Mitra Peduli – Paud Mutiara, 12 Tahun Berkiprah Mendidik Generasi

Byadmin

Mitra Peduli – Paud Mutiara, 12 Tahun Berkiprah Mendidik Generasi

Kepala Sekolah Paud Mutiara Nurhayati SPd AUD menilai bahwa perilaku tak lazim yang ditunjukkan oleh anak-anak merupakan akibat dari tidak adanya penanaman pembiasaan positif sejak usia dini. Seperti yang baru-baru ini ramai diberitakan, yaitu seorang murid yang tega memukul gurunya hingga meninggal dunia. Atau seorang murid yang berani memaki gurunya, bahkan menantang untuk berduel. “Sungguh miris rasanya. Namun semua itu bukan kesalahan si anak tentunya. Keluarga, masyarakat dan lingkungan punya andil besar dalam membangun karakter anak,”ujar Nurhayati yang ditemui di tengah-tengah acara milad Paud Mutiara.

Sabtu (10/2) kemarin Paud Mutiara memang sedang merayakan miladnya yang ke 12. Nurhayati menyampaikan bahwa dalam momentum 12 tahun Paud Mutiara ini ingin kembali mengingatkan betapa pentingnya pembiasaan positif sejak usia dini. “Peran pengasuhan adalah tanggungjawab keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Maka marilah kita bergandengan tangan menyelaraskan pola asuh untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Menurut Nurhayati yang juga merupakan Ketua Himpaudi Kota Banjarbaru itu, terjadi salah kaprah pengasuhan anak-anak usia dini. “Banyak yang berpikiran bahwa budaya pola asuh zaman dulu masih relevan digunakan zaman sekarang. Namun coba kita lihat, bangsa ini masih membutuhkan KPK untuk memberantas korupsi. Itu satu contoh saja,” ucap Ibu dari dua anak itu yang kerap disapa Bunda Nur.

Bunda Nur menekankan bahwa jika bisa kita tumbuhkan karakter positif sejak dini, maka Ia yakin bangsa ini akan menjadi Negara beradab yang maju. “Kalau bisa dicegah kan lebih baik,” imbuhnya.

Dalam membuktikan komitmennya terhadap dunia pendidikan anak usia dini, Paud Mutiara secara rutin menggelar kegiatan seminar parenting untuk para orang tua dan masyarakat. Khusus milad ke 12 kemarin, dihadirkan Widyawati SPd sebagai narasumber.

Widyawati yang juga telah lama berkiprah di dunia Paud menyampaikan tentang pola asuh yang penting diketahui para orang tua. “Biasakan pagi hari memberikan senyuman pada anak, datarkan suara saat bicara, tidak perlu marah, dan bicaralah yang santun,” ujarnya di hadapan puluhan guru dan orang tua yang hadir.

Menurut Widyawati, orang tua itu bukan hanya ayah dan ibu. Namun ada kakek, nenek, kakak, adik, dan lingkungan masyarakat. “Kita harus bekerjasama dalam memfasilitasi anak-anak usia dini melewati usia kritis, yaitu usia nol sampai lima tahun atau golden age,” ucapnya.

Para orang tua yang hadir terlihat antusias menyimak paparan Widyawati. Salah satunya Endang, warga Jalan Golf Landasan Ulin, yang duduk bersama putrinya, Nanas (4,5 tahun). “Kegiatan seperti ini sangat membantu saya dalam mendidik anak-anak di rumah. Meski kadang-kadang saya masih kurang sabar,” akunya seraya tertawa malu. “Nanas di rumah sering bantu saya cuci piring. Pembiasaan ini lah yang saya lihat sangat ditanamkan di Paud Mutiara,” ucap guru SMPN 4 Banjarbaru itu. Kepercayaan Endang dibuktikan dengan menyekolahkan kedua anaknya di Paud Mutiara.

Sebelumnya, perayaan milad ke 12 Paud Mutiara juga diramaikan dengan lomba-lomba yaitu lomba microteaching untuk guru-guru dan lomba fashion show pakaian daur ulang untuk para murid. Keseruan dan kebersamaan terasa dari suasana kekeluargaan yang dihadirkan. Mewakili Paud Mutiara, Bunda Nur menyampaikan ucapan terima kasih kepada komite sekolah, stakeholder, pemerintah, dan masyarakat atas semua dukungan yang telah diberikan selama ini. “Seperti manusia, kami sedang menginjak usia remaja, maka masih butuh motivasi dan dorongan agar bisa lebih baik dalam memberikan kontribusi positif untuk bangsa,” pungkasnya.

Seperti harapan Bunda Nur, sekiranya begitulah harapan kita semua.

penulis: retno sulisetiyani

editor: retno sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply