Berita

Byadmin

Saidi dan Wildan Lanjutkan Estafet Perjuangan Putera Banua

“Keraslah pada diri sendiri untuk meraih kehidupan yang lebih baik” (Darmawan Jaya Setiawan, Wakil Walikota Banjarbaru)

Setelah berjalan selama enam bulan, akhirnya Seleksi Nasional Beasiswa (SNB) SMART Ekselensia Indonesia tahun ajaran 2017/2018 telah selesai dilaksanakan. Dalam surat keputusan Panitia Pusat disampaikan bahwa sebanyak 40 anak duafa berprestasi dinyatakan berhasil lulus dan berhak sekolah gratis sekolah selama 5 tahun, yaitu jenjang SMP sampai SMA. Diantara 40 anak tersebut, dua anak berasal dari Kalimantan Selatan.

Selasa (11/7) lalu RBP melaksanakan pelepasan dua siswa penerima beasiswa SMART Ekselensia Indonesia di Big Coffee Banjarbaru. Dua siswa tersebut adalah Muhammad Saidi (13) dan Muhammad Wildan (12) yang masing-masing mewakili Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru.

Pelepasan siswa langsung dilakukan oleh Wakil Walikota Banjarbaru yang juga Pembina RBP Darmawan Jaya Setiawan didampingi Direktur Radar Banjarmasin H Suriansyah Achmad. Dalam sambutannya, Darmawan Jaya Setiawan berpesan pada Saidi dan Wildan agar selalu menggunakan hati, akal, dan pikiran agar nantinya mereka dapat menjadi generasi yang bermanfaat dan mampu membawa negeri ini menuju fase keemasannya.

“Agar kehidupan kita nyaman, kita harus bersusah payah, bekerja keras, termasuk terhadap diri kita untuk mampu berpisah, untuk orang tua harus mampu merelakan anaknya, begitu juga untuk anak-anak. Itu semua supaya kita mampu meraih kehidupan yang lebih baik dan berguna bagi orang lain,” tegasnya.

Harapan yang serupa juga disampaikan oleh Direktur RBP Dokter Diauddin melalui Sekretarisnya Dwi Tanjuri. “Sekolah SMART Ekselensia Indonesia merupakan wadah membangun karakter pemimpin, maka kelak harapannya kalian akan menjadi pemimpin harapan banua dan juga bangsa,” tutur Dwi Tanjuri.

Kedua putera daerah tersebut kemudian mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah. “Mereka nanti akan tinggal di asrama sehingga banyak yang harus dibawa, kami bantu sebagian,” terang Retno selalu panitia daerah Kalsel SNB tahun 2017.

Acara diakhiri dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh alumni SMART Ekselensia Indonesia yang hadir yaitu Farid, Ade, Aji, dan Zikri. Mereka menceritakan beberapa gambaran tentang kehidupan di SMART Ekselensia Indonesia dan berbagi tips untuk menjalani kehidupan di sana. Hadir pula dewan guru dari SDN Tambarangan 2 dan SDN Sungai Tiung 3.

Muhammad Saidi dan Muhammad Wildan merupakan anak-anak berprestasi yang berasal dari keluarga duafa. Tak hanya prestasi di bidang akademik, mereka juga meraih prestasi di bidang non-akademik. Muhammad Saidi pernah menjadi juara 1 dalam Lomba Cipta Seni Pelajar dalam kategori membatik tingkat kecamatan dan juara 2 untuk tingkat Kabupaten Tapin.

Sedangkan Muhammad Wildan yang biasa disapa Wildan juga pernah berhasil menjadi juara 1 dalam Lomba Hafalan Surah Pendek tingkat Kecamatan mewakili sekolahnya.

Muhammad Saidi atau yang akrab disapa Saidi merupakan anak dari pasangan Mahrani dan Hamidah. Mahrani, ayahanda dari Saidi sehari-hari hanya bekerja sebagai petani.

