PENYEBAB TERJADINYA BENCANA

Byadmin

PENYEBAB TERJADINYA BENCANA

Oleh : Ibnu Sina

Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini pasti ada sebabnya, karena begitulah sunnatullah yang berjalan di alam ini. Termasuk bencana-bencana yang menimpa manusia tiada henti bahkan datang silih berganti juga ada sebabnya. Lanjutkan membaca agar sahabat tahu apa sebenarnya sebab-sebab munculnya bencana di tengah-tengah manusia.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rh bertutur: “Tidaklah sesuatu itu terjadi baik di dunia maupun di akhirat kecuali ada sebabnya.”

Kesempitan hidup, gempa bumi, letusan gunung, tsunami, kemiskinan, pertikaian dan kezaliman antar sesama terus terjadi, kezaliman para pemimpin, munculnya beragam penyakit yang kronis lagi membinasakan, sulitnya ketenangan dan keamanan dirasakan dan sederet musibah dan bencana lainnya yang datang silih berganti tiada henti. Semua itu terjadi bukan secara tiba-tiba tanpa ada sebab.

Ketahuilah bahwa setiap musibah dan bencana yang menimpa kita dan menimpa saudara-saudara kita tidak lain kecuali disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia sendiri, ulah tangan kita sendiri, disebabkan oleh maraknya kemaksiatan dan pembangkangan terhadap sang pencipta.

Allah SWT berfirman : “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut [29] : 40)

Rasul SAW bersabda : “Tidaklah kekejian dilakukan pada suatu kaum secara terang terangan melainkan akan tersebar diantara mereka wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada orang-orang sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah, al-Baihaqi dan lain-lain).

Tidaklah kerusakan yang terjadi baik di darat maupun di laut melainkan karena ulah tangan manusia.

Firman Allah SWT : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Rum [30] : 41).

Al-Imam Ibnul Qayyim menjelaskan: “Bahwa yang dimaksud kerusakan dalam ayat ini adalah kekurangan, keburukan dan bencana-bencana yang dimunculkan oleh Allah  di muka bumi akibat maksiat para hamba-Nya.”

Allah hanya memberi balasan atas sebagian dari keburukan yang dilakukan seorang hamba dan Allah memaafkan sebagian besar dari keburukan yang kita lakukan.

Allah SWT berfirman : “Dan apa saja musibah yang menimpa kalian, adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura [42] : 30).

Dan sekiranya Allah swt menyiksa manusia atas semua keburukan dan kemaksiatan yang dilakukannya, maka sungguh akan binasa semua yang ada di muka bumi.

Allah SWT berfirman : “Dan kalau Sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya (disebabkan semua keburukan yang dilakukannya), niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk melatapun, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; Maka apabila datang ajal mereka, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (QS. Fatir [35] :  45).

Ali bin Abi Tholib berkata:“Tidaklah suatu bala’ atau musibah itu datang kecuali disebabkan oleh dosa dan tidaklah bala’ itu diangkat kecuali dengan taubat.”

Bencana demi bencana itu akan terus terjadi tiada henti, kecuali jika manusia kembali kepada Allah SWT.

Bencana demi bencana akan datang bertubi-tubi, kecuali jika kita meninggalkan kemaksiatan kepada Allah swt  sang pencipta langit dan bumi.

Musibah-musibah itu akan terus datang silih berganti kecuali jika kita bangkit dan berjuang mendakwahkan aqidah Islam yang murni.

Bencana demi bencana akan selalu mengintai kita kecuali jika kita kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah Nabi dengan merealisasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tidak ada jalan lain kecuali segera berlari menuju Allah swt. Tidak ada tempat berlari kecuali kepada Allah. Tidak ada tempat kembali kecuali kepada Allah swt , maka segeralah kembali kepada-Nya sebelum semua itu terlambat.

Allah SWT berfirman : “Maka segeralah berlari kepada (mentaati) Allah. (QS. Az-Zariyat [51] : 50).

Dan salah satu jalan untuk menghilangkan atau meminimalisir kemungkaran-kemungkaran yang ada adalah dengan dakwah ilallah. Dan seorang dai ilallah harus membekali dirinya dengan ilmu syari agar tidak terjadi pelanggaran dalam melaksanakan amal mulia ini.

Semoga Allah swt menjadikan kita orang-orang yang sadar akan realita yang memprihatinkan ini sehingga tumbuh dan membara semagat juang pada diri-diri kita. Dan mudah-mudahan Allah swt menjaga kita dan keluarga kita dari kemaksiat dan dosa. Dan dijadikan kita semua para pewaris surga firdausil a`la, Amin.

About the author

admin administrator

Leave a Reply