Berbuatlah yang Terbaik

Byadmin

Berbuatlah yang Terbaik

Oleh : Yohandromeda Syamsu (Alm)

Sebagai orang beriman, selayaknya kita kembalikan ke Allah Swt dan Rasulnya segala permasalahan yang kita hadapi. Dari petunjuk-Nya pulalah kita berharap bisa memperoleh solusi dari berbagai deraan kesulitan. Nampaknya, kunci jawaban dari permasalahan sebenarnya juga telah disiapkan oleh Allah swt. Yang maha tahu atas segala sesuatu, sebelum permasalahannya sendiripun ada. Kunci tersebut terdiri dari tiga hal antara lain kunci pertama, pertolongan hanya datang dari Allah. Dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 160 Allah Swt berfirman bahwa, “Apabila Allah menolong kamu sekalian? maka tidak akan ada yang mengalahkanmu, dan apabila Dia meninggalkanmu siapa yang akan menolongmu kemudian. Hanya kepada Allahlah orang beriman berserah diri”. Ayat yang begitu jelas tersebut mengingatkan kita bahwa pertolongan tidaka akan datang dari manapun/siapapun selain Allah. Hanya dari Allah-lah pertolongan akan datang.

Kunci kedua, Allah hanya akan menolong yang menolong-Nya. “Hai orang-orang beriman, Apabila kamu menolong Allah, Dia akan menolongmu dan teguhkanlah langkah kakimu” (QS. Al-Hajj: 40). Allah yang maha kuasa tidak membutuhkan pertolongan dari makhluknya, tetapi orang-orang yang menolong agama-Nya, menegakkan kalimatNya, menerapkan syari’ah adalah orang-orang yang disebut sebagai menolong Allah dan yang berhak atas pertolongan-Nya.

Kunci ketiga, pertolongan Allah hanya datang kepada orang-orang yang beriman. “Dialah yang membantu kamu melalui pertolongan-Nya dan melalui orang-orang beriman” (QS. Al-Anfal: 62). Berbagai peristiwa disebutkan Allah dalam Al-Quran untuk mendemonstrasikan pertolongan-Nya bagi kaun mukminin. Misalnya dalam perang Badr, Al-Khandaq dan Hunain Allah menurunkan malaikat-Nya untuk menolong kaum mukminin (QS. Al-anfal: 12). Pada kesempatan lain Allah mengirimkan pertolongan-Nya berupa angin dan tentara-tentara yang tidak terlihat, “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni’mat Allah  kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya . Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Ahzab: 9)

Dari ketiga kunci tersebut nampak bahwa hukum sebab akibat bahwa pertolongan Allah hanya untuk orang beriman, oleh orang beriman (yang menolong agama-Nya, kemudian ditolong oleh-Nya). Jadi tidak serta merta turun dari langit, tetapi memerlukan upaya tangan-tangan orang beriman di bumi. Cara yang lain untuk melihat tiga kunci tersebut adalah dengan mengurutkannya dari bawah yaitu kita menguatkan Iman kita, kemudian kita mau mulai menolong Agama-Nya, baru kemudian bisa berharap pertongan Allah akan datang.

Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Abdullah bin Humaid, Abu Daud, At-Tirmidzy, An-Nasa’y, Ibnu Majah, Ad-Daruquthny, Al-Baihaqy, dan Abu Ya’la mentakhrijkan dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata, “Setelah Abu Bakar menjadi khalifah, dia naik ke atas mimbar, lalu menyampaikan pidato. Setelah menyampaikan pujian kepada Allah, Abu Bakar berkata, “Wahai semua manusia, tentunya kalian juga membaca ayat ini, ‘Hai orang orang yang beriman, jagalah diri kalian”.

Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk, (QS Al-Maidah : 105), namun kalian meletakkan ayat ini bukan pada tempatnya. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya apabila manusia melihat kemungkaran dan mereka tidak mau merubahnya, maka Allah akan menyegerakan siksa yang menyelingkupi mereka semua”.

Ath-Thabrany mentakhrijkan dari Thariq bin Syihab, dia berkata, “Itris bin Urqub Asy-Syaibany menemui Abdullah ra. seraya berkata, “binasalah orang yang tidak menyuruh kepada yang ma’ruf dan tidak mencegah dari yang mungkar”. Abdullah ra. meralat ucapannya dengan, “Bahkan binasalah orang yang tidak memperlihatkan yang makruf dan tidak mengingkari yang mungkar”.

Pesan yang disampaikan oleh Abu Bakar Ash Shidiq merupakan pesan relevan sepanjang zaman. Sebagai pemimpin, Khalifah Abu Bakar sangat tahu kondisi rakyatnya. Besarnya amanah yang diberikan rakyatnya, membuat Abu Bakar berhati-hati dengan apa yang dipimpinnya. Dalam pesan itu, menandakan timbal balik nasehat dari pemimpin dengan mereka yang dipimpin merupakan hal yang penting. Ini untuk menjaga agar penyelewengan yang terjadi di masyarakat, bisa segera diatasi. Bahkan segera dibersihkan agar tidak mencapai pada tahap bahaya laten. Sehingga kebiasaan saling menasehati antara pemimpin dan rakyatnya menjadi satu budaya yang baik. []

About the author

admin administrator

Leave a Reply