Dua Pemuda Kreatif Ikut Galang Dana Melalui Pensi Amal

Byadmin

Dua Pemuda Kreatif Ikut Galang Dana Melalui Pensi Amal

Oleh : Eggy Akbar Pradana, Banjarbaru

“Mari lukis kebahagiaan duafa lewat wajahmu,” begitu bunyi kampanye kemanusiaan yang diserukan oleh Radar Banjar Peduli (RBP) dalam beberapa pekan terakhir ini. Bukan tanpa sebab, ajakan berbagi kepedulian itu ternyata didukung oleh dua pelukis muda yaitu Antung Mika August (24 tahun) dan Nur Syifa (21 tahun). Keduanya turut melakukan penggalangan dana untuk anak-anak penderita kelainan jantung melalui penjualan lukisan sejak 1 April hingga 26 April 2018 nanti.

Antung Mika August atau kerap disapa Mika itu mengaku senang dilibatkan dalam kegiatan amal. “Berbagi itu merupakan hal yang indah dan tidak terbatas pada materi, kita bisa membantu dengan skill yang kita miliki,” ucapnya.

“Saya bisanya melukis, ya Saya bantu dengan kemampuan ini,” tutur Mika yang sejak duduk dibangku TK sudah senang sekali melukis terutama melukis wajah. “Sebelumnya saya sudah sering ikut acara-acara amal namun karena banyak kesibukkan jadi agak berkurang. Kebetulan kemarin diajak sama Shaleh yang menjadi ketua pelaksana dalam pentas amal jadi bisa kembali terlibat,” imbuhnya.

Serupa, Nur Syifa atau kerap disapa Syifa mengaku diajak juga dengan teman dekatnya, Hikmah, untuk berbagi kebaikan. “Ini pengalaman pertama ikut acara amal terkait lukisan, biasanya saya sebatas ikut berpartipasi dalam penggalangan dana langsung,” kata Syifa.

Jika Mika senang melukis wajah, mahasiswi Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat itu senang melukis galaksi (space). “Kelas 3 SMK (2015) Saya mulai tertarik melukis galaksi. Tepatnya setelah ikut orang tua ke Pelaihari, kebetulan pulangnya malam menggunakan mobil pick up. Saya rebahan di belakang, nah saya melihat galaksi dilangit malam kala itu. Sejak saat itu saya jatuh cinta dengan galaksi” ungkapnya.

“Saya ingin berbagi keindahan galaksi yang telah membuat saya jatuh cinta, kepada orang-orang, terutama untuk anak-anak kelainan jantung agar lebih semangat dalam menjalani hidup dan bisa menikmati keindahan lautan galaksi,” harap Syifa penuh haru.

Mika dan Syifa adalah contoh pemuda harapan bangsa. Melalui potensinya dalam hal melukis, mereka berupaya melukiskan kebahagiaan di wajah anak-anak yang kurang beruntung. Direktur RBP Dokter Diauddin mengapresiasi kedua sosok pemuda itu. “Luar biasa. Kiprah yang hebat sekali, terlebih mereka masih sangat muda. Kerelawanan dan kepedulian adalah dua hal yang harusnya menjadi karakter dalam diri kita semua,” ucap Dokter Diauddin.

Rencananya, hasil penggalangan dana dari lukisan akan diserahkan pada Jumat (27/4) nanti dalam kegiatan Pentas Seni untuk Amal (Pensi Amal). Acara berlangsung di Panggung Bundar Mingguraya dari pukul 20.00 wita sampai selesai.

Kegiatan Pensi Amal sendiri merupakan kerjasama RBP dengan berbagai lembaga dan komunitas, yaitu Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru, Sahabat Kalsel, Sanggar Kamilau Intan, Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI), dan Nanang Galuh Kota Banjarbaru. Shaleh, ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa Pensi Amal kali ini merupakan yang kali kedua dilaksanakan. Sebelumnya telah dilaksanakan di bulan Januari.

“Kita perlu menumbuhkan rasa empati di kalangan pemuda karena kepedulian adalah solusi bagi permasalahan kemanusiaan,” ujar Shaleh. Selain itu, menurutnya, kegiatan Pensi Amal bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar komunitas seni, lembaga kemanusiaan, kepemudaan, dan para stake holder. “Dengan konsep pertunjukan seni, kami juga ingin mengembangkan bakat seni di kalangan generasi muda Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Editor : Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply