Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidik Paud dengan Kegiatan yang Beragam

Byadmin

Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidik Paud dengan Kegiatan yang Beragam

Penulis : Wahyu Aji Saputra

Sekolah sekolah PAUD sekarang begitu banyak tersebar di Kota Banjarbaru. Jumlah muridnya pun sudah tak sedikit seperti dahulu. Oleh karena itu sekolah sekolah PAUD diharapkan dapat menjadi tempat bagi para anak untuk melatih perkembangan kecerdasan mereka. Apalagi masa anak-anak merupakan masa-masa emas bagi perkembangan mereka. Selaras dengan kewajiban tersebut, HIMPAUDI Banjarbaru mengadakan workshop dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD.

Selasa (11/9), bertempat di Balai LPMP, HIMPAUDI menyelenggarakan workshop yang membahas mengenai pentingnya keragaman aktivitas dalam kegiatan proses mengajar di kelas. Workshop ini juga merupakan rangkaian acara untuk memperingati hari ulang tahun HIMPAUDI yang ke-13. Selain workshop, ada juga rangakaian acara yang diadakan pada beberapa minggu sebelumnya, yaitu jalan santai dan outbond.

Menurut Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Ibu Ririen Kartika Rini bahwa anak anak merupakan masa masa emas dalam perkembangan mereka. “Mendidik anak agar karakternya terbentuk itu merupakan hal yang penting. Tidak hanya untuk anak usia PAUD tetapi juga pada jenjang seterusnya. Anak-anak pun lebih bagus dalam menerima pembelajaran jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” terang beliau dalam pembukaan workshop.

Dalam workshop tersebut turut menghadirkan Bunda Sisilia Mariyati yang merupakan konsultan PAUD di berbagai provinsi di Indonesia. Ketika acara berlangsung beliau memaparkan bagaimana membuat sebuah kegiatan inti bagi anak-anak dalam kelas. Dalam penuturanya kegiatan yang berbasi kurikulan 2013 (K13) bagi sekolah PAUD itu penting. K13 yang mengarahkan anak-anak terlibat langsung dalam metode belajar yang bersifat eksploratif juga perlu sebuah keragaman agar tidak membosankan.

Bunda Sisil yang juga merupakan Tim Instruktur Nasional K13 juga menekankan bagaimana perlunya kreatifitas bagi para tenaga pendidik. Ketika workshop berlangsung pun para peserta yang merupakan guru-guru PAUD juga diajak untuk melakukan berbagai aktivitas yang memacu kreatifitas mereka. Dimana kedepannya dapat menjadi referensi teknik mengajar yang bisa digunakan di kelas.

Anak-anak lebih butuh banyak bergerak dan tidak bisa terpaku diam ditempat saja. Bunda Sisil juga sangat menekankan bagaimana membuat keragaman kegiatan di dalam kelas. Tidak hanya menggunakan kertas kerja saja. Karena jika anak-anak hanya melakukan aktivitas di kertas kerja, maka hal tersebut akan membuat anak-anak merasa bosan dan juga sulit untuk mengembangkan kecerdasan mereka. Lagi, Bunda Sisil selalu mengatakan bahwa bergerak bagi anak dapat mengaktifkan sel-sel otak anak yang dalam tahap pertumbuhan.

Workshop juga tak hanya soal pemaparan materi saja. Bunda Sisil juga mengajak para peserta untuk membuat media ajar yang menarik. Para peserta sebelumnya sudah membawa berbagai persiapan bahan-bahannya seperti kardus, kertas, karton dan berbagai bahan yang sering ada di kelas PAUD. Hal ini dapat melatih para guru untuk melihat segala sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat bermain yang mengandung nilai edukasi di lingkungan kelas. Sehingga pengajaran tidak selalu sama dan monoton setiap pertemuan.

Tidak hanya itu, dalam rangkaian acara ulang tahun ini, HIMPAUDI juga turut menggalang donasi bagi korban gempa Lombok. Ketua HIMPAUDI Kalsel, Dedey Rusyadi juga mengatakan bahwa dana yang terkumpul akan disumbangkan bagi sekolah PAUD yang tertimpa bencana di Lombok. “Semoga hal ini juga menjadi amal jariah bagi HIMPAUDI,” terang beliau.

Editor : Achmad Ridho Indra

About the author

admin administrator

Leave a Reply