Tak jauh berbeda dengan Saidi, ayahanda dari Wildan, Sairoji sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut pasir dengan penghasilan tak menentu. Sedangkan Lili Harianti, ibundanya adalah ibu rumah tangga yang saat ini juga harus merawat ayahnya yang telah renta.

Hamidah dan Sairoji juga hadir dalam acara tersebut. Tampak kebahagiaan meliputi keduanya. “Alhamdulillah anak ulun bisa sekolah gratis sampai SMA, kada papa jauh yang penting masa depannya bisa lebih baik,” ucap Hamidah.  (hfw/en)

Byadmin

Nutrisi Duafa; Sebanyak 324 Anak Telah Dibahagiakan

Kamis (22/6) pagi itu terasa terik, namun tidak menyurutkan langkah Risnawati warga Sungai Tiung untuk menyambut tim Parenting Desa RBP di Posyandu Swadaya Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Risnawati menggendong anaknya yang berusia 15 bulan bernama Sidqia Ilma. “Biasa dipanggil Ilma, Bu,” ucapnya kala ditanya sapaan anaknya. Ilma terlihat menggemaskan dengan pipi tembem dan celak tebal dimatanya. Memang menjadi kebiasaan warga Cempaka untuk memberikan celak mata pada anak-anaknya yang diyakini sebagai sunah Rasulullah saw.

Sembari menunggu warga yang lain, Risnawati bercerita bahwa kesadaran warga di wilayah Sungai Tiung masih rendah untuk membawa anak-anaknya ke posyandu. “Banyak anak-anak tak terbiasa ditimbang, jadi kalau mau ditimbang pasti nangis. Petugas jadi sulit mencatat hasil timbangannya,” ungkapnya.

Setelah kurang lebih lima belas menit menunggu, akhirnya warga mulai berdatangan. Benar saja apa yang dikatakan Risnawati, banyak anak-anak yang menangis begitu mau dinaikan ke timbangan. Melihat hal tersebut membuat tim RBP yang terdiri dari Retno, Ramlah, Devi, dan Azizah mulai mengeluarkan berbagai jurus untuk membuat anak-anak merasa nyaman.

“Meski kesulitan tapi kami terbantu dengan program nutrisi ini, banyak anak yang datang bulan ini,” ucap Jamiati (36) selaku kader Posyandu Swadaya. “Dengan begini pertumbuhan dan perkembangan anak jadi lebih terpantau,” imbuhnya.

Sebanyak 64 susu yang merupakan bantuan dari Bank Kalsel Cabang Banjarbaru telah dibagikan di wilayah Posyandu Swadaya. Sejak Desember 2016 lalu hingga sekarang total anak yang telah dibantu tambahan gizinya tercatat sebanyak 324 anak. Semua tersebar di beberapa kelurahan di Kecamatan Cempaka. Wilayah Cempaka merupakan titik dengan nilai gizi buruk dan gizi kurang yang masih cukup tinggi dibandingkan Kecamatan lain di Banjarbaru.

“Terima kasih RBP dan Bank Kalsel Banjarbaru, semoga kebermanfaatannya bisa dirasakan hingga ke pelosok daerah seperti pinggiran kota tempat kami ini,” ungkap Jamiati. (en)

Byadmin

Ayo Bantu Hadijah Sembuh dari Stroke

Hadijah (58), warga Kelurahan Palam RT 5 itu terduduk lemah di kursi dekat jendela di rumahnya saat kami berkunjung bersama dokter Siti Ningsih. Sudah setahun lebih Hadijah menderita stroke. Ia tak lagi bisa berjalan. Tangannya pun tidak mampu menggenggam erat. Akses fasilitas kesehatan yang jauh menjadi kendala terbesar selama ini disamping kondisi ekonomi. Hadijah tinggal bersama suaminya yang sudah renta dan dua cucu yang masih anak-anak.

“Kami takut bawa berobat karena tidak punya biaya,” terang Amurani, suami Hadijah. Amurani yang saat ini berusia 74 tahun mengaku tidak sanggup jika harus membiayai pengobatan istrinya. “Saya tidak bekerja, hanya mengandalkan bantuan anak-anak dan sanak keluarga,” ucapnya.

Ketakutan Amurani sudah terlihat sejak kedatangan kami. Beberapa kali Ia terus bertanya berapa biaya untuk pemeriksaan dokter yang kami lakukan. “Ini gratis Kai ae, kadada biaya,” ucap Ramlah, pendamping program Homecare wilayah Cempaka sembari tersenyum lebar. Amurani terlihat menghela nafasnya. Namun, saat kami mau beranjak pulang, pertanyaan yang sama Ia sampaikan. Ramlah dan Dokter Siti Ningsih hanya tertawa.

“Insha Allah masyarakat yang berdonasi melalui kami yang membantu pian-pian ini, kami hanya membantu menyalurkan,” terang dokter Siti. Amurani terlihat lega dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.

Ketakutan yang dialami Amurani memang sering kami temukan selama ini. Warga tidak mampu atau duafa sering hanya menahan rasa sakitnya. Sudah parah baru terpaksa ke rumah sakit. Itu juga dengan desakan para tetangga yang tak tega melihatnya. Wajar para dokter marah karena harus memperbaiki kondisi yang sudah parah.

“Dokter itu juga manusia biasa, tapi warga juga harus dilayani dengan baik. Memang harus ada relawan yang membantu,” terang Dokter Siti Ningsih.

 

Dirujuk ke Rumah Sakit

Rabu (5/7) yang lalu Hadijah dibawa ke RSUD Idaman atas rujukan dokter Siti Ningsih. Bersama Ramlah, Hadijah mendapatkan pemeriksaan dari Dokter Winny Martalina Spesialis Saraf. Dokter yang terkenal ramah itu memeriksa Hadijah dengan seksama yang duduk di atas kursi roda. Meski cukup kesulitan memahami ucapan Hadijah yang cadel, namun karena dibantu Ramlah akhirnya terjadi komunikasi yang baik.

“Ibu harus latihan pengucapan dulu ya di rumah sembari menunggu hasil cek darah nanti,” ujar Dokter Winny. “Saya yakin kalau Bu Hadijah rajin latihan dan minum obat secara rutin akan sembuh dari sakitnya,” lanjutnya.

Hadijah hanya mengangguk lemah. Ramlah yang duduk disampingnya pun memberi semangat untuk kesembuhan Hadijah. “Kena kita jalan-jalan lah ke mall kalau sudah bisa jalan lagi,” ucapan Ramlah disambut tawa Hadijah yang tanpa suara. (en)

Byadmin

Lebaran Ceria bersama CSR PAMA BMTB

Momen lebaran tentu menjadi saat-saat membahagiakan bagi semua umat Islam. Lebaran menjadi puncak kemenangan dari ibadah puasa selama sebulan penuh. Saling bersilaturahmi dan saling memaafkan. Mengembalikan diri kepada fitri (suci). Saling berbagi kebahagiaan sebagai implementasi rasa syukur atas pencapaian jihad Ramadan.

Seperti yang dilakukan oleh manajemen CSR PAMA BMTB yang selama Ramadan telah menyelesaikan target santunan ke anak yatim dan kaum duafa. “Alhamdulillah sebanyak 600 orang di seluruh desa binaan kami tersantuni selama Ramadan ini,” terang Staf Officer CSR PAMA BMTB Edwan.

Demi melengkapi kebahagiaan berbagi, lanjut Edwan, sasaran penerima manfaat pun diperluas ke wilayah Kota Martapura. Menggandeng RBP, santunan pun disalurkan ke Desa Pasar Jati dan Desa Pekauman. Ada 8 (delapan) penerima manfaat yang ditemui terdiri dari 3 (tiga) anak yatim dan 5 (lima) lansia. Mereka adalah Hayatun Aida, Rizkiah, Dawi, Norsiah, Miftahul Jannah, Abdul Majid, dan M Arsyad.

Edwan yang turun langsung menyalurkan bantuan mengaku senang sekaligus terharu sekali ketika mengunjungi satu-satu para penerima manfaat. “Saya ingat di satu rumah ada nenek, anak yatim dan orang sakit. Sang nenek lah yang menafkahi mereka semua,” ungkapnya. “Sungguh saya dan kita semua harus lebih banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah swt. Masih banyak yang hidup kekurangan di sekitar kita,” imbuhnya seraya mengajak para dermawan untuk terus berbagi mengulurkan tangan kepada kaum duafa.

Nenek Dawi (77), si pencari nafkah, tak mampu menahan air mata ketika menerima santunan dari CSR PAMA BMTB. Berulang kali Ia mengucap terima kasih yang lirih.

Edwan menjelaskan bahwa dana yang diberikan merupakan hasil infak para karyawan selama bulan Ramadan. “Semoga bantuan kecil ini bisa menjadi kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada RBP karena telah menjembatani kami sehingga bantuan tersalurkan tepat kepada sasaran,” ucapnya lagi. (en)

Byadmin

Ramadan Ceria bersama GOW Kota Banjarbaru

Muhammad Irwansyah, pemuda berusia 17 tahun asal Kelurahan Palam itu tak menyangka tahun ini berkah Ramadan menyapa kehidupannya. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun setiap libur sekolah Ia harus bekerja demi memenuhi keperluan sekolah. “Ulun kerja meambil upah, kadang-kadang angkat barang atau batu bata,” kisahnya. Namun, tahun ini keperluan sekolah Irwansyah telah disiapkan oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Kota Banjarbaru.

“Alhamdulillah senang sekali dibantu meringankan sekolah ulun, terima kasih banyak,” ucapnya tersenyum lebar sembari menyandang tas sekolah baru. Irwansyah sudah tidak punya orang tua. Ia tinggal bersama kakaknya yang sudah berkeluarga. Suami kakaknya hanyalah seorang buruh, sehingga sebagai anak laki-laki Ia merasa harus bisa ikut meringankan beban keluarga dengan bekerja.

Irwansyah tak sendiri, ada 49 anak yatim duafa lain se-Kota Banjarbaru yang juga mendapatkan paket sekolah baru dan santunan. Mereka berkumpul di Sekretariat GOW Kota Banjarbaru pada Senin (19/6) yang lalu. Ketua GOW Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya menyampaikan kegiatan berbagi di bulan Ramadan merupakan program tahunan dan untuk tahun ini mereka memilih untuk berbagi bersama anak yatim duafa. “Kegiatan berbagi seperti ini baru pertama kali kami lakukan, tahun-tahun sebelumnya kami ke Panti Jompo,” ucapnya seraya berharap kegiatan serupa bisa terlaksana lagi tahun depan. “Saya apresiasi dukungan RBP dalam program ini, banyak ide baru yang diberikan termasuk kerjasama mengumpulkan anak-anak yatim duafa se-Banjarbaru,” imbuhnya.

Bagi Eny Apriyati, berkumpul bersama anak yatim merupakan upaya mendekatkan diri kepada Nabiullah Muhammad SAW. Ia berharap tahun depan ada lebih banyak lagi anak-anak yang bisa dibantu.

Wanita yang biasa disapa Eny itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota GOW yang telah memberi kontribusi baik tenaga, pikiran, dan juga dana. “Donasi yang terkumpul merupakan hasil penjualan baju layak pakai dari para pengurus dan anggota GOW,” jelas Eny.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Ketua Gatriwara (Gabungan Istri Wakil rakyat) Hj Nahdhatun Nusrah atau akrab disapa Diyah Iwansyah dan ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarbaru Hj Syarifah Mariatul Said Abdullah. Kehadiran mereka menambah kebahagiaan anak-anak karena keduanya juga membagikan santunan. “Tolong jangan dilihat dari nilainya ya, tapi itikad kami untuk membahagiakan kalian semua di bulan penuh Rahmat ini,” ucap Hj Diyah Iwansyah di hadapan anak-anak.

