Berita

Byadmin

Mahasiswa Harus Berkontribusi Langsung di Tengah Masyarakat

Edukasi Relawan bersama Hima Teknologi Industri Pertanian ULM

“Mahasiswa seharusnya tidak hanya belajar di bangku kuliah namun harus lebih peka lagi dan bisa melihat persoalan – persoalan yang ada di lingkungan sekitar untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai mahasiswa yang merupakan sebagai agen tonggak perubahan” (Susi, Dosen Fakultas Pertanian ULM)

Kesadaran untuk senantiasa memacu jiwa muda dalam diri mahasiswa itulah yang membuat Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian (Himatekin) menggelar sebuah acara silaturahmi bersama Sahabat Kalsel dan RBP pada Sabtu (4/3) kemarin. Kegiatan yang bertajuk pengembangan motivasi dan semangat kerelawanan itu memang bermula dari keinginan Himatekin untuk lebih mengenal Sahabat Kalsel dan RBP. Sejak Nopember 2016 yang lalu Himatekin telah menjadi bagian dari GPS (Gerakan Pungut Sampah) yang digelar setiap minggu di Lapangan Murjani, Banjarbaru.

Eko Subiyantoro selaku Ketua Sahabat Kalsel hadir memberikan edukasi kerelawanan dalam acara tersebut. “Apa yang dilakukan Himatekin ini adalah langkah hebat karena menjadi relawan itu kuncinya cuma satu yaitu harus siap membagi waktu untuk orang lain,” sanjung Eko di depan puluhan mahasiswa. Selain Eko juga hadir Adi Royyan, Hafiludin, Aminullah, Enik Mintarsih dan personil RBP yaitu Nurhayah dan Azizah.

Adi Royan juga memberikan semangat bahwa dalam hidup itu jangan pernah membatasi pola pikir. “Sebenarnya peran mahasiswa itu sangat penting, terus asah kemampuan itu di tengah-tengah masyarakat bukan hanya di bangku kuliah,” imbuhnya.

Ketua Himatekin Heriyanto (21) mengucapkan terimakasih kepada Sahabat Kalsel dan RBP yang telah berkenan hadir. “Kami berharap ke depan bisa berkontribusi dan menjadi bagian dari Sahabat Kalsel untuk saling bersinergi, sehingga kami punya kesempatan untuk menerapkan ilmu yang didapat selama ini,” ungkapnya.

Salah satu staf dosen Teknologi Industri Pertanian ULM Susi juga menyampaikan dukungan atas terjalinnya sinergi tersebut. “Saya berharap mahasiswa-mahasiswa ini nanti bukan hanya pintar dalam akademik namun harus cerdas secara emosional,” tutur Susi.

Suasana semakin meriah kala Enik Mintarsih yang lebih dikenal sebagai Bunda Kampung Dongeng diberi kesempatan unjuk gigi di tengah para mahasiswa. Berbagai yel-yel dan permainan ditampilkannya dengan semangat membara, membuat suasana di ruangan menjadi riuh dipenuhi kegembiraan.

Begitulah Sahabat Kalsel. Hadir seperti pelangi, banyaknya warna-lah yang membuatnya indah untuk dinikmati. (khairil/en)

Byadmin

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dari Program BUMN Hadir untuk Negeri

Kegembiraan terlihat di wajah warga Desa Puntik Tengah Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Betapa tidak, kini mereka tak perlu lagi bersusah payah untuk mendapatkan air bersih. Instalasi air bersih persembahan program “BUMN Hadir untuk Negeri” telah bisa mereka nikmati sejak November 2016 yang lalu.

Ketersediaan air bersih di Desa Puntik Tengah memang termasuk langka meskipun terdapat anak Sungai Barito di sana, namun tingkat keasaman sumber air tersebut tidak layak konsumsi. Selain itu, secara umum kualitas air baku sebagai sumber air olahan PDAM Barito Kuala kualitasnya lebih jelek dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Selatan. Maka tak heran meskipun musim hujan, air layak konsumsi masih sulit dinikmati warga.

Adanya program “BUMN Hadir untuk Negeri” dengan membangun instalasi air bersih menjadi kebahagiaan bagi warga. Hal ini disampaikan oleh Camat Mandastana Suyud Sugiono Sip MA saat melakukan serah terima bangunan dari Kementerian BUMN Selasa (21/2) yang lalu.

“Bantuan ini menjadi solusi atas masalah kebutuhan dasar di Desa kami yaitu air bersih. Semoga fasilitas ini bisa optimal termanfaatkan dan ke depan program seperti ini bisa menyentuh desa-desa yang lain,” ujar Suyud.

Kepala Bidang PKBL Kementerian BUMN Eko Setiawan menghimbau agar fasilitas tidak dikomersilkan. “Beban cukup untuk perawatan saja, sehingga sarana bisa terawat dan terjaga,” pesan Eko kepada semua warga.

Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Solihah selaku panitia program BUMN untuk Negeri wilayah Kalsel mengungkapkan harapan yang sama sekaligus meminta untuk menjaga dan merawat fasilitas yang diberikan. “Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga program ini bisa berjalan sesuai yang telah direncanakan,” ungkap Solihah kepada RBP.

Selain instalasi air bersih di Desa Puntik Tengah, program BUMN Hadir untuk Negeri di Kalsel juga melaksanakan kegiatan lain yaitu pembersihan aliran sungai sekaligus bantuan 20 unit kotak sampah di Loksado, bedah rumah veteran sebanyak 39 unit, pembangunan 1 unit tempat penitipan anak, pembinaan untuk 40 mantan narapidana berupa pelatihan membuat martabak dan mie ayam, serta pembinaan mantan atlet dengan pemberian bantuan warung sembako dan modal usaha.

Komitmen 2017 Lebih Awal

Program “BUMN Hadir untuk Negeri” yang telah dicanangkan Menteri BUMN Rini M Soemarno pada 2015 yang lalu menjadi komitmen BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran program ini telah dirasakan di berbagai wilayah di negeri ini.

Melihat kebermanfaatan dan dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat, Kementerian BUMN makin berbenah. Perintah realisasi program untuk tahun 2017 telah diturunkan Rini M Soemarno sejak Januari lalu. Perintah tidak hanya kepada BUMN di 34 provinsi, namun juga sampai pada 514 kota/kabupaten se-Indonesia.

“Selain meningkatkan kesejahteraan, kami berharap melalui program ini bisa meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dengan memupuk rasa kebanggaan berbangsa dan bertanah air,” ungkap Rini melalui Kepala Bidang PKBL Kementerian BUMN Eko Setiawan. “Tahun ini ada 14 kegiatan yang tersebar di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten. Semua koordinasi berada di BUMN koordinator di tingkat Provinsi,” terang Eko. (en)

Byadmin

Ayo Bangun Meunasah untuk Aceh

Kabar tentang gempa Aceh menyulut emosi hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Dari timur, tengah, sampai barat Indonesia berbondong-bondong menampilkan emosi untuk peduli, membantu memulihkan Aceh, membantu bangkit dari porak-poranda infrastruktur. Pagi itu, pekan pertama Bulan Desember tahun 2016, gempa 6,5 Skala Richter di waktu subuh mengagetkan Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya, sekian jam pasca gempa, diketahui seratusan lebih warga Aceh meninggal tertimbun runtuhan bangunan, sementara kerusakan infrastruktur menghampar, nyaris ambruk, retak, bahkan rata tanah.

Kepedulian untuk gempa Aceh itu pun masih terus mengalir. Setelah berbagai kelompok dan komunitas ramai-ramai menitipkan amanah donasi lewat Radar Banjar Peduli (RBP) dan Aksi Cepat Tanggap, Jumat (10/2) kemarin datang lagi kepedulian dari Alumni 85 SMP Negeri 1 Tarakan. Donasi sebesar Rp 4.150.000 diserahkan oleh Yudha Irhasyuarna, dosen di Pasca Sarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM). “Para alumni kami tersebar ke berbagai propinsi, jadi aksinya melalui rekening dan kebetulan teman-teman mempercayakan saya untuk penyaluran,” ujar Yudha yang mengaku sudah mengenal RBP sejak awal berdirinya. “RBP ini sudah terpercaya untuk pengelolaan dana kebencanaan,” tegasnya.

