Bangun Sikap Peduli

Byadmin

Bangun Sikap Peduli

(Dari kegiatan Workshop dan Pelatihan Siaga Bencana untuk Kampus di Prodi Magister Keguruan IPA PPS ULM)

BANJARMASIN – Prodi Pendidikan IPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar workshop. Gelaran bertajuk masyarakat kampus peduli bencana itu digelar kemarin (20/2) dan hari ini (21/2) di Gedung Pasca Sarjana ULM.Workshop bekerjasama dengan Radar Banjar Peduli (Sayap sosial Radar Banjarmasin). Diisi oleh tiga pemateri. Yakni Cipto Sugiarto dari Masyarakat Relawan Indonesia, Loli Hidayat dari BPBD Kota Banjarmasin serta Hasibah Eka Rosnelly dari perwakilan Kemensos RI.

Ada 25 peserta yang mengikuti gelaran tersebut. Terdiri 20 mahasiswa S1 jurusan Pendidikan IPA dan lima dari S2. Workshop juga dilengkapi dengan pelatihan siap siaga bencana. Kepala Prodi Magister Pendidikan IPA Pasca Sarjana ULM, Yudha Irhasyuarna menyebut jenjang pendidikan tak bisa jadi tolak ukur tingkat kepedulian terhadap sesama. Itulah alasan digelar workshop tersebut.

“Ya di sekolah atau di kampus tidak ada pelajaran peduli. Kami ingin membangkitkan peduli mahasiswa kami. Agar ilmu yang dimiliki bermanfaat,” tuturnya. Dari pengamatannya, saat ini kepedulian cenderung turun. Semakin tinggi ilmu seseorang, kepekaan justru makin memudar. “Ini yang ingin kami bangun lagi,” lanjutnya. Direktur Program Pasca Sarjana ULM, Udiansyah, menambahkan, pelatihan tersebut juga sebagai sarana menambah kompetensi bagi mahasiswa.  “Suana kepedulian tersebut merupakan atmosfer di lingkungan akademik.

Kami ingin karakter peduli tersebut ada. Apalagi di zaman sekarang, perlu adanya skil dan kompetensi,” bebernya. Salah seorang peserta bernama Selvia mengaku mendapat tambahan ilmu. Dari workshop dan pelatihan siaga bencana yang diikutinya itu.

“Pelatihan ini membuat kepekaan terhadap diri kami. Apalagi saya aktif dalam pramuka, sikap peduli itu penting,” ucap mahasiswi S1 jurusan Pendidikan IPA itu. Sementara itu, Direktur Radar Banjar Peduli, Diauddin berpesan agar relawan nantinya bekerja ikhlas. Tanpa mengharapkan imbalan. “Jadi relawan itu berkah,” pungkasnya.(eka/at/nur)

Sumber : Radar Banjarmasin edisi Rabu 21 Februari 2018 halaman 14

About the author

admin administrator

Leave a Reply