Tak Henti untuk Berbagi di Akhir Pekan

Byadmin

Tak Henti untuk Berbagi di Akhir Pekan

Penulis : Devi Putri Listyasari

“Kakak, tadi aku cari kalian tapi nggak ada. Katanya mau charity area sekalian gemass,” keluh Nadia perempuan berkacamata mahasiswi ahli gizi itu. Benar saja, para pengurus Sahabat Kalsel baru akan beraksi pada pekan depan. Semangatnya sangat menggebu setelah cukup lama kami vakum.

Minggu lalu (23/9) rutinitas kami para relawan Sahabat Kalsel kembali berjalan. Stand Charity Area dan Gerakan Masyarakat Sadar Sampah (GEMASS) menjadi fokus para relawan. Menjadikan contoh dan wujud kesadaran kita sebagai makhluk yang hidup berpijak di bumi ini. Bertempat di lapangan Murjani dan wilayah kantor Gubernur Kalsel rutinitas kami berbarengan dengan agenda Car Free Day (CFD).

Stand Charity Area yang bertempat di lapangan Murjani merupakan aksi kepedulian kita terhadap donasi pakaian layak pakai yang didonasikan ke Radar Banjar Peduli (RBP) dimana pakaian donasi tersebut disortir kembali dan dikelompokkan menjadi pakaian yang memiliki nilai jual kembali dan pakaian tepat guna. Pakaian yang memiliki nilai jual dipajang di Stand Charity Area ddan dijual dengan harga yang bersahabat, dari hasil penjualan akan diperuntukkan pada kegiatan relawan yang tidak jauh dari aksi kepedulian sosial. Sedangkan pakaian tepat guna kami salurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan untuk keperluan sehari-hari hingga bekerja di kebun dan sawah.

GEMASS kali ini dilaksanakan di CFD wilayah kantor Gubernur Kalsel. Relawan dari mahasiswa Himatekin ULM yang turun langsung dalam aksi tersebut. GEMASS begitu singkatannya adalah aksi edukasi bagi masyarakat yang hadir di CFD terkait kesadaran dalam pengelolaan sampah harian. Berangkat dari masih rendahnya kepedulian dari tiap individu untuk mengelola sampah pada tempatnya. Sampah bukan berarti barang kotor dan berbau busuk yang tak bernilai. Jika masing-masing dari kita peduli, tak akan ada sampah yang menggunung memenuhi sebagian wilayah kota. Pemerintah sendiri sudah membentuk beberapa komunitas peduli lingkungan untuk memberikan edukasi pada masyarakat, mulai dari penghijauan hingga pemanfaatan kembali limbah sampah.

Selain itu, terdapat lapak baca yang dikelola oleh komunitas Teaching and Trip. Para relawan memiliki harapan besar menggalakkan gemar baca buku bagi seluruh kalangan masyarakat. Seperti istilah “Buku adalah jendela untuk kita mengenal dunia”. Buku dapat membuka pikiran bagi pembacanya. Yang sudah tau, menjadi pengingat. Yang belum tau, menjadi tau. Membentuk pola pikir manusia menjadi berkembang.

Dari berbagai komunitas kami saling berpegangan tangan, saling membantu, mendukung dan menjaga satu sama lain untuk mengukir setiap kepedulian yang terlahir. “Berbagi bukan hanya tentang memberi, tapi mengedukasi untuk menjadi lebih baik,” ungkap Wahyu salah satu anggota relawan Sahabat Kalsel.

Editor : Achmad Ridho Indra

About the author

admin administrator

Leave a Reply