Rayakan Milad ke-14, RBP Suguhkan Parade Layanan Kesehatan Gratis Serta Posko Charity for Sulawesi

Byadmin

Rayakan Milad ke-14, RBP Suguhkan Parade Layanan Kesehatan Gratis Serta Posko Charity for Sulawesi

Penulis : Nadia Susiyana dan Elma Apriliani

Gelaran parade layanan kesehatan gratis pada Minggu (7/10) lalu dalam rangka puncak perayaan Milad Radar Banjar Peduli (RBP) ke-14 yang bertajuk “Bahagiakan Banua” berlangsung meriah. Ratusan orang memadati setiap stand layanan yang disediakan di Lapangan Murjani Banjarbaru. Senyum dan kebahagiaan terpancar di setiap wajah, baik warga yang hadir maupun para relawan medis yang memberikan layanan kesehatan gratis.

Pada perayaan Milad ini, RBP memberikan penghargaan kepada mitra-mitra sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka dalam program-program RBP. “Alhamdulillah, kita sangat bersyukur sekali bahwa dengan dukungan warga banua sekalian, RBP sudah bisa mencapai usia 14 tahun, mudah-mudahan panjang umur,” ungkap Direktur RBP dr Diauddin. Proses pemotongan tumpeng pun dilakukan oleh Direktur RBP didampingi Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan selaku Pembina RBP, Ketua DPRD Kota Banjarbaru H Ar Iwansyah, kepala dinas Diskominfo Kab Banjar Dr Ir H M Farid Soufian Ms serta Pengurus RBP dan disaksikan seluruh tamu undangan.

“Bagi saya, sejauh ini RBP telah memberikan sumbangsih yang banyak bagi Banua, khususnya bagi masyarakat di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya,” ucap Muhammad Huda (19), salah satu pengunjung stand parade layanan kesehatan gratis tersebut. “Satu diantara sekian program RBP yang sering saya rasakan adalah pelayanan cek kesehatan setiap minggu pagi. Yang saya tau, itu merupakan hasil kerjasama antara Poltekkes dan RBP. Habis olahraga terus cek kesehatan, kan bagus ada kesempatan kayak begini,” sambung laki-laki kelahiran Barabai itu sambil tersenyum sumringah.

 

Klinik Halim Medika

Klinik Halim Medika turut meramaikan gelaran parade layanan kesehatan gratis RBP  Minggu (7/10) lalu dengan membuka layanan pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan laboratorium ringan berupa tes kolesterol, asam urat dan gula darah. “Ini kali kedua kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan RBP. Tujuan dari kegiatan ini kan bagus, fokusnya membantu pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa. Apalagi salah satu tujuan kegiatan ini kan untuk membantu korban bencana, jadi saya sangat mengapresiasi sekali,” ujar Dokter Halim, pemilik Klinik Halim Medika.

Klinik Utama Halim Medika ini merupakan klinik khusus penyakit dalam yang beralamat di Jalan Kelinci I Banjarbaru. Klinik dengan nomor izin operasional 543 Tahun 2016 ini menyediakan layanan berupa praktek dokter spesialis, praktek dokter gigi, layanan rawat inap dan rawat jalan, apotek halim medika, laboratorium halim medika,  rawat luka diabetes dan kanker, fisioterapi dan penyuluhan komplementer.

 

Laboratorium Klinik Prodia Banjarbaru

Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada tanggal 7 Mei 1973. Sejak awal, seluruh pendiri menjaga komitmen untuk mempersembahkan layanan pemeriksaan kesehatan yang terbaik dan berkualitas. Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 120 kota di seluruh Indonesia, salah satunya di Banjarbaru. Keunggulan Prodia ada pada pemeriksaan laboratorium dari segi kualitas peralatan yang digunakan sudah bersertifikasi dan SDM pengujinya pun sudah profesional.

Keterlibatan Prodia dalam parade layanan kesehatan gratis RBP diakui Marketing Laboratorium Klinik Prodia Banjarbaru Rina Nurjanah menjadi pengalaman perdana mereka. Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pembagian voucher gratis ataupun diskon, edukasi tentang kesehataan disertai dengan doorprize menambah daya tarik stand mereka. “Semoga kami bisa terus berpartisipasi pada kegiatan RBP selanjutnya karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan kami siap membantu,” Ucap Rina bersemangat.

 

Rumah Sakit Umum Mawar

Stand RSU Mawar yang menyediakan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol juga dikerumuni warga. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan. “Kegiatan ini sangat bagus dan positif karena mempersembahkan layanan kesehatan secara gratis untuk berbagi kepedulian kepada masyarakat luas, semoga kedepannya terus berlanjut,” harap Sri Handayani mewakili manajemen RSU Mawar.

RSU Mawar yang bertempat di panglima batur Banjarbaru ini sudah berdiri sejak tahun 2006. Keunggulan RSU Mawar ada pada layanan spesialis saraf bersama Dokter Indah Rusmiati SpS dan pengobatan stroke bersama Dokter Henike. Selain itu, Rumah Sakit ini juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)  Kota Banjarbaru untuk memberantas dan menyembuhkan para pecandu narkoba dengan memberikan penyuluhan tentang penyalahgunaan narkoba ke sekolah-sekolah.

Rumah Sakit Pelita Insani

Menjadi bagian dalam parade layanan kesehatan gratis RBP ternyata juga memberikan kesan bagi RS Pelita Insani. Marketing RS Pelita Insani Gusti Eksir Machfuyana mengaku kegiatan yang dilaksanakan RBP ini sangat bermanfaat bagi warga banua. “semoga bisa diperluas lagi jangkauan tempatnya, misalnya di gubernuran atau tempat yang strategis lagi supaya semua seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan pelayanan yang memuaskan oleh lembaga disekitarnya seperti RBP ini dan kami bisa ikut turut membantu lagi dalam kegiatan sosial berikutnya,” ucapnya.

Salah satu keunggulan Rumah sakit yang terletak di Sekumpul Martapura ini adalah memprioritaskan pasien tidak mampu. Hal ini dibuktikan dengan adanya layanan operasi katarak gratis,  sunatan massal gratis,  Tubektomi (khusus untuk wanita yang ingin ber KB), dan operasi bibir sumbing gratis.

 

Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Keseruan juga terlihat di stand Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Mitra peduli RBP yang rutin lakukan pelayanan kesehatan setiap Minggu pagi di Murjani ini menyediakan  layanan pemeriksaan tanda-tanda vital, konsultasi kebidanan, konsultasi gizi, konsultasi perawatan gigi dan pemeriksaan laboratorium ringan berupa pemeriksaan kolesterol, asam urat dan gula darah. Tahun ini, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin kembali menghadirkan beberapa jurusan dengan mengirimkan dua hingga tiga orang perwakilan mahasiswanya untuk memberikan pelayanan kesehatan.

“Kalau saya pribadi, ini kedua kalinya saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan RBP. Senang sekali rasanya, ditambah rasa bangga karena bisa berguna bagi masyarakat seperti dalam kegiatan ini. Kan ini hari libur, daripada hanya uring-ringan di kost, saya pikir lebih baik ikut kegiatan yang bermanfaat,” ujar Radiny Audia, mahasiswa tingkat akhir dari prodi DIII Analis Kesehatan. “Dari tiga jenis pemeriksaan laboratorium ringan yang ada, biasanya yang banyak dicari masyarakat itu cek kolesterol, berhubung jumlah stiknya terbatas, jadi kadang ada yang tidak kebagian.,” tutup perempuan bertubuh mungil tersebut.

 

Akademi Keperawatan Pandan Harum Banjarmasin

Akper Pandan Harum juga menjadi salah satu mitra parade layanan kesehatan gratis RBP. Mitra peduli yang paling jauh ini menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Meski datang paling akhir, stand mereka juga ramai diserbu warga. “Saya berharap Akper Pandan Harum dapat menjalin kerjasama dan tetap menyambung silaturahmi dengan RBP untuk kegiatan sosial berikutnya, semoga RBP makin sukses dan tetap berguna bagi masyarakat banua,” ungkap Yusran, Salah satu Mahasiswa Akper Pandan Harum yang bertugas.

Tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial bersama RBP ini, Akper Pandan Harum juga sudah banyak melakukan kegiatan sosial berupa pemeriksaan gratis di berbagai tempat. Pelayanan gratis terakhir yang mereka lakukan sebelumnya adalah di pondok pesantren al -Falah Landasan Ulin Banjarbaru.

 

Charity Area “Banua Peduli Sulawesi”

Besarnya dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya menarik perhatian RBP dan seluruh masyarakat di Banua. Dalam perayaan Milad RBP ke-14, tak hanya suguhkan parade layanan kesehatan gratis, RBP juga dirikan stand bazar baju murah dan booth donasi sebagai bentuk kepeduliannya terhadap bencana alam yang menimpa Sulawesi.

“Indonesia saat ini sedang diuji berkali-kali, yang baru saja terjadi ada Palu-Donggala, sebelumnya ada Lombok di NTB. Alhamdulillah, ketika terjadi musibah di Lombok, RBP juga sudah langsung ke sana menyalurkan bantuan masyarakat yang dititipkan melalui kita. Kemudian pada musibah di Palu-Donggala kali ini, InsyaAllah kita akan mengumpulkan dana juga, setelah dana itu terkumpul, kita juga akan langsung berangkat ke sana dan didukung media juga nantinya untuk pertanggung jawabannya kepada masyarakat, ” tutur Diauddin.

Editor : Azizah

Byadmin

RBP Ajak Banua Peduli Sulawesi

Penulis : Nadia Susiyana

Gempabumi dengan kekuatan 7,7 SR telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jum’at (28/9) lalu pukul 17.02 WIB. Gempa berpusat pada kedalaman 10 km dengan jarak 26 km dari Utara Donggala Sulawesi Tengah mengakibatkan terjadinya tsunami menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

Guncangan dahsyat dan air laut yang naik setinggi 1 sampai 3 meter membuat wilayah Sulawesi Tengah menjadi kota mati. Jalur transportasi dan komunikasi lumpuh, rumah-rumah rusak, korban jiwa terus bertambah akibat tertimpa runtuhan gempa dan tersapu tsunami.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  BNPB mengabarkan, hingga Kamis (4/10) sore jumlah korban meninggal berjumlah 1.558 orang, 2.549 orang luka-luka, 65.733 rumah rusak dan 70.821 pengungsi yang tersebar di 147 titik pengungsian. Diperkirakan jumlah korban masih akan terus bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung.

Inilah yang terjadi pada saudara kita di Sulawesi. Mungkin tidak banyak yang bisa kita lakukan, tapi uluran tangan atas rezeki-rezeki yang diberikan Allah, insyaAllah memberi harapan pada korban yang terdampak. Direktur Radar Banjar Peduli (RBP) dr. Diauddin mengajak warga banua untuk peduli terhadap korban gempa dan tsunami di Sulawesi. “Bersama kita gandeng mereka menapaki tangga ujian ini, bahu membahu bangkitkan dan pulihkan Sulawesi. Semoga Allah memudahkan niat banua untuk membersamai Sulawesi” tuturnya.

 

Galang donasi melalui Charity Concert

Bentuk kepedulian yang besar terhadap gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah telah ditunjukkan Ardeval Swara Music Banjarbaru bersama Radar Banjar Peduli melalui “Charity Concert For Palu-Donggala”. Kegiatan penggalangan donasi ini telah diselenggarakan pada Sabtu (6/10) sejak pukul 16.00 WITA di Atrium Hall Q-Mall Banjarbaru. Penggalangan donasi yang bertajuk You Raise Me Up ini pun dibantu oleh relawan Himatekin ULM dan Sahabat Kalsel dengan membuka stand booth donasi agar memudahkan pengunjung yang ingin berdonasi.

“Persiapan dilakukan sematang mungkin, sudah dari jauh hari kami merencanakan untuk ikut melakukan penggalangan dana bagi korban bencana alam. Sesuai dengan harapan, tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaannya. Semoga saja donasi yang terkumpul dari Charity Concert ini bisa meringankan beban para korban gempa dan tsunami di Palu,” ujar Sri Lestari selaku Owner Ardeval Swara Music Banjarbaru.

 

RBP Juga Galang Donasi Saat Perayaan Millad ke-14

Dalam perayaan millad Radar Banjar Peduli yang ke-14 pun dilakukan penggalangan dana untuk disalurkan ke Donggala, Palu dan sekitarnya. Hal ini terlihat adanya stand Charity Area #BanuaPeduliSulaweisi yang berisi booth donasi untuk penerimaan donasi secara langsung dan bazar baju murah yang mana hasil penjualan akan didonasikan untuk Sulawesi.

“Kejadian gempa dan tsunami di Sulawesi terjadi beberapa saat sebelum RBP melaksanakan perayaan millad ke-14. Maka dari situlah RBP ingin lebih bermanfaat membantu saudara-saudara kita dengan mengadakan penggalangan dana sekaligus perayaan millad. Jadi seperti kata pepatah, sekali dayung dua sampai tiga pulau terlampaui,” ujar Achmad Ridho Indra selaku Manager Fundraising RBP sekaligus penanggung jawab acara.

Millad RBP ke-14 dengan tema “Bahagiakan Banua” yang terselenggara pada Minggu (7/10) sejak pukul 07.30 WITA di Lapangan Murjani Banjarbaru ini dimeriahkan pula dengan adanya Parade Layanan Kesehatan atas bentuk kolaborasi nan apik dari Akper Pandan Harum, RS Pelita Insani, Klinik Halim Medika, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dan RSU Mawar. Adapun bentuk pelayanan gratis ini berupa pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan lab ringan konsultasi kebidanan, konsultasi gizi, konsultasi perawatan gigi, cek tekanan darah, serta konsultasi penyakit dalam.

Editor : Azizah

Byadmin

Ayo Peduli !

Oleh : Yohandromeda Syamsu

Di kota suci Madinah, saat Rasulullah Saw masih hidup. Tersebutlah seorang pria miskin yang sedang melintas di sebuah kebun kurma. Hari itu ia merasa lapar. Tidak ada makanan yang dapat ia makan dan tidak ada harta yang ia miliki untuk sekedar membeli pangan.

Saat ia melintas di kebun kurma. Ia dapati ada sebuah pohon kurma yang amat subur. Daunnya rimbun dan buahnya menjuntai hingga hampir menyentuh tanah. Pria itu khilaf, sebab saat berjalan, hidungnya yang naas tertubruk dengan jumputan buah kurma yang ranum dan mengundang selera makan. Ia pun tak kuasa menahan diri. Ia petik sebuah kurma, lalu dimakanlah.

Sial, apa yang ia lakukan diketahui oleh pemilik kebun yang datang menghardik dengan mengacungkan parang. Ia pun tertangkap. Kesialan itu semakin bertambah, saat ia tahu bahwa pemilik kebun kurma itu adalah orang yang amat kikir.

“Aku akan bawa dan adukan kamu kepada Rasulullah. Biar tanganmu dipotong!” pemilik kebun itu berkata dengan nada tinggi dan mata mendelik. Si pria miskin tidak bisa berbuat banyak. Ia tahu dirinya salah. “Tapi, apakah tanganku harus dipotong hanya sebab sebuah kurma?” ia membatin. Ia pun pasrah saat digiring oleh pemilik kebun itu.

“Ya Rasul, potong tangan orang ini. Ia telah mencuri di kebunku!” pemilik kebun berkata kepada Rasulullah Muhammad Saw sambil menenteng pria miskin dengan sebelah tangannya.

“Apa yang sudah kau curi, wahai saudaraku?” Rasul Saw bertanya dengan penuh kesabaran. “Maafkan aku, ya Rasulullah! Aku telah mencuri sebutir kurma dari kebun bapak ini. Aku khilaf, ya Rasul. Aku lapar.” Pemuda itu mengiba.

Rasul Saw menghela nafas sejenak, kali ini pandangannya ditujukan kepada pemilik kebun, “Hmm… rupanya hanya sebutir kurma