Seperti air hujan yang tumpah sepanjang hari itu, berkah Ramadan telah menumpahkan kebahagiaan kepada anak-anak yatim duafa se Kota banjarbaru. Semoga kebaikan itu akan berbuah kebaikan yang lebih besar kepada para donatur maupun penerima manfaat. (en)

Byadmin

HIPMI Kabupaten Banjar; Dorong Semangat Pemuda dengan Aktifitas Sosial

Mencetak generasi muda yang tangguh menjadi tanggungjawab kita semua. Tak terkecuali juga merupakan visi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Banjar. “Kami ingin mendorong semangat berwirausaha para pemuda dengan melibatkan mereka dalam aktifitas-aktifitas sosial,” terang Ketua HIPMI Kabupaten Banjar Putra Qomaluddin AN. Menurutnya, dengan aksi-aksi sosial seseorang bisa lebih memahami makna berbagi. “Kami yakin berbagi itu tak pernah rugi. Malah akan melahirkan kebaikan-kebaikan yang lain. Inilah semangat wirausaha muda yang kami tanamkan,” lanjutnya.

Putra Qomaluddin yang resmi menjabat Ketua BPC Hipmi Banjar periode 2017-2020 pada Muscab ke-IV BPC Hipmi Banjar beberapa waktu lalu memang berkeinginan untuk melahirkan 1000 pengusaha muda banua. “Pengusaha muda merupakan embrio dari pengusaha besar yang menopang perekonomian daerah,” kata pria yang akrab disapa Kamal ini.

Bulan Ramadan yang penuh kemuliaan inipun menjadi momen dalam mencapai mimpi tersebut. Hipmi Kabupaten Banjar pun menggelar beberapa aksi sosial yaitu sahur on the road dan bakti sosial di Panti Asuhan Putri NU Martapura.

Menggandeng Pewadahan Nang Galuh Banjarbaru dan Martapura, Big Coffee, Komunitas Pecinta Sasirangan, dan tentunya Radar Banjar Peduli (RBP), Hipmi Kabupaten Banjar menggelar sahur on the road pada Minggu (11/6) yang lalu. Sebanyak 474 porsi makanan dibagikan di beberapa titik di Banjarbaru dan Martapura.

“Kegiatan ini bisa menumbukan empati kepada sesama. Saya senang bisa bersinergi sehingga kemeriahan dan kebersamaan lebih terasa,” ungkap owner Big Coffee Deni Amir selaku coordinator acara.

Benar saja, dini hari puluhan muda mudi berkumpul dan beramai-ramai membagikan makan sahur gratis kepada para musafir, tukang sampah, anak jalanan dan siapa saja yang memang mereka temui di jalan. “Alhamdulillah kegiatan lancar, saking ramainya capek pun jadi tak terasa lagi,” ucap Deni Amir disela acara.

Pada Kamis (15/6) Hipmi Kabupaten Banjar melanjutkan bakti sosial ke Panti Asuhan Putri NU Martapura. Mereka membagikan sembako dan keperluan sekolah untuk anak-anak di sana. “Totalnya ada 100 paket. Semoga bantuan yang tak seberapa ini bermanfaat bagi panti dan anak-anak yatim di sini,” harap Putra Qomaluddin.

Pengurus panti dan anak-anak yang hadir menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Hipmi Kabupaten Banjar. (en)

Byadmin

Alumni Poltekkes Keperawatan Banjarmasin 2010; Berbagi di Panti Asuhan Wiyata Kartika Banjarbaru

Ramadan menjadi bulan berkah bukan hanya bagi para duafa. Namun, Ramadan juga membawa kebaikan bagi kita semua. Acapkali momen buka puasa bersama menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas atau alumni sekolah. Seperti yang dilakukan oleh Alumni Poltekkes Keperawatan Banjarmasin tahun 2010 pada Sabtu (10/6) yang lalu, yang berkumpul di Panti Asuhan Wiyata Kartika Banjarbaru dalam rangka berbuka puasa bersama.

