Serunya PPGD 2018, Tambah Skill dan Teman

Byadmin

Serunya PPGD 2018, Tambah Skill dan Teman

Mitra Peduli – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

“Asyik! Rame banar latihannya. Bisa belajar tekniknya satu-satu,” begitu tutur Irwan Nasrudin, siswa kelas 10 IPS SMA Karang Intan kepada penulis di sela kegiatan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) yang digelar Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Selasa (10/4) dan Rabu (11/4) tadi. Selain kegiatan yang seru, Irwan juga mengaku mendapatkan banyak teman baru. Hal senada juga diserukan dua rekannya, Arya dan Aldi. Ketiganya terlihat bergembira bersama puluhan peserta lainnya.

PPGD 2018 itu juga diikuti oleh siswa-siswi dari SMAN 1 Martapura, SMAN 2 Martapura, SMKN 1 Martapura, MA Hidayatullah Martapura, SMAN 1 Banjarbaru, dan SMK Borneo Lestari.

Kepala Unit Pengabmas Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Dr Waljuni Astu Rahman SKM MPd selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan itu bertujuan untuk melahirkan relawan-relawan yang mampu menangani kondisi gawat darurat. “Ini nantinya diharapkan bisa menekan angka kematian akibat kecelakaan,” ujar lelaki yang akrab disapa Awal itu.

Hari pertama, para peserta diberikan pemahaman tentang kondisi gawat darurat. Sedangkan hari kedua mereka diajari langsung praktek bagaimana membalut luka, mengangkat korban, hingga melakukan penyelamatan pada kasus orang pingsan atau tenggelam. Bertindak sebagai narasumber yaitu Dosen Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Nasrullah dan Staf IGD RS Idaman Banjarbaru Hadri.

Di awal pemaparan, Nasrullah menyampaikan kritik sosial tentang fenomena masyarakat yang jika terjadi kecelakaan malah mengambil foto, bukannya menolong. “Ini jadi perhatian saya. Karena banyak orang sembarang ambil foto, sembarang juga menyebarkannya. Hal ini melanggar etika,” ucap Nasrullah. “Jika terjadi kecelakaan maka manusianya dulu yang ditolong,” imbuhnya.

“Kegiatan seperti ini bagus sekali, bisa membekali siswa dengan kemampuan teknik BHD (bantuan hidup dasar) dimana di luar negeri sudah masuk kurikulum sekolah. Semoga lebih banyak lagi instansi kesehatan yang mau memberikan pengabdian seperti ini,” ucap Hadri.

PPGD 2018 untuk siswa adalah yang perdana dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dan diberikan secara gratis sebagai perwujudan tridarma perguruan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Pudir I Bidang Akademik Abdul Khair SKM MSi. “Kami sebagai lembaga pendidikan professional tentu berkewajiban memberikan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dengan membuat pelatihan-pelatihan seperti ini,” ungkap Abdul Khair. “Semoga para peserta nanti jika ada kejadian gawat darurat bisa membantu dalam pertolongan pertama,” imbuhnya,

Abdul Khair juga mengaku senang melihat antusias peserta. “Terima kasih atas partisipasi para peserta yang selalu semangat hingga akhir kegiatan, ini kebanggaan bagi kami,” pungkasnya.

Ke depan, Abdul Khair menyampaikan bahwa PPGD akan semakin dikembangkan kepesertaannya, bahkan mungkin hingga tingkat provinsi.

Penulis/editor: Retno Sulisetiyani

About the author

admin administrator

Leave a Reply