Lombok Bangkit, Salurkan Paket Pendidikan dan Sarana Air Bersih

Byadmin

Lombok Bangkit, Salurkan Paket Pendidikan dan Sarana Air Bersih

Oleh : Shaleh Alkatiri

Gempa yang mengguncang Lombok beberapa waktu lalu masih menyisakan duka di hati masyarakat Lombok. Meski begitu, semangat yang tinggi untuk segera bangkit menata kembali kehidupan nampak jelas terlihat, secara perlahan mereka mulai beraktifitas membangun perekonomian.  Radar Banjar Peduli (RBP) sebagai lembaga sosial yang ada di Kalsel mendapat kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat Banua untuk bisa menjadi jembatan bagi para dermawan ikut serta turut membantu masyarakat Lombok bangkit dari dukanya. Tepatnya pada Rabu (17/10) lalu RBP kembali menyalurkan bantuan tahap ke-2 untuk lombok. “Alhamdulillah saya kembali diberi amanah untuk menyalurkan langsung ke lokasi bencana yang pada Agustus lalu juga diberi kepercayaan oleh RBP,” ungkap Shaleh.

Dengan menggunakan transportasi udara (pesawat), saya berangkat dari Bandara Syamsudin Noor menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok. Meski sebelumnya mengalami delay selama kurang lebih dua jam, namun sama sekali tidak mengurangi semangat saya untuk menyampaikan amanah dari masyarakat Banua. Sesampainya di sana, saya dijemput kembali oleh pemuda lokal asli Lombok yang mana pada bantuan tahap pertama sebelumnya saya juga dijemput mereka, walaupun notabenenya merupakan korban gempa namun mereka sangat tertarik menjadi relawan RBP dan ingin membantu sesama korban bencana. Perjalanan menuju lokasi yang kami tuju untuk menginap memiliki waktu tempuh sekitar satu jam, tepatnya di rumah Lukman, seorang pemuda kreatif, relawan dan penduduk lokal Selagas, Lombok.

Keesokan harinya, saya bersama relawan asal Lombok berkumpul dan berdiskusi guna mencari informasi terkait bentuk bantuan dan titik lokasi prioritas untuk dibantu. Akhirnya kami pun mendapat informasi bahwa kendala mereka saat ini adalah kesulitan untuk menampung air bersih untuk mandi, minum, dan keperluan penting lainnya. Begitupun dengan paket pendidikan untuk menunjang semangat dan fasilitas belajar anak yang mereka pelajari di tenda-tenda darurat.

Setelah berdiskusi, saya dibantu relawan lokal membeli semua bahan keperluan program yang ingin disalurkan, karena bantuan tahap ke-2 RBP sepakat untuk membeli semua barang langsung di Lombok untuk membantu perekonomian warga daerah yang terkena dampak bencana. Malamnya kami langsung bergegas untuk merakit paket penampungan air bersih berupa pemipaan beserta keran dan tandonnya serta mengemas paket pendidikan untuk anak.

Pagi sekali di hari ketiga saya di Lombok, dengan penuh semangat kami berangkat  menuju lokasi Dusun Bebante, Desa Sumbalon Lumbung,  Kecamatan Sumbalon, Kabupaten Lombok Timur yang menghabiskan waktu perjalanan selama 4 jam menggunakan armada satu buah mobil pick up dengan membawa 3 paket penampungan air bersih dan puluhan paket pendidikan untuk anak serta mobil minibus kijang guna kami tumpangi. Sesampainya di lokasi kami disambut Fathurrahman selaku Kepala Dusun Bebante, beliau mengungkapkan kepanikan amat terdalam saat bencana itu datang tiba-tiba, karena dari total 365 kepala keluarga (KK) hampir 222 KK yang mengalami kerusakan parah akibat bencana gempa bumi. Dan tentunya beliau sangat berterima kasih kepada warga Kalimantan Selatan yang telah memberikan bantuan secara langsung dan sangat bermanfaat untuk keperluan sehari-hari warga Lombok Timur yang mayoritas mata pencaharian mereka adalah petani strawberry.

Pada keesokan harinya, Minggu pagi kami menuju lokasi pertama yaitu di Dusun Ranjok Utara, Desa Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat dengan menggunakan armada truk untuk mengangkut 1 tandon besar dan puluhan paket pendidikan untuk anak. Setelah itu kami langsung menuju lokasi kedua yaitu Lombok Utara dengan 7  titik pendistribusian bantuan. Titik pertama berlokasi di Dusun Batu Jompang, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan dengan menyalurkan bantuan berupa 1 paket penampungan air bersih dan puluhan paket pendidikan untuk anak. Titik kedua berlokasi di Dusun Suka Damai, Desa Santong, Kecamatan Kayangan bertempat di Madrasah Al-Baqiyatusshalihat yang semua siswanya masih belajar di tenda darurat, dengan menyalurkan bantuan 1 paket penampungan air bersih. Titik ketiga di Dusun Timur Tengah, Desa Daniang, Kecamatan Kayangan, bertempat di Mushalla darurat “Taman Surga”, dengan menyalurkan bantuan 1 paket penampungan air bersih dan puluhan paket pendidikan untuk anak. Titik keempat di Dusun Kopong Sebangun, Desa Sambe Bangkol, Kecamatan Gangga, bertempat di Masjid Baiturrahim, dengan menyalurkan bantuan 1 paket penampungan air bersih. Titik kelima di Dusun Lekok Timur, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, dengan menyalurkan bantuan 1 paket penampungan air bersih dan puluhan paket pendidikan untuk anak. Titik keenam di Dusun Pasan Baro, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, dengan menyalurkan bantuan 1 paket penampungan air bersih dan puluhan paket pendidikan untuk anak. Titik ketujuh di Dusun Telok Nare, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, bertempat di Masjid, dengan menyalurkan bantuan 1 paket penampungan ai bersih. Total hasil dari penyaluran bantuan yang bertitik dilokasi Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Utara berjumlah 11 paket penampungan air bersih dan 200 paket pendidikan untuk anak.

Alhamdulillah, amanah telah tersampaikan dengan baik ke masyarakat Lombok yang mengalami dampak gempa. Rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah Swt, atas kemudahan dan kelancaran yang telah diberikan kepada saya. Tidak lupa di hari terakhir saya di Lombok, masyarakat Lombok menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga Banua yang telah turut peduli terhadap musibah yang telah menimpa mereka. Teriring doa saya langkahkan kaki menuju Kalsel, semoga Lombok bisa segera bangkit dan menjalani kehidupannya secara normal.

Editor : Nurhayah

About the author

admin administrator

Leave a Reply