“Kalau buka puasa aja rasanya ada yang kurang. Kami ingin mengambil berkah yang lebih banyak di bulan mulia ini dengan berbagi bersama anak yatim di sini,” ujar Arif Rahman mewakili para alumni yang hadir. Arif menerangkan bahwa agenda silaturahmi di bulan puasa telah menjadi ajang tahunan bagi mereka. “Kami berharap bisa membahagiakan adik-adik di sini dengan kedatangan kami, dan tak lupa terima kasih kepada RBP atas fasilitasinya sehingga kegiatan bisa berjalan baik,” imbuhnya.

Ahmad Murah selaku pengasuh panti menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Arif dan kawan-kawan. “Semoga apa yang dihajatkan diijabah oleh Allah swt,” ucapnya.

Selain berbuka bersama, Alumni Poltekkes Keperawatan Banjarmasin tahun 2010 juga membagikan santunan dan bingkisan kepada 21 anak di Panti Asuhan Wiyata Kartika. Terlihat wajah-wajah anak itu sumringah menerima kado Ramadan itu.

“Alhamdulillah senang sekali!,” ucap mereka serempak mengungkapkan perasaannya. (en)

Byadmin

Secuil Perhatian untuk Anak Istimewa

Momen Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei yang lalu, dirayakan dengan cara berbeda oleh RBP. Dengan mengajak anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) mengunjungi perpustakaan, RBP berharap bisa berbagi keceriaan bersama puluhan anak-anak yang merupakan anak didik Yayasan Al Madani Banjarbaru.

“Alhamdulillah acara dapat berjalan lancar, terima kasih atas doa dan dukungan dari semua  pihak,” ujar Wakil Ketua RBP Saleh yang mendampingi kegiatan tersebut. “Ini adalah bentuk perhatian dari RBP kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan tujuan menumbuhkan minat baca dan kepercayaan diri anak-anak tersebut, sekaligus mengenalkan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel,” ungkapnya.

Adapun beberapa aktivitas yang dilakukan adalah sharing pengetahuan tentang inklusif, dongeng bersama Jihan Aini, penyerahan buku tentang inklusi kepada perpustakaan dari Ketua Yayasan Al Madani Husnul Khatimah, juga ada pembagian buku gratis dari bazar Yusuf Agency kepada anak-anak dan guru. (en)

Byadmin

Senyum Bahagia Lansia

Patimah, nenek berusia 76 tahun yang hidup sendiri itu tak kuasa menahan haru demi melihat rombongan relawan yang membawakan bingkisan berisi sajadah, mukena, sarung, kurma dan makanan lainnya. Erat jabatannya menyambut tangan-tangan relawan yang bersalaman dengannya. Patimah yang saat itu berbaju putih dengan gemetar meraih kotak yang sudah tergeletak di tengah rumah kayunya. “Alhamdulillah, terima kasih… terima kasih…,” begitu ucapnya berulang kali. Bibirnya ikut gemetar. Sesekali Ia tampak menyeka air mata yang merembes di pipi keriputnya.

Patimah hanya salah satu dari 100 pemetik manfaat program Senyum Bahagia Lansia di Kalimantan Selatan. Program tersebut merupakan implementasi dari penghimpunan yang dilakukan oleh Cak Budi di situs kitabisa.com, lalu disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerjasama dengan RBP.

Keterbatasan usia menyebabkan para lansia tidak dapat meraih akses terhadap kesempatan-kesempatan yang tersedia dari hasil pembangunan, karenanya  tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup secara berkecukupan.

“Bulan Ramadan menjadi momentum untuk kita bisa berbagi kebagahagian bersama lansia, agar mereka dapat menikmati ibadah bulan Ramadan dan lebih mendekat kepada sang Pencipta,” ujar Direktur RBP dokter Diauddin MKes. “Di Kalimantan Selatan jumlah lansia sebanyak 2,3% dari total penduduk kurang lebih 4juta jiwa. Dan tidak sedikit yang hidup sebatang kara,” lanjutnya.