Untuk pemulihan gempa Aceh, Aksi Cepat Tanggap masih menjaga ritme untuk melanjutkan pemulihan atau pembangunan ulang Meunasah. Sebab bagi masyarakat Aceh, Meunasah adalah sentral peradaban. Ibadah dan segala urusan sosial masyarakat bermula dari Muenasah. Namun gempa kuat 6,5 SR Desember kemarin merubuhkan nyaris 100 bangunan Meunasah di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Bireuen. (act/en)

Byadmin

Parenting Desa, Sekolah Warga Desa

Sinergi Program Bank Kalsel Banjarbaru – RBP – Himpaudi Banjarbaru

Pagi itu, Selasa (31/1), mendung tebal menggantung di langit Banjarbaru. Tak pelak lagi, air hujan mengguyur dengan derasnya. Namun, tiga personil RBP yaitu Agung, Edo, dan Azizah tetap melaju menuju Paud Mustika di Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Cempaka. Hari itu akan dilaksanakan kegiatan edukasi rutin yaitu Parenting Desa.

Meski hujan sejak pagi, namun kegiatan tetap berjalan lancar. Sebanyak 43 orang tua mendapatkan edukasi tentang pengasuhan anak oleh Neni Nooryantini SPd selaku perwakilan Himpaudi Kota Banjarbaru. Anak-anak yang hadir juga mendapatkan nutrisi sehat berupa nugget persembahan dari Bank Kalsel Cabang Banjarbaru.

Semua terlihat bahagia dan ceria. Terima kasih kepada Himpaudi Banjarbaru, Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, dan Puskesmas Cempaka yang telah memberi dukungan terhadap program ini. Semoga sinergi ini terus berkembang. (en)

Byadmin

Dinsos Bantu Pasien Homecare RBP

Demi tercapainya cita-cita pembangunan, pemerintah tak bisa berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama menangani permasalahan masyarakat. Seperti yang telah dilakukan RBP (Radar Banjar Peduli) sebagai sayap sosial Radar Banjarmasin, melalui program Homecare. Melayani pasien duafa yang tidak bisa mengakses layanan kesehatan terdekat dengan berbagai kendala. Layanan ini menjadi komplementer bagi kinerja pemerintah.

Demikian juga sebaliknya, pemerintah juga harus mendukung pihak swasta yang berkomitmen membantu masyrakat.
Keindahan sinergi itu terlihat dari aksi RBP dan Dinas Sosial Banjarbaru baru-baru ini. Dua pasien Homecare RBP yaitu Hanil (46) dan Samsuni (52) mendapatkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Banjarbaru. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Banjarbaru H Masjudin Noor pada Jumat (10/2) kemarin.

“Terima kasih banyak atas bantuan ini. Alhamdulillah ulun bisa duduk sudah, jadi bisa pakai kursi roda kalau mau kemana-mana,” ujar Hanil sumringah demi melihat kursi roda di hadapannya.

“Kami juga berterima kasih atas kerja keras RBP selama ini. Apa yang telah dilakukan RBP untuk masyarakat kami sangatlah bagus. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dengan balasan terbaik,” ucap Masjudin Noor. Ia juga berharap jalinan kerjasama bisa terus menerus dilakukan. Tentu hal tersebut disambut baik oleh RBP.

“Insya Allah RBP hadir memang untuk menjadi salah satu pendukung visi misi pembangunan pemerintah,” ujar Manajer Marketing Komunikasi RBP Retno Sulisetiyani yang juga hadir.

Hingga saat ini RBP telah melayani 12 warga di Banjarbaru dalam program Homecare. Hanil adalah warga di Kecamatan Cempaka yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan di lokasi tambang. Sedangkan Samsuni merupakan warga di Kecamatan Liang Anggang yang menderita stroke. (en)

Byadmin

Bangun Gerakan Sosial Kemanusiaan Melalui Menulis

Banyak yang merasakan manfaat menulis itu sangat besar, baik bagi diri sendiri maupun buat lingkungan sekitar. Namun, masih sangat sedikit yang mau menulis dengan serius. Hal ini disepakati oleh para peserta kelas menulis Jurnalisme Spirit yang diselenggarakan oleh RBP (Radar Banjar Peduli), sayap sosial Radar Banjarmasin pada Kamis (26/1) kemarin.

“Menulis bagi saya merupakan terapi jiwa,” ungkap Ratu Nur Inayah, salah satu peserta yang berasal dari Kandangan.
Kesadaran ini juga dirasakan oleh Tini Elyn Herlina, seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi dosen. Namun, Ia merasa punya kendala besar dengan banyaknya aktivitas yang harus diselesaikan setiap harinya. “Padahal sering sekali ide-ide menulis itu muncul, entah lagi di dapur, nyetir, ataupun ngajar,” akunya.

Menanggapi hal tersebut, Pemred Radar Banjarmasin Toto Fachrudin yang bertindak sebagai fasilitator kelas memberikan salah satu tips bagaimana menangkap ide yang tiba-tiba muncul. “Anda bisa merekam dahulu ide tersebut, paling mudah ya di handphone kita. Uraikan ide tersebut secara runtun seperti menulis,” ujar pria lulusan Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya itu kepada semua peserta.

Manajer Marketing Komunikasi RBP Retno Sulisetiyani selaku Kordinator Program menyampaikan bahwa tujuan dari kelas tersebut salah satunya untuk membangun potensi kepenulisan di bidang sosial kemanusiaan. “Banyak sekali kisah inspiratif di sekitar kita, pasti ada yang bisa ditulis dan disebarluaskan agar terbangun gerakan perubahan sosial untuk kebaikan,” ujarnya.

Kelas menulis Jurnalisme Spirit itu sendiri merupakan program pelatihan menulis yang diarahkan kepada kerangka humanis sehingga tulisan itu nantinya mampu menggugah simpati dan empati pembacanya. Kelas ini dilaksanakan selama dua hari sampai hari ini (27/1) dan diikuti oleh 13 orang peserta dari Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Kandangan hingga Kotabaru. “Sebenarnya ada 17 orang yang mendaftar, tapi setelah melewati proses seleksi hanya 13 orang yang layak ikut,” ujar Retno. (en)

Byadmin

Inspirasi Pulang Kampung

Rutinitas pulang kampung anak-anak penerima beasiswa SMART Ekselensia Indonesia menjadi agenda yang ditunggu-tunggu tiap tahun oleh masing-masing keluarga. Betapa tidak? Mereka hanya bisa bertemu setahun sekali selama lima tahun berturut-turut. Alhasil, bunga-bunga kerinduan yang teramat sangat selalu terlihat saat penjemputan maupun pengantaran di Bandara Syamsudin Noor. Ada air mata dan juga canda.

Seperti yang terlihat Sabtu (14/1) kemarin, Noorliyana tak kuasa menahan air mata saat melepas anak sulungnya Alfian Nur kembali ke sekolahnya di Bogor. Melihat itu, Siti Muniroh, ibu dari Zikri Azmi mendekati seraya memberi memeluk Noorliyana. “Tidak apa-apa, nanti juga terbiasa. Lima tahun tak terasa kok,” hiburnya diiringi tawa.
Lain lagi yang dialami anak-anak mereka saat pulang kampung kali ini. Banyak cerita dan pengalaman yang inspiratif. Seperti yang dialami Zikri Azmi yang berasal dari Banjarbaru. Zikri tahun ini berkesempatan menjelajah salah satu situs sejarah di Kalsel yaitu Candi Agung. “Saya melihat peninggalan masa lalu seperti tembikar hingga lukisan dan sumur Putri Junjung Buih. Senang banget bisa belajar sejarah,” tuturnya. Lain lagi dengan Syahdianoor yang berasal dari Kandangan. Ia menjelajah ke kawasan hutan dan belajar tentang akar tanaman yang bisa dijadikan asesoris. “Asik sekali bisa belajar membuat gelang dan cincin,” ungkapnya.

Pengalaman berbeda dialami Misriannur yang berasal dari Cempaka. Mendapat nasehat dari wali kelasnya saat SD dulu menjadi inspirasi tersendiri baginya. “Saya diingatkan untuk tidak boros dan senantiasa ingat jerih payah orang tua,” ujarnya terharu.

Menjadi keluarga besar SMART Ekselensia Indonesia ternyata menyatukan hati para keluarga tersebut. Berangkat dari mimpi yang sama bahwa meskipun mereka tidak mampu namun harus optimis meraih cita-cita terbaik, kini mereka telah menjadi saudara. Saling meringankan, saling menguatkan.

RBP yang telah melihat bagaimana anak-anak itu berkembang berharap mereka bisa menjadi generasi pembaharu banua. Menjadi pemimpin harapan bangsa. (en)

Byadmin

RBP Terima Customer Award 2016

Menjaga hubungan kemitraan yang saling mendukung menjadi suatu keharusan bagi Hotel Roditha Banjarbaru. Komitmen tersebut telah terbukti selama empat tahun berturut-turut melalui ajang Customer Award yang menjadi bagian perayaan HUT mereka setiap tahun.

Seperti pada Jum’at (13/1) malam kemarin, Hotel Roditha Banjarbaru kembali menggelar Customer Award dalam rangka HUT ke-4 tahun. Berbagai penghargaan diberikan kepada para pelanggan. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah percaya kepada kami. Penghargaan ini sebagai wujud rasa syukur manajemen hotel meskipun dalam keadaan ekonomi global yang buruk masih banyak kemitraan yang terjalin,” ujar Owner sekaligus Komisaris dan Direksi dokter Hj Rosally Gunawan di hadapan seluruh undangan malam itu.

RBP bersama Radar Banjarmasin menjadi penerima penghargaan dalam kategori paling tinggi, yaitu Best Support. “Semoga ini menjadi dorongan positif untuk terus saling berkarya dengan inovasi-inovasi terbaik,” ujar Manajer Marketing Komunikasi Retno Sulisetiyani.

Hotel Roditha Banjarbaru telah menjadi mitra peduli RBP dalam program beasiswa pendidikan yaitu Bunda (Tabungan Duafa). Melalui program infak di bulan Ramadan tahun 2016 lalu, Hotel Roditha Banjarbaru telah turut serta menjaga anak-anak duafa untuk bisa terus sekolah. (en)

Byadmin

Merajut Kepedulian dalam Kebersamaan

Catatan Perjalanan RBP Bersama Radar Banjarmasin
Oleh : dr. Diaudin (Direktur Radar Banjar Peduli)

Tahun 2016 menjadi tahun lompatan besar bagi Radar Banjar Peduli (RBP). Tak dipungkiri, Radar Banjarmasin (RB) sebagai perusahaan yang selama ini menaungi RBP juga menjadi salah satu barometer untuk semakin berbenah. Ibarat adik dalam sebuah keluarga, kami selalu tidak ingin terlihat jomplang dari kakaknya. Banyak program inovatif yang lahir dari kebersamaan yang semakin erat bersama RB.

RB semakin menguatkan dirinya sebagai Koran lokal yang terdepan. RBP pun tak ingin kalah langkah mencoba bergandengan dengan RB membuat inovasi program sosial, salah satunya Food for Charity. Sebuah program penggalangan dana sosial melalui kerjasama dengan berbagai restoran hotel di Banjarmasin dan Banjarbaru. Dukungan yang besar dari RB membawa hasil yang luar biasa. Rantai kebaikan yang terjalin ibarat efek domino tak berkesudahan. Langkah RBP sebagai lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan semakin besar.
Hingga akhirnya aksi sosial tersebut berhasil menggalang dana mencapai Rp 18juta selama sekitar dua bulan saja. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui program pendidikan untuk anak-anak duafa. Sampai sekarang pun Food for Charity telah menjadi warna khas dalam aksi-aksi sosial yang RBP lakukan.

Seperti yang dikatakan salah satu pendiri RBP, Ersis Warmansyah Abas tahun 2016 lalu dalam catatan memoar 12 tahun RBP, RB merupakan garansi bagi keberadaan RBP. Apapun analisisnya, tanpa RB, RBP itu tidak ada apa-apanya. Keduanya telah hadir di Banua sebagai satu kesatuan meski dengan wajah yang berbeda. RB telah mendedikasikan diri sebagai media yang menghadirkan konten-konten berita terbaik. Sedangkan RBP bergerak melalui aksi-aksi sosial demi mengangkat harkat kaum duafa.

Sejarah telah mencatat ketika di usia belasan tahun Hamka, Mohammad Natsir dan Bung Karno telah menjadi pejuang-pejuang kemerdekaan bangsa, maka harapan besar juga tersemat untuk 16 tahun kehadiran RB di Kalimantan Selatan. Secara tak langsung pun menjadi harapan tersendiri bagi RBP yang 3 tahun lebih muda.
Selamat hari jadi ke-16 Radar Banjarmasin. Semoga semakin melaju menjadi lokomotif peradaban Banua.

Byadmin

Sukses Bukan Sekedar Takdir

Pencapaian kesuksesan seseorang seringkali harus melalui banyak upaya dan tak jarang berkali-kali kegagalan. Jangan hanya mengandalkan jalan hidup tanpa usaha. Begitulah pesan yang disampaikan oleh Tini Elyn Herlina, seorang dosen di Jurusan Analis Poltekkes Kemenkes Banjarmasin saat mengisi kegiatan sharing motivasi di Gedung Biru Radar Banjarmasin, Senin (16/1) yang lalu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh RBP (Radar Banjar Peduli) itu diperuntukan kepada anak-anak penerima beasiswa Bunda (Tabungan Duafa). Sebanyak 12 anak bersama orang tua dan wali hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kalau mau sukses harus siap melewati rintangan, tidak mudah menyerah, dan berani menuliskan mimpi,” ucap Ibu dari 4 anak yang biasa disapa Elyn itu. Elyn lalu mengajak anak-anak yang hadir untuk menuliskan cita-cita di selembar kertas dan bersama-sama berikrar untuk sekuat tenaga dan pantang menyerah untuk meraihnya. Suasana terasa lebih bersemangat. Ada yang mau menjadi dokter, guru, dosen, tentara, hingga desainer.

Selain itu, Elyn juga mengingatkan tentang rasa syukur dari rezeki yang telah diberikan. “Allah swt telah menitipkan rezeki melalui program Bunda ini, jangan lupa bersyukur,” ucapnya.

Salasiah, Nenek dari Rahmat Faisal salah seorang penerima beasiswa mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah uangnya sebagian bisa untuk modal usaha, jadi sekarang saya berjualan bensin dan makanan ringan. Insyaallah ada tabungan untuk Faisal,” ungkap Salasiah kepada RBP.

Setelah sharing motivasi selesai, dilaksanakan pembagian beasiswa tahap ke-2. “Tahap pertama sudah kami serahkan pada tahun 2016 lalu, sehingga untuk beasiswa tahun ini sudah tersalurkan semua,” ujar Coorporate Secretary RBP Nurhayah yang juga hadir dalam acara tersebut. Nurhayah mengajak masyarakat Kalsel untuk mau menyisihkan hartanya demi keberlangsungan pendidikan anak-anak duafa. “Semoga program ini bisa berlanjut pada tahun berikutnya,” harapnya.(en)