Mampu Bertahan Karena Punya Tabungan Hasil Kerja Keras

Byadmin

Mampu Bertahan Karena Punya Tabungan Hasil Kerja Keras

Kisah Purwanti yang Berjuang Melawan Sakit Demi Empat Anaknya

Purwanti (38 tahun) sementara ini didiagnosa dokter mengidap tumor rahim. Namun, hal itu tidak membuatnya gentar untuk terus menjalani hidup. Menjadi wanita lemah tidak ada dalam kamus Purwanti. Sembilan tahun hidup sebagai single parents sekaligus tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal, Ia jalani dengan tabah bersama keempat anaknya.

(Eggy Akbar Pradana, Banjarbaru)

Purwanti saat ditemui penulis dirumahnya di Kelurahan Sungai Besar Banjarbaru terlihat sedang terbaring di atas kasur, raut wajahnya pucat dan kelelahan. “Ini baru tadi siang terasa demam, setelah obatnya habis” tutur Purwanti.

Purwanti sendiri mengaku obatnya diperoleh sejak Kamis (22/3)  malam kemarin setelah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Idaman, Banjarbaru. “Sebelum pemeriksaan saya sempat  mengalami nyeri di bagian perut, kalo kaget itu kadang keluar darahnya. Saya kira awalnya ini haid tapi kok durasi haidnya berkepanjangan,” tuturnya.

“Diagnosa awal katanya ada tumor, tapi perlu diperiksa lagi lebih lanjut,” imbuhnya.

Selanjutnya Purwanti memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Selasa (27) kemarin. “Alhamdulillah, kemarin ada acil awal, tetangga saya yang menemani berobat ke Banjarmasin,” ucapnya.

Purwanti tidak memiliki BPJS sehingga untuk pemeriksaan ini Ia harus menggunakan tabungannya. “Selama pemeriksaan sudah habis 2jutaan,” akunya.

Kondisinya yang tidak stabil, membuat Purwanti terpaksa berhenti bekerja. Sebelumnya, Ia bekerja sebagai tukang pijat dan lulur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang, untuk bertahan hidup bersama empat anaknya, Ia harus menggunakan tabungan.

Ayu, anaknya yang sulung, terlihat khawatir melihat kondisi Purwanti. Ayu mengatakan kondisi ibunya lemas, kecapean dan pucat karena rendahnya kadar hemoglobin dalam darahnya akibat pendarahan yang dialami selama ini.

Ayu membenarkan ibunya lah selama ini yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia sendiri masih kuliah sambil membantu ibunya, adik keduanya terpaksa berhenti sekolah sejak lulus SMP, adik ketiga dan keempatnya masih sekolah dasar. Ayu bersama ketiga adiknya dengan sabar merawat ibunya setiap hari, untuk urusan masak-memasak dan membersihkan rumah mereka berbagi tugas.

Namun Ayu beruntung memiliki teman-teman kuliah di Himpunan Kimia (Himamia) Redoks yang peduli dengan kondisinya saat ini. Jumat (30/3) kemarin mereka menggelar aksi penggalangan dana untuk Purwanti.

“Keluarga Himamia Redoks menggalang dana sebagai wujud solidaritas untuk meringankan beban adik tingkat kami, yaitu Ayu. Semoga bisa membantu,” kata Dimas Aji Saputra sebagai penanggung jawab kegiatan. Aksi yang berlangsung sejak pukul 8 pagi itu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 3.762.200 dan akan diserahkan langsung kepada Ayu.

Editor : Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply