Butuh Dukungan Besar Demi Revolusi Kebaikan

Byadmin

Butuh Dukungan Besar Demi Revolusi Kebaikan

Catatan Evaluasi Tahun 2017

Tahun 2017 menjadi tahun penyesuaian bagi Radar Banjar Peduli (RBP). Dimana di tengah kondisi internal yang masih harus berbenah, secara eksternal RBP juga harus memperbaiki performa karena kepercayaan masyarakat yang semakin besar.

Begitulah yang terungkapkan selama evaluasi tahunan yang diselenggarakan RBP sejak Selasa (19/12) hingga Jumat (22/12) lalu. Bertempat di Gedung Biru Radar Banjarmasin evaluasi berjalan dengan lancar. Selama hampir sepekan, tim pengelola yang terdiri dari Nurhayah, Achmad Ridho Indra, Retno Sulisetiyani, Devi Putri Listyasari, dan Azizah harus bergelut dengan catatan-catatan perjalanan selama tahun 2017. Catatan-catatan itu selanjutnya dilaporkan kepada Direktur RBP Dokter Diauddin dan Bendahara RBP Tini Elyn Herlina, Sabtu (23/12) kemarin.

Delapan tahun terakhir, tepatnya tahun 2009, RBP mulai bergerak melalui aksi-aksi sosial demi mengangkat harkat kaum duafa. Membuka keran kebaikan, tidak hanya soal kebencanaan. “Alhamdulillah kepercayaan masyarakat makin besar dimana makin banyak laporan kasus sosial yang masuk,” ujar Dokter Diauddin. “Kepercayaan itu tentu harus diimbangi performa yang baik, namun kami juga harus menghadapi masalah yaitu makin terkurasnya kas lembaga,” imbuhnya.

Hal ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi lembaga sebesar RBP, sehingga perlu terobosan baru. “Pilihannya hanya dua, begini-begini saja atau revolusi,” ucap Tini Elyn Herlina selaku perwakilan pengurus. “Selain membuka keran fundraising yang lebih besar, tahun 2018 RBP juga akan mulai optimalisasi keran bisnis,” pungkasnya.

Delapan tahun memang bukanlah waktu yang singkat dan RBP telah membuktikan kemampuannya dengan memberikan program-program terbaik. Dengan segala keterbatasanya, RBP terus mencoba berinovasi dan bersinergi. Buktinya, selama 2017 sebanyak 116 mitra telah bekerjasama dengan RBP. Sedangkan penerima manfaat yang telah merasakan kebaikan melalui RBP sebanyak 6.299 jiwa.

Banyaknya warga duafa yang kami temui menjadi motivasi agar kami terus hadir sebagai jembatan kemanusiaan. Dari penyandang kanker ganas, hingga anak-anak dengan prestasi emas. Betapa indahnya jika bisa terus-menerus memberikan kebahagiaan kepada mereka hingga akhirnya mereka bisa memandang hidup ini dengan positif. Bahwa betapa indahnya merasakan kebaikan hingga akhirnya mereka yang menjadi agen kebaikan-kebaikan itu. Dari diberi menjadi memberi.
Ayo dukung kami berbagi kebaikan!. 

Penulis : Devi Putri Listyasari

Editor : Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply