Parenting Desa, Berinovasi Demi Perbaikan Banua

Byadmin

Parenting Desa, Berinovasi Demi Perbaikan Banua

Lemahnya pengasuhan anak ternyata bukan lagi persoalan bagi keluarga duafa atau tidak mampu, namun juga terjadi di keluarga mampu yang bahkan berpendidikan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Himpaudi Kota Banjarbaru Hj Nurhayati SPd kepada RBP disela silaturahminya ke kantor RBP di Gedung Biru Radar Banjarmasin Rabu (17/1) kemarin.

Menurut Nurhayati ada saja persoalan pengasuhan anak yang dihadapi di sekolahnya, padahal rata-rata orang tuanya berpendidikan. “Artinya persoalan ini sudah menjadi persoalan kita semua, sehingga diperlukan perhatian dan kerja dari semua pihak,” ujarnya.

Melihat tersebut, lanjutnya, program Parenting Desa yang digagas RBP harus dilanjutkan. “Ini ide yang sangat bagus, agar pendidikan bukan hanya berada di lingkungan khusus, namun bisa dibangun bahkan di rumah-rumah warga,” ucap Ibu dua anak itu.

Keseriusan Himpaudi dengan upaya penanaman pola asuh anak yang benar terlihat dari inovasi yang diberikan terhadap program ini. Rencananya, konsep baru program bertujuan pada penanaman pembiasaan. Pertemuan tidak lagi bersifat berkeliling, tapi fokus untuk enam titik saja dimana masing-masing titik dilaksanakan dua kali pertemuan. “Harapannya dalam setahun ada enam kelompok masyarakat yang terbina, nanti ada nilai ukur yang kami siapkan sebagai indikator keberhasilan,” imbuh Nurhayati.

Sekretaris Himpaudi Kota Banjarbaru Endang Puryani yang juga hadir menambahkan bahwa penanaman pembiasaan menjadi penting karena hal tersebut adalah dasar dari pembentukan karakter. “Kita miris dengan tata krama dan kesopanan anak-anak zaman sekarang, jadi memang harus dimulai dari keluarga. Ayah ibu sebagai teladan bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Direktur RBP Dokter Diauddin MKes melalui Manajer Keuangan Nurhayah menilai konsep baru yang ditawarkan Himpaudi adalah inovasi yang sangat bagus. “Dukungan Himpaudi Kota Banjarbaru menjadi motivasi dan semangat bagi kami, karena tanpa dukungan berbagai pihak tentu kami bukanlah apa-apa,” ujar Nurhayah yang saat itu menerima kunjungan Himpaudi di ruang rapat Radar Banjarmasin lantai 2.

“Kami berharap tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, dapat memberi manfaat yang lebih besar untuk masyarakat,” pungkasnya.

Parenting Desa sebagai wujud kepedulian RBP pada permasalahan bangsa tentu tak bisa berjalan sendiri. Hakikatnya manusia itu sendiri adalah makhluk sosial, maka RBP perlu berbagai pihak termasuk masyarakat untuk bisa terus bergerak menggaungkan kepedulian. Terima kasih kepada Himpaudi Kota Banjarbaru atas sinergi yang saling menguatkan ini.

Kami juga meminta dukungan dari para dermawan di banua untuk bisa menyisihkan sebagian hartanya untuk program-program sosial seperti ini. Donasi terbaik Anda menjadi kebahagiaan kita semua. Ayo bergotong-royong membangun banua.

penulis: Retno Sulisetiyani

editor: Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply