Momen Terbaik

Byadmin

Momen Terbaik

Oleh : Yohandromeda Syamsu

Bagaimana persiapan kita dalam menghadapi kepanikan hari kiamat? Itulah hari yang amat menakutkan. Hari dimana manusia bagai anai-anai yang bertebaran, sedang gunung-gunung bagai bulu yang diterbangkan. Ilustrasi kecil, mungkin bisa dilihat dari episode gempa bumi & tsunami yang Allah timpakan kepada saudara-saudara kita di Sulawesi.

Manusia harus banyak melakukan amal kebaikan. Amal kebaikan itu beragam bentuknya. Shalat, shaum, zakat, haji, membantu orang yang berkesusahan, mengasuh anak yatim, membaca Al Qur’an dan lain-lain, itu semua adalah bentuk kebaikan. Karenanya, dengan umur yang tersisa alangkah baiknya jika kita sebagai manusia memperbanyak kebaikan dan menyibukkan diri dengannya.

Salah satu potensi yang dimiliki manusia dan dapat dijadikan sebagai wasilah (jalan) kebaikan adalah beribadah dengan harta. Harta yang dimiliki oleh seorang manusia dapat membawa dirinya pada perilaku ketaatan. Dengannya ia dapat melakukan zakat, infaq, sedekah, hibah, waris, kafarat, waqaf, dan banyak lagi yang bisa dikerjakan.

Memang, pola sejati diri manusia adalah cinta terhadap harta. Namun meski demikian, manusia pun harus menyadari bahwa harta tidak akan ia bawa mati. Harta akan habis dan sirna. Bila bukan dirinya yang akan menghabiskan harta yang ia miliki, boleh jadi harta tersebut akan habis oleh orang lain atau anak keturunannya sendiri.

Bila demikian jalan ketentuannya, mengapa harta tersebut tidak kita investasikan atau kita jadikan “asuransi jiwa” yang dapat menyelamatkan hidup kita pada kekacauan dan kepanikan hidup pada hari kiamat dan akhirat kelak? Memang, banyak manusia yang lebih menyukai keselamatan dunia ketimbang akhirat karena memang mereka hidup di dalamnya. Namun meski bagaimana, menurut Baginda Nabi Muhammad Saw, bukanlah orang yang bijak yang tidak bisa menundukkan hawa nafsunya dan tidak berbuat demi keselamatan akhirat kelak. Karenanya, selagi berkesempatan maka raihlah peluang kebajikan itu sebelum ia sirna.

Jangan sampai apa yang menimpa Tsa’labah menimpa kita. Itulah hasil dari ulah manusia yang melalai-lalaikan momen. Kesempatan berbuat kebaikan ada saat-saatnya. Bila itu terlewatkan maka penyesalanlah yang akan berlaku pahit terhadap dirinya. Camkan sebuah pesan dari baginda Rasulullah Saw dalam hadits berikut: “Bersedekahlah kalian, mungkin saja nanti ada seseorang yang membawa harta sedekahnya. Kemudian orang yang hendak ia berikan berkata padanya, ‘Kalau saja harta ini Anda bawa kemarin, pasti sudah kami terima. Sedang sekarang, aku tidak membutuhkannya lagi’ Orang itu pun tidak menemukan pihak yang dapat menerima harta sedekahnya lagi.” (HR. Muslim)

Saat ini, etalase kemanusiaan dan kedermawanaan ada di Lombok dan Sulawesi. Alhamdulillah, telah banyak yang peduli dan ikut berbagi. Bagi yang belum sempat, sebaiknya segerakan. Niatkan semuanya untuk kebaikan dan keridhaan Allah Swt, itu akan membawa kemudahan dan keberkah bagi hidup selanjutnya.

Selagi kesempatan itu masih terbuka dan kita miliki, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Belanjakanlah harta kita di jalan Allah Swt! Sebelum datangnya hari yang tiada lagi jual-beli dan persahabatan. Semoga kita semua diselamatkan dalam kekacauan di hari itu… amien.

About the author

admin administrator

Leave a Reply