Dokter Diauddin berharap dengan adanya program ini selain menyalurkan amanah para donatur, dapat menjadi cara terbaik menghargai keberadaan para lansia serta memberikan kebahagiaan kepada mereka. (en)

Byadmin

Gerakan Nasional Pendidikan Keluarga Serentak Se-Indonesia

Merayakan 12 tahun kelahirannya, organisasi profesi Himpaudi menggelar Gernas Manjur (Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur) yang ke-2 dimana mengusung pendidikan keluarga yang serentak dilaksanakan se-Indonesia pada Sabtu (20/5) kemarin. Di Kalimantan Selatan sendiri, Himpaudi Kota Banjarbaru bekerjasama dengan RBP menggelar kegiatan tersebut di Pendopo Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bunda Paud Hj Ririen Nadjmi Adhani didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya. Selain itu turut hadir Kepala BPPAUD dan Dikmas Kalsel Ronny Gunarso dan Direktur RBP Dokter Diauddin MKes beserta jajaran pengelola.

Dalam sambutannya, Bunda Paud Hj Ririen Nadjmi Adhani menyampaikan bahwa sebanyak 65% karakter orang tua akan menurun ke anak. “Maka sebagai orang tua perlu memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Perbaikilah cara menjelaskan sesuatu. Jika anak sering dicacimaki dan ditakuti maka Ia akan belajar membenci dan hidup dengan gelisah. Namun, kalau anak merasa aman maka Ia akan tumbuh percaya diri dan dihargai,” terangnya. “Pemerintah telah memberikan dukungannya dengan mencanangkan Kota Banjarbaru sebagai kota layak anak. Mari jaga anak-anak kita karena mereka lah generasi penerus bangsa,” lanjutnya lagi.

Ririen juga mengapresiasi kegiatan parenting dari Himpaudi dan RBP tersebut. “Terima kasih atas upayanya untuk berbagi ilmu dan pengalaman parenting kepada masyarakat khususnya yang ada di Palam ini sebagai wilayah perbatasan,” pungkasnya.

Ketua Himpaudi Kota Banjarbaru Nurhayati menerangkan bahwa gerakan parenting merupakan aksi nyata dari Himpaudi. “Tujuannya bukan hanya mendidik tapi juga membuka pola piker orang tua dan masyarakat agar dapat memberikan contoh, pengalaman yang baik dan benar,” ujarnya.

Direktur RBP Dokter Diauddin juga berterima kasih atas kepercayaan Himpaudi Kota Banjarbaru yang telah mau bersinergi dengan RBP mengedukasi masyarakat selama 8 bulan terakhir. “Prinsip kami jangan pernah ragu saling membantu karena manfaatnya pasti akan terasa. Sekarang ataupun nanti,” ucapnya. Diauddin juga berharap sinergi bisa terus berlanjut. Hal ini ternyata diamini oleh Kepala BPPAUD dan Dikmas Kalsel Ronny Gunarso yang berharap bisa bekerjasama kembali melaksanakan seminar lanjutan.

H Muhammad Sidik WS SPd MM selaku narasumber dalam kegiatan itu tidak hanya memberikan ilmu tentang pendidikan dan pengasuhan anak yang benar, tapi juga mengajak para ibu-ibu yang hadir bernyanyi dan menonton film bersama. Sebanyak 70 peserta kegiatan terlihat begitu antusias mendengarkan. “Alhamdulillah menjadi terbuka pikiran tentang bagaimana mendidik dan mengasuh anak yang benar,” aku Nor Azizah, warga Palam yang juga ibu dari Habibah (18 bulan) dan M Najmi (5 tahun) itu sembari tersenyum.

Selain menggelar gerakan pendidikan keluarga, semarak 12 tahun Himpaudi juga diramaikan dengan senam bersama warga dan lomba karya nyata guru. (en)