Pentingnya Ilmu Parenting Bagi Orang Tua

Byadmin

Pentingnya Ilmu Parenting Bagi Orang Tua

Penulis : Nurhayah

“Adakah bunda-bunda di sini ketika akan menikah mendapatkan sekolah berumah tangga? Jawabannya tidak ada ya bunda. Pada hal kita menikah salah satu tujuannya untuk mendapatkan keturunan, untuk bisa mengisi Negara ini, memimpin Negara ini, tapi sekolahnya tidak ada. Lalu bagaimana kita akan mampu menghasilkan anak-anak yang berbakat, anak-anak yang mampu diharapkan menjadi pemimpin, menjadi suri tauladan, sementara kita sendiri sebagai orang tua tidak memiliki pengetahuan bagaimana mendidik anak-anak kita dengan baik.”  Tutur Bunda Nurhayati, saat membuka program parenting yang setiap bulannya rutin dilaksanakan oleh Radar Banjar Peduli bekerjasama dengan Himpaudi Kota Banjarbaru.

Pertemuan ini merupakan kedua kalinya setelah bulan sebelumnya ibu-ibu kampung Kuranji telah diberikan materi seputar pola pengasuhan positif pada anak. Masih bertempat di PKBM Kuranji, kegiatan dalam rangka mengedukasi masyarakat khususnya orang tua ini disambut antusias oleh 26 peserta yang didominasi kaum ibu. “Saya sebenarnya sangat berharap kegiatan edukasi ini tidak hanya dihadiri oleh ibu-ibunya saja namun juga para ayah, karena ayah punya peran penting dalam membentuk karakter anak” Lanjut bunda Nurhayati.

Pada pertemuan ini, bunda Hayati selaku pemateri dari Himpaudi melakukan evaluasi sekaligus menggali masalah terhadap aplikasi dari materi yang telah diberikan. Dimana pada pertemuan sebelumnya para orang tua diberikan kuesioner berupa lima point pembiasaan positif yang harus mereka terapkan di rumah masing-masing. Ada beberapa masalah seperti yang di alami bunda Amita, ibu dari dua anak ini menuturkan jika anaknya sulit sekali di ajari membaca do’a harian serta kurang mendengarkan orang tua akibat asik main HP. Ada juga cerita dari nenek Sardiah yang telah menerapkan kedisiplinan pada cucunya yang beliau asuh sejak lahir “Alhamdulillah cucu saya itu sudah terbiasa melakukan keperluannya sendiri, sudah banyak hafal doa harian karena kebetulan dirumah saya juga mengajari anak-anak mengaji.”

Dalam kesempatan itu bunda Hayati memberikan beberapa tips dari permasalah yang dihadapi para orang tua, “Bunda, pada dasarnya anak-anak lebih pada meniru apa yang orang tuanya lakukan, jadi perlihatkan saja perilaku positif kita dihadapan mereka. Terkait anak yang suka main hp maka hal pertama yang perlu bunda lakukan adalah mengajaknya bicara, komunikasi antara orang tua dan anak harus terjalin dengan baik, selanjutnya orang tua jangan sampai main hp di hadapan anak, harus bisa mengurangi pegang hp terutama saat bersama anak. Karena masalah gadget ini sudah sangat merusak dan akan sulit merubahnya jika anak-anak kita telah kecanduan main gadget.”

Bunda Hayati juga memberikan apresiasi kepada nenek Sardiah yang telah menerapkan kedisiplinan dalam mendidik cucunya “Apa yang sudah nenek lakukan itu sudah luar biasa, yang terpenting cara mendidik harus sama antara nenek dan orang tua atau siapa pun orang dewasa yang dekat dengan anak kita. Agar anak-anak tidak bingung setelah besarnya nanti. Hal ini penting karena pola asuh yang berbeda dapat menyebabkan perilaku menyimpang serta memiliki sikap kebingungan,” lanjutnya.

Di akhir acara dilakukan pembagian nutrisi berupa susu formula untuk anak-anak usia 1 sampai 5 tahun. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Himpaudi yang selama ini telah bekerjasama dalam memberikan edukasi parenting untuk para orang tua, serta Bank Kalsel Banjarbaru yang juga turut berpartisipasi mendukung kegiatan kami berupa pemberian nutrisi untuk anak,” tutur Devi selaku koordinator program.

Editor :  Achmad Ridho Indra

About the author

admin administrator

Leave a Reply