Siaga Bencana, Relawan Sahabat Kalsel Adakan Kelas Dapur Umum

Byadmin

Siaga Bencana, Relawan Sahabat Kalsel Adakan Kelas Dapur Umum

Beberapa pekan lalu, Sahabat Kalsel kembali mengadakan kelas relawan. 10 orang relawan hadir bersama para warga sekitar. Kelas kali ini bertemakan dapur umum untuk bencana alam. Para relawan belajar mengenai kandungan gizi yang terdapat di dalam makanan serta memasak bersama para ibu penduduk sekitar desa. Mereka dilibatkan mengingat di dalam dapur umum yang lebih berperan aktif adalah warga sekitar terutama para ibu.

Kelas relawan yang berlangsung berbeda dari biasanya. Suasana pedesaan dengan pemandangan alam memanjakan siapapun yang datang. Bertempat di Kampung Purun para relawan dan warga setempat belajar mengenai kualitas makanan serta gizi yang seimbang.

Masalah gizi memang penting bagi anak anak. Pada masa pertumbuhan anak perlu asupan nutrisi dan gizi yang terpenuhi. Oleh karena itu, wajib menghidangkan makanan yang tak hanya mengenyangkan namun juga menyehatkan.

Pemaparan materi kali ini dibawakan oleh Nadia Susiyana, seorang mahasiswi Politeknik Kesehatan Banjarmasin. “Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas gizi yang terkandung dalam makanan adalah cara memasaknya” ungkap gadis manis berkacamata itu. Nadia juga memberikan tips bagaimana memadu padankan makanan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Setelah pemaparan mengenai kandungan gizi makanan, para relawan membuat simulasi dapur umum dalam bencana. Ketika musibah menimpa suatu daerah, otomatis ketersediaan pasokan makanan terhambat. Meski terkendala dalam konsumsi, masyarakat tetap harus menerima makanan untuk kelangsungan hidup mereka.

Dapur umum menjadi tempat utama sebagai pemasok makanan sementara ketika terjadi bencana. Relawan maupun warga setempat harus mampu dalam menyediakan bahan makanan yang mencukupi kebutuhan tubuh bagi masyarakat yang terdampak bencana. Agar kondisi masyarakat akibat bencana tetap terjaga kesehatannya, harus ditunjang dengan makanan yang tepat dan sehat.

“Luar biasa, ternyata makanan itu tidak harus mewah yang penting kandungan gizi yang terkandung di dalamnya”, ungkap Hayah salah satu relawan yang hadir di kelas itu. Usai belajar dan memasak, para relawan dan warga khususnya para ibu, makan siang dan berbincang bersama. Dengan pengetahuan kandungan gizi makanan ini, para relawan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan makanan yang sehat, aman dan bergizi dimanapun mereka berada.

Penulis : Wahyu Aji Saputra

EditorĀ  : Devi Putri Listyasari

About the author

admin administrator

Leave a Reply