Jagoan Matematika, Menangkan LCC Museum Tingkat Nasional

Byadmin

Jagoan Matematika, Menangkan LCC Museum Tingkat Nasional

Penulis : Nurhayah

Muhammad Alfianur, SMP Negeri 1 Banjarbaru, salah satu anak asuh Radar Banjar Peduli

“Alhamdulillah, rasa syukur yang tidak terkira saya panjatkan kepada Allah SWT. Bagaimana tidak, harapan kami dapat mewakili Propinsi Kalimantan Selatan terwujud”, ungkap remaja 14 tahun tersebut.

Tepatnya pada Senin (03/09) lalu, Alfi beserta dua teman perempuannya Safira dan Ara lolos ke tingkat nasional untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) seputar Museum Nasional Indonesia. Ibu Ningsih selaku pendamping dari SMP Negeri 1 Banjarbaru mengaku bangga dengan prestasi yang mampu di peroleh anak didiknya tersebut. “Untuk bisa lolos ke tingkat nasional bagi saya tidaklah mudah, karena mata pelajaran yang diujikan adalah sejarah, jauh melenceng dari fokus ilmu yang saya kuasai yaitu matematika. Sehingga kesempatan ini benar-benar menjadi tantangan tersendiri bagi saya”, tutur Alfi siswa berprestasi yang jago matematika itu.

Selama tiga bulan ia mempersiapkan diri untuk menghadapi LCC di Jakarta. Mulai dari pembagian materi yang dilombakan hingga menghafal istilah-istilah asing. Materi yang menjadi fokus lomba meliputi sejarah, kebudayaan dan permuseuman. Alfi mendapat jatah untuk menguasai materi kebudayaan dan permuseuman. Yang paling sulit ketika harus menghafal istilah asing yang baru ia dengar dan ketahui serta membaca sesuai kaidah bahasa daerah. Walaupun demikian, Alfi tetap berusaha untuk mampu menguasai seluruh materi. Karena ia tidak sendiri, dua rekannya pun berjuang matian-matian untuk dapat memberikan hasil terbaik. Satu yang menjadi tujuan mereka yaitu mengharumkan nama sekolah serta tak luput dari menjadikan orang tua bangga.

Kalsel mendapat posisi di grup G bertanding dengan tim kontingen Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau. Perasaan gugup mulai mereka rasakan pada saat itu. Usai makan malam serta ramah tamah dengan kontingen lain, kami kembali belajar hingga pukul 11 malam dan bangun di sepertiga malam untuk melakukan salat Tahajud. Mereka yakin, bekal tidak cukup hanya dengan belajar tapi juga beribadah mendekatkan diri kepada Dzat yang memegang takdir.

Perasaan campur aduk mendadak menghampiri ketika tiba waktunya tim kontingen Kalsel untuk bertanding, mereka menyempatkan diri untuk meminta doa restu kepada seluruh pihak Museum. Alhamdulillah, pada babak pertama Kalsel berhasil unggul dengan perolehan skor 2.350. Pertandingan kembali dilanjutkan pada sore hari, mereka beradu lagi dengan tim kontingen DI Yogyakarta dan Kalimantan Barat. Sekali lagi puji syukur tak henti-hentinya mereka ucapkan, Kalsel kembali berhasil unggul dengan perolehan nilai 1.400. Empat ratus lebih unggul dari DI Yogyakarta yang membuat kami berhasil melaju ke babak final.

Pada hari penentuan, seluruh peserta menggunakan baju adat daerah masing-masing. Di babak final Kalsel berhadapan dengan sang juara tahun lalu, yaitu tim kontigen Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Pertandingan ini merupakan penentuan terakhir, hingga akhirnya Kalsel menang sebagai juara 2. Takdir yang terbaik telah Allah tentukan, Kalsel berhasil mencetak sejarah dari salah satu anak asuh Radar Banjar Peduli.

Muhammad Alfianur seorang anak remaja yang ceria, tumbuh tanpa sosok kuat seorang ayah. Ayahnya telah lama berpulang sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Memiliki semangat belajar yang cukup tinggi, terutama pada mata pelajaran matematika. “Biasanya yang ulun pelajari tu bukunya anak SMA, sampai kawan-kawan sekelas bingung kenapa Alfi membacai buku itu”, ungkapnya. Ya, ia baru duduk di bangku SMP, namun kemampuan belajarnya terlampau jauh.

Pada hari terakhir, seluruh peserta dari berbagai pulau pergi ke Monas. Tiba pada detik-detik mereka harus berpisah, pulang ke daerah masing-masing. Rasa haru dan sedih bercampur aduk menyelimuti hati para peserta, meski baru beberapa hari bersama namun kedekatan mereka seakan sudah erat, linang air mata mengantarkan perpisahan di antara mereka. Setibanya di bandara masih terngiang-ngiang kenangan bersama kawan-kawan hebat dari seluruh Indonesia. Semoga kelak di lain kesempatan kami bisa kembali bertemu, Amin.

Editor : Achmad Ridho Indra/ Devi Putri Listyasari

About the author

admin administrator

Leave a Reply