Bersabar Hingga Akhir Hayat, Lahirkan Kebaikan yang Bertunas

Byadmin

Bersabar Hingga Akhir Hayat, Lahirkan Kebaikan yang Bertunas

Mengenang Sosok Suminem, Lansia Duafa Penderita Gagal Ginjal

Selama dua pekan dirawat di rumah sakit, tak ada keluhan keluar dari mulutnya. Sosok Suminem atau biasa disapa Mbah Suminem itu seolah menjadi cambukan bagi kita dalam berbuat kebaikan. Kini, Mbah Suminem tidaklah benar-benar tiada, karena beliau masih tetap hidup dalam kebaikan-kebaikan dan kasih sayang yang telah Ia lakukan semasa hidupnya.

(Wahyu Aji Saputra, Banjarbaru)

Mbah Suminem mungkin hanyalah perempuan tua yang tinggal di rumah sederhananya di Jalan Parambaian Sungai Besar, Banjarbaru. Namun, bagi Radar Banjar Peduli (RBP) Mbah Suminem telah menjadi pejuang hebat yang memberi arti.

Setiap perempuan pasti bermimpi memiliki suami yang dapat diandalkan dan mampu memberi nafkah yang cukup. Namun rupanya tidak bagi Mbah Suminem. Ia menikah dengan seorang lelaki yang memiliki kekurangan secara mental. Kasim, demikian lelaki itu biasa disapa. Meski begitu, Mbah Suminem tak pernah ragu memberikan kasih sayang untuk suaminya.

Sehari-hari Mbah Suminem berjualan nasi kuning dan lontong untuk menghidupi keluarga. Di mata para tetangga Mbah Suminem dikenal sebagai orang yang begitu baik, disenangi dan dihormati. “Mbah itu nggak segan untuk berbagi rezeki, padahal keadaan beliau serba kekurangan,” ujar Ratna, salah seorang tetangganya.

Apalagi, lanjut Ratna, tepat sekitar lima bulan yang lalu, Mbah Suminem menderita sakit. “Hampir seluruh badan Mbah Suminem bengkak. Jadi nggak bisa jualan. Untuk sekedar menghidupi sehari-hari saja cukup susah, apalagi untuk pengobatan,” ujarnya lagi.

Namun Tuhan ternyata sangat menyayangi Mbah Suminem. Uluran tangan para tetangga senantiasa ada untuknya. Dari makanan hingga membantu memperbaiki peralatan rumah tangga yang rusak.

Hingga pada Jumat (9/2) lalu, RBP akhirnya dipertemukan dengan Mbah Suminem melalui seorang dermawan yang telah lebih dulu membantu. Dengan semangat kemanusiaan, relawan Sahabat Kalsel menyambangi Mbah Suminem untuk dibawa ke rumah sakit agar dapat perawatan yang lebih layak. “Mbah sempat tidak mau, tapi saya dibantu beberapa tetangga membujuknya hingga berhasil,” terang Devi Putri Listyasari, relawan Sahabat Kalsel.

Ditemani oleh suami beliau, Mbah Suminem akhirnya dirawat di RSUD Ulin, Banjarmasin. “Menurut dokter, beliau menderita gagal ginjal jadi diharuskan perawatan yang intensif,” ucap Devi.

Selama di Banjarmasin pendampingan Mbah Suminem dibantu oleh para relawan dari Relawan Nusantara. Tak ada kesedihan yang diperlihatkan oleh Mbah Suminem selama dirawat. Ia malah bersikap sabar dan bahkan kebaikan hatinya masih dapat dirasakan oleh para relawan. “Nanti kalau sudah sembuh, saya bikinkan peyek ya,” ucapnya satu kali kepada para relawan disertai sebuah senyuman. Tak pelak ucapan itu membuat para relawan terharu.

Kasim, sang suami juga tak henti-hentinya memberikan curahan perhatian kepada Mbah Suminem. Tak jarang Kasim menyuapi dan memijat badan Mbah Suminem.

“Rasanya masih banyak yang ingin dilakukan bersama Mbah Suminem, ingin belajar hidup dari beliau. Namun, ternyata Allah lebih ingin bertemu dengan Mbah,” ungkap Devi.

Tepat hari Jumat (23/2), hari yang sama saat beliau masuk RS, Mbah Suminem menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 73 tahun. “Padahal saat itu Mbah mau proses cuci darah yang kedua,” pungkas Devi.

Tak ada cara yang paling indah dalam belajar berbagi kebaikan selain menjadi saksi dari kebaikan itu sendiri. Mungkin ini jua lah maksud dari takdir Tuhan untuk saling mempertemukan para insan kebaikan.

Kematian Mbah Suminem menuai nilai hidup yang luar biasa bagi para relawan. Mbah Suminem dengan waktunya telah membuktikan bahwa kebaikan yang tulus akan selalu mendapat tempat yang tepat. Dalam sisa hidupnya, masih ada benih kebaikan yang siap untuk bertunas kembali. Jadi, bagaimana dengan kita? Yang sudah menjalani masa hidupnya hingga sekarang? Adakah kebaikan yang bisa untuk ditinggalkan dan dikenang?.

Editor : Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply