Gelora Cinta Ulama Jadi Pemersatu Umat

Byadmin

Gelora Cinta Ulama Jadi Pemersatu Umat

Catatan Relawan Haul Akbar Abah Sekumpul 2018

Oleh Wahyu Aji Saputra

Menjadi relawan dalam peringatan Haul ke-13 Abah Guru Sekumpul tahun ini adalah yang pertama kalinya bagi Saya. Seperti kebanyakan orang, kesan mendalam juga Saya rasakan ketika berada di tengah-tengah ribuan Jemaah.

Menurut Saya, Haul Abah Guru Sekumpul memberikan berkat tersendiri bagi setiap orang. Dimana haul ini merupakan cara untuk para Jemaah untuk saling bersilaturahmi, bertemu satu sama lain, yang mungkin belum saling kenal sebelumnya. Selain itu, haulan ini juga telah menjadi momen berkumpulnya anggota keluarga yang lama tak berjumpa.

Satu hal yang paling berkesan adalah gelora kerelawanan dari berbagai penjuru tempat. Dari berbagai kalangan. Tanpa sekat. Semua membaur, bahkan tanpa undangan sekalipun.

Para relawan saling bahu-membahu untuk kelancaran acara besar tersebut. Berbagai posko kesehatan dan istirahat bagi jemaah banyak tersebar, tidak hanya di Sekumpul tapi juga sampai di Banjarbaru. Saya terlibat sebagai pasukan relawan di Gang Taufik bersama Sahabat Kalsel, Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himatekin), dan Mahasiswa Akper Pandan Harum. Kami, dengan berbagai latar belakang pendidikan dan daerah disatukan dengan semangat yang sama, kemanusiaan. Meski hanya sebagai tukang bagi nasi, tetapi hal tersebut sudah membuat Saya merasa bahagia karena dapat memberikan manfaat kepada para jemaah.

Jika kita lihat lebih luas, maka banyak amalan kebaikan yang terjadi kala itu. Kebaikan yang diberikan oleh relawan kesehatan kepada jemaah yang sakit, kebaikan yang dilakukan oleh pengatur arus lalu lintas agar tak ada kecelakaan ataupun kebaikan yang hanya dihantarkan oleh sebungkus nasi. Kebaikan tetaplah kebaikan, sekecil apapun itu.

Kegiatan keagaman yang terjadi setahun sekali ini menjadi implementasi dari berbagai aspek kehidupan umat. Selain faktor religi yang terkandung di dalamnya, rasa kemanusiaan dan sosial juga ikut melambung karenanya. Di sini kita bisa melihat rombongan jemaah yang begitu banyaknya dalam satu salawat yang sama, yang mungkin hanya terjadi di tanah Borneo setahun sekali. Di sini pula kita melihat setiap orang bisa saling membantu tanpa perlu kenal sebelumnya.

Haul Abah Guru Sekumpul seolah menjadi media pemersatu umat. Dimana saat ini umat sering kali diadu domba dengan berita-berita tak jelas (hoax). Tapi pada acara itu mereka menjadi lebih dari sekedar saudara. Ketika kita melihat berbagai ujaran kebencian berdatangan, kali ini satu sama lain saling bergandengan.

Banyak hal yang dapat kita ambil hikmah dan berkatnya dari kegiatan tahunan ini. Bahkan ada dampak yang menyebar luas kepada seluruh insan yang terlibat, salah satunya rasa kemanusiaan dalam bingkai kebaikan. Semoga kesan kebaikan juga dirasakan Presiden Joko Widodo yang turut hadir di tengah para Jemaah. Aamiin.

Editor: Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply