MAKNA DIBALIK MUSIBAH/COBAAN

Byadmin

MAKNA DIBALIK MUSIBAH/COBAAN

Oleh Ibnu Sina

Belum selesai musibah saudara kita di Lombok, kemarin terjadi lagi gempa menimpa saudara kita di Palu dan Donggala. 8 hal makna dibalik musibah yang perlu kita renungkan

Pertama, musibah merupakan salah satu sunah (ketetapan) Allah yang bersifat kauniyyah qadariyyah (qadar Allah terhadap alam semesta). Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah [2] : 155)

Kedua, cobaan merupakan tanda keimanan. Di dalam hadis disebutkan : “Seseorang akan diuji sesuai kadar keimanannya. Siapa yang imannya tinggi, maka ujiannya pun berat, dan siapa yang imannya rendah maka ujiannya disesuaikan dengan kadar imannya. Ujian ini akan tetap menimpa seorang hamba sampai ia berjalan di bumi tanpa membawa dosa.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, cobaan adalah salah satu tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya cobaan, dan Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barang siapa yang ridha, maka ia akan mendapatkan keridhaan-Nya dan barang siapa yang kesal terhadapnya, maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, Tirmidzi menghasankannya)

Keempat, cobaan merupakan salah satu tanda kebaikan yang diberikan oleh Allah kepadanya. Rasulullah SAW bersabda : “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, maka Allah akan mempercepat hukuman di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan bagi hamba-Nya maka ditahan hukuman itu karena dosa-dosanya sehingga ia mendapatkan balasannya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

Kelima, musibah sebagai penebus dosanya, meskipun bentuknya kecil. Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya, meskipun hanya terkena duri.” (HR. Bukhari)

Keenam, sebagai peringatan terhadap dosa-dosa yang ada. Allah SWT berfirman: “Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada Allah).” (QS. Al A’raaf [7] : 168).

Ketujuh, Sebagai jalan menuju syurga dengan bersabar ketika mendapat musibah atau cobaan. Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman: “Apabila Aku memberi cobaan kepada hamba-Ku dengan (dijadikan buta) kedua mata yang dicintainya, ia pun bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedelapan, Membawa keselamatan dari api neraka dan membersihkan dosa-dosa. Rasul SAW bersabda tentang penyakit demam : “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka.” (HR. Al Bazzar, Silsilah Ash Shahiihah no. 1821).

Di dalam hadis lain disebutkan, bahwa Rasul SAW apabila menjenguk orang sakit berkata kepadanya, “Laa ba’sa thahuur insya Allah.” Artinya: Tidak apa-apa, penyakit itu akan membersihkan (dosa-dosamu) insya Allah. (HR. Bukhari)

Selain itu, bagi yang tidak terkena musibah juga akan membuat dirinya peka terhadap musibah yang menimpa saudaranya, sehingga ia pun mau membantu saudaranya.

Di dalam hadis qudsi disebutkan, bahwa Allah akan berfirman kepada anak cucu Adam pada hari kiamat: “Wahai anak Adam, Aku sakit, namun mengapa kamu tidak menjenguk-Ku?” Anak Adam menjawab, “Ya Rabbi, bagaimana aku menjengukmu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?” Allah berfirman, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Kalau sekiranya kamu mau menjenguk, tentu kamu akan mendapati-Ku di dekatnya. Wahai anak Adam! Aku meminta makan kepadamu, namun mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?” Ia berkata: “Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” Allah berfirman, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya. Kalau sekiranya kamu mau memberi, tentu kamu akan mendapatkan yang demikian di sisi-Ku. Wahai anak Adam! Aku meminta minum kepadamu, namun mengapa kamu tidak memberi-Ku minum?” Ia berkata, “Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” Allah berfirman, “Hamba-Ku si fulan telah meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya. Kalau sekiranya kamu mau memberinya minum, tentu kamu akan mendapatkan yang demikian itu di sisi-Ku.” (HR. Muslim)

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesabaran kepada saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan juga memudahkan kita semua untuk tergerak membantu saudara-saudara kita. Aamiin yaa Rabb…

Allahu a’lam bish-shawab…

About the author

admin administrator

Leave a Reply