Dapur Amanah, Dapurnya Ibu-ibu Penebar Berkah

Byadmin

Dapur Amanah, Dapurnya Ibu-ibu Penebar Berkah

Sedih melihat kekurangan orang lain sudah menjadi naluri manusia kebanyakan. Namun, berapa banyak yang kemudian tergugah dan mampu berempati? Komunitas Dapur Amanah menjadi salah satu contoh konkrit wujud empati kepada kaum duafa. Komunitas yang dimotori oleh Nadia Susanti, warga Banjarbaru, selama lebih dari tiga tahun secara rutin membagikan nasi bungkus gratis untuk warga tidak mampu.

“Awalnya saya dan keluarga saja dan jumlahnya juga sedikit, kami bagikan kepada buruh-buruh di Pasar Martapura. Lama-lama banyak yang ikut bergabung,” cerita Ibu berusia 45 tahun itu menggebu.

Nadia tak pernah menyangka, apa yang telah dimulainya menjadi aksi yang terus mengalir. Niat iseng berbagi foto di sosial media ternyata ditanggapi antusias jejaring teman-temannya. Satu-satu menghubunginya untuk bisa terlibat dalam aksi berbagi nasi bungkus gratis itu. “Ada yang nitip sebungkus, 2 bungkus sampai 5 bungkus. Alhamdulillah makin banyak yang bisa kami bantu,” ujarnya. Sebungkus dihargai nominal sebesar Rp 10ribu saja.

Bukan tak ada rintangan, Nadia tak jarang mendapatkan kritikan tentang aksinya tersebut. Kalau berbuat baik itu tidak usah pamer. Kalau dipamerin bukannya malah riya?.

“Niat saya cuma ngajak orang lain berbuat baik, kalau dikritik diamkan saja. Yang penting saya sudah berbuat,” jawabnya masih dengan senyuman di wajahnya.

Nadia memang hanya ibu rumah tangga biasa, namun kreatifitasnya telah terasah zaman. Makin banyak donasi yang dititipkan, membuatnya makin berkreasi. Nasi bungkus yang awalnya Ia beli akhirnya dimasak sendiri dengan memberdayakan warga tak mampu. “Saya cari tukang masak, beli bahan-bahan sendiri, ternyata lebih irit. Sisa donasi saya bikin program sosial yang lain,” terang Nadia. Maka, terbantulah Ani, seorang ibu rumah tangga beranak 7 yang tinggal di Martapura. Suami Ani bekerja serabutan, jadi sebelum menjadi tukang masak di Dapur Amanah, Ani banting tulang bekerja apa saja sampai ke Banjarmasin. “Alhamdulillah ketemu Bu Nadia dan diberi pekerjaan yang penuh berkah ini,” ungkap Ani syahdu. Ani juga mendapatkan pinjaman tanpa bunga untuk modal usaha warung kelontong di rumahnya. Kini Ani tak perlu kesana kemari mencari nafkah membantu suami.

Selain Ani, Nadia juga dibantu Mita, Ulfa, dan asisten rumah tangganya Eva. Setiap jumat pagi mereka bergelut dengan waktu demi mengisi perut-perut warga tak mampu.

Lelah kah? Nadia hanya tersenyum. “Alhamdulillah setiap mau ketemu jumat kami malah semakin semangat. Menjemput berkah sedekah,” ucapnya sumringah. Mita yang juga sepupunya bertutur tentang hikmah sedekah yang Ia saksikan. “Ada teman saya rutin donasi dua bungkus tiap minggu dengan nazar supaya bisa hamil lagi. Alhamdulillah tiga bulan kemudian Ia positif hamil,” kenang Mita.

Ya. Ternyata kebaikan sedekah melahirkan banyak kebaikan lainnya. Tak hanya duafa yang tersenyum karena bisa menyisihkan uang makannya hari itu, tapi juga buah yang tak terkira bagi yang memberi.
Tak ingin merasakan indahnya kebaikan itu sendiri, Nadia juga menebar bagi nasi bungkus gratis ke daerah lain yaitu Malang, Yogya, Solo, dan Blitar. “Saya senang makin banyak yang mengikuti jejak, tapi kalau numpuk kan jadi mubazir. Makanya saya bagi-bagi ke daerah lain,” terang wanita lulusan STIE Banjarmasin itu.

Aksi-aksi kece lainnya pun bertebaran. Sembako gratis untuk warga tak mampu, pompa untuk langgar atau masjid, air minum gratis untuk musola atau masjid, sampai bantuan modal usaha untuk duafa.

Dapur Amanah pun bersinergi dengan Sahabat Kalsel. Nadia yang hobi bercocok tanam itu mengaku sangat senang ketemu dengan forum relawan tersebut. “Kami bersinergi membantu rumah singgah anak kanker di Banjarmasin. Wah ternyata makin menyenangkan ya kalau bersama-sama,” ucapnya.

Dapur Amanah hanya satu contoh begitu hebatnya kebaikan sedekah. Donasi 10ribu bisa melahirkan puluhan kebaikan. Melahirkan ratusan senyuman. Yang perlu kita lakukan hanyalah berbuat sekarang juga dan jangan pernah berhenti. Biarkan semua menjadi investasi abadi. Biar Allah Sang Maha Kaya yang memberi nilai akhir nanti. (en)

About the author

admin administrator

Leave a Reply