrah ini membawa berkah tidak hanya bagi Sandy dan Trio, tapi juga keluarga mereka dan seluruh warga banua.

Editor : Tiny Elyn Herlina