Sahabat Kalsel: Bentuk Karakter Peduli Melalui Kelas Relawan

Byadmin

Sahabat Kalsel: Bentuk Karakter Peduli Melalui Kelas Relawan

Semangat yang ditunjukkan relawan Sahabat Kalsel ternyata bukan hanya soal berbagi, namun mereka juga senantiasa semangat menimba ilmu. Hal ini dibuktikan dengan program-program peningkatan kapasitas dan wawasan, salah satunya Kelas Relawan.

Seperti yang terlihat pada Minggu (11/3) kemarin di Perpustakaan Daerah Banjarbaru para relawan Sahabat Kalsel berkumpul menimba ilmu bersama pakar, Hasibah Eka Rosnelly yang kerap disapa para relawan dengan sebutan Bunda Lily.

Bunda Lily adalah seorang psikolog yang rupanya telah begitu akrab dengan para relawan. “Kemarin kita sudah belajar tentang trauma healing kan ya? Jadi hari ini kita akan belajar bagaimana menjadi seorang konselor,” ujar Bunda Lily.  Sebanyak 10 relawan yang hadir saat itu terlihat antusias mengikuti kelas. Diskusi pun diselingi dengan candaan membuat proses belajar menjadi asyik diikuti.

“Kelas relawan bertujuan untuk membentuk karakter, skill dan pengetahuan bagi relawan Sahabat Kalsel karena kami yakin bahwa menjadi relawan adalah bagian dari solusi. Bagaimana menjadi solusi jika relawan tak punya kapasitas?” kata Hermawan selaku Koordinator Strategi Program Sahabat Kalsel.

“Kami juga memiliki program lain yaitu Gemass (Gerakan Masyarakat Sadar Sampah), charity area, story telling kampung purun, orientasi relawan, sedekah nasi bungkus, serojah (Sedekah Roti Jumat Berkah). Dalam waktu dekat ini bersama dengan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) kami juga akan mengadakan volunteer camp” pungkasnya.

Namun, siapa sangka sebelum mencapai titik semangat relawan tanpa pamrih untuk warga banua ternyata Sahabat Kalsel sempat mengalami masa vakum. “Kami dibentuk tanggal 28 Februari 2016. Kelahiran Sahabat Kalsel tidak lepas dari peran dan inisiasi RBP (Radar Banjar Peduli). Namun Sahabat Kalsel sempat mengalami vakum selama lima bulan lamanya. Namun, tepat tanggal 16 November 2017 kembali aktif dan sampai sekarang sudah 64 orang bergabung,” cerita Ahmad Khairil selaku Ketua Sahabat Kalsel.

Ahmad Khairil berharap keberadaan Sahabat Kalsel lebih berarti lagi untuk masyarakat. “Dengan dukungan para relawan lah Sahabat Kalsel bisa sampai dititik ini. Semoga kedepannya bisa lebih berarti keberadaannya bukan hanya bagi warga banua namun juga bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.

“Berilah kekuatan sekuat baja, untuk menghadapi dunia ini, untuk melayani dunia ini. Berilah kesabaran seluas angkasa, untuk mengatasi siksaan ini, untuk melupakan derita ini. Berilah kemauan sekuat garuda, untuk melawan kekejaman ini, untuk menolak penindasan ini. Berilah perasaan selembut sutera, untuk mempertahankan kemanusiaan ini, hidup relawan!” (Subagio Sastrowardoyo). 

Penulis: Eggy Akbar Pradana

Editor: Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply