PEMUDA BERKUALITAS

Byadmin

PEMUDA BERKUALITAS

Oleh Ibnu Sina

Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia, memuat banyak sekali kisah teladan orang-orang terdahulu, sebagian besarnya adalah kisah para nabi. Kebanyakan kisah tersebut bukanlah saat para nabi telah menua, melainkan saat mereka masih muda.

Misalnya, kisah Ibrahim muda, yang mengajak kaumnya berlogika menemukan Tuhan Yang Maha Esa : “Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim” (QS. Al Anbiya’ [21] : 60).

Kemudian kisah Yahya muda, yang semenjak kecil telah dikaruniai hikmah dan kebijaksanaan : “Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh” Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak” (QS. Maryam [19] : 12).

Lalu, kisah Nabi Yusuf yang menjadi pejuang kebenaran semenjak mudanya : “Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu…” (QS. Yusuf [12 : 22).

Ada lagi, kisah Ismail muda, yang begitu hebat meyakini perintah Allah dan taat kepada ketentuan-Nya : “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka  pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (smail) menjawab, “Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” (QS Ash Shaffat [37] : 102).

Demikian pula, kisah para pemuda Ashabul Kahfi, legenda remaja yang mempertahankan aqidah tauhid : “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka” (QS. Al Kahfi [18] : 13). Dan, masih banyak lagi kisah para pemuda lainnya.

Ini menjadi bukti bahwa masa muda merupakan masa vital dan produktif untuk berkarya.

Bahkan, Bung Karno, pernah berorasi, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Namun ironisnya, saat ini pelajar di Indonesia dihadapkan pada banyak permasalahan. Di antaranya adalah masalah ketidakjujuran akademik, pergaulan yang kelewat batas, kenakalan yang berujung pada tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain.

Permasalahan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sudah mewabah secara sistemik hingga ke pelosok desa. Setidaknya ada empat usaha nyata untuk mengembangkan kualitas kaum muda.

Pertamamematangkan spiritualitas kaum muda.

Pemuda dengan spiritualitas yang baik tidak akan pernah membiarkan dirinya terkontaminasi oleh hal-hal buruk dan tak bermoral yang mengganggu stabilitas sosial.

Spiritualitas juga memberi kekuatan kepada seseorang sehingga ia akan tunduk, patuh, dan takut, hanya kepada Allah. Inilah yang oleh para ulama disebut dengan muraqabah (merasa selalu diawasi oleh Allah). Jika muraqabah ini tertanam kuat dalam jiwa setiap kaum muda, niscaya kelak mereka akan tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah.

Kedua, memotivasi pemuda agar tidak berhenti mencari ilmu.

Tidak ada manusia yang tinggi derajatnya dan mampu mengubah dunia tanpa dibekali dengan ilmu. Demikian pula tidak ada pemimpin hebat yang tidak dipondasi dengan ilmu. Tidak mengherankan jika wahyu yang diterima pertama kali oleh Nabi Muhammad Saw adalah perintah untuk berilmu.

Sayangnya, semangat belajar pemuda belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih banyak yang semangat belajarnya hanya berorientasi pada angka-angka di dalam raport atau ijazah. Padahal, hakikat ilmu itu ada pada apa yang terserap dan tertanam di dalam hati dan kepribadian sehari-hari.

Sebagai calon pemimpin masa depan, sudah selayaknya pemuda tidak henti-hentinya membekali diri dengan ilmu. Umar bin Khattab pernah berkata: “Belajarlah kalian sehingga berilmu sebelum kalian menjadi pemimpin.

Ketiga, menanamkan keluhuran akhlak.

Masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan hawa nafsu. Di antara misi utama Rasulullah Saw adalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak? Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).

Keempatmembekali pemuda dengan aneka keterampilan dan keahlian.

Modernisasi menjadi tantangan bagi kaum muda berkompetisi dengan bangsa lain. Oleh karena itu, selain membekali diri dengan spiritualitas, ilmu, dan akhlak, mereka juga harus membekali diri dengan aneka keahlian dan keterampilan, yang sering disebut pula dengan istilah life skills (kecakapan hidup).

Tentang profesionalitas ini, Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja ia mengerjakannya secara profesional.” (HR. Thabrani dan al-Baihaqi)

Oleh karena itu, para pemuda tidak boleh putus harapan. Tidak boleh menjadi pemuda yang mudah frustasi dan pesimistis. Karena, dalam jiwa pemuda terdapat jantung yang terus berdetak kencang. Ada darah yang mengalir deras dengan dada yang terus berkobar. Ada semangat yang terpendam seperti api dalam sekam. Terus membara sampai batu bata menjadi merah dan mengokohkan bangunan-bangunan megah, simbol kemajuan.

Semoga Allah memberi kekuatan dan kemudahan kepada kita dalam mewarisi tongkat kepemimpinan para tetua sehingga menjadikan bangsa ini bermartabat dan berjaya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin..

About the author

admin administrator

Leave a Reply