Asyiknya Mengikuti Program Relawan Menulis RBP

Byadmin

Asyiknya Mengikuti Program Relawan Menulis RBP

“Sebuah Pembelajaran Sekaligus Penggali Potensi Diri”

Bergabung di Komatik (Komunitas Mahasiswa Jurnalistik) Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Banjarmasin sebagai reporter rupanya tidak cukup memenuhi hasrat Nadia Susiyana di bidang jurnalistik. Berawal dari informasi dari seorang teman bahwa RBP membuka Program Menulis yang secara tidak langsung akan memberikan pengalaman dalam penulisan berita humanis membuatnya tertarik untuk ikut serta.

Nadia mengaku banyak pembelajaran yang didapatkan selama mengikuti program ini. Mulai dari menambah kecakapan menulis, mendorongnya mengeksplorasi dunia luar kampus hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama yang kemudian menuntunnya mengikuti segala bentuk kegiatan kerelawanan. Dunia relawan inilah yang akhirnya memberi kesan mendalam baginya.

Sebelum mengikuti program ini, Nadia beranggapan bahwa kepedulian kaum muda terhadap masyarakat kurang beruntung masihlah kecil. Namun ternyata anggapannya itu dilihatnya salah. “Cukup banyak kaum muda Banjarbaru yang peduli terhadap masalah-masalah masyarakat di sekitarnya,” ucap gadis berkacamata itu.

Persepsi Nadia mulai berubah sejak diberi tugas meliput kegiatan Sahabat Kalsel di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Banjarbaru Minggu (24/12) tahun lalu. Nadia menyaksikan langsung bahwa cukup banyak mahasiswa bahkan pegawai kantoran yang ikut menunjukkan kepedulian mereka dengan cara berbagi kebahagiaan hingga bingkisan untuk anak-anak kurang beruntung di daerah Kampung Purun tersebut.

Tak terasa sudah hampir dua bulan Nadia menjajal kemampuannya sebagai tenaga reporter dalam program relawan menulis RBP, artinya sudah hampir berakhir. Program yang dilaksanakan oleh Divisi Marketing Komunikasi RBP itu memang hanya bergulir per dua bulan. “Tujuan saya ingin mencetak jurnalis-jurnalis humanis di Banua ini, agar makin banyak informasi positif di sekitar kita,” ujar Retno Sulisetiyani selaku Manajer Divisi.

“Sebenarnya saya ingin membuka kesempatan bagi banyak relawan untuk mengikuti program ini. Tapi saya khawatir tidak optimal membina. Meski begitu saya merasa bangga, Alhamdulillah program ini sudah punya dua angkatan dengan tiga alumni yang luar biasa,” ujar Retno saat pertemuan penutupan Angkatan ke dua, Kamis (18/1) kemarin di Kafe Montana Syariah Banjarbaru.

Bagi Nadia sendiri, dengan berakhirnya program tersebut tak lantas membuatnya berhenti untuk terus bergerak dibidang kerelawanan. Hal ini dibuktikannya dengan langsung bergabung dengan Forum Relawan Sahabat Kalsel. “Mumpung masih sebatas jadi mahasiswa, harus mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya untuk berguna bagi masyarakat. Dengan menulis saya punya kesempatan untuk mempengaruhi apa yang orang lain pikirkan atau lakukan. Terima kasih atas kesempatan besar ini,” pungkasnya. (nd)

editor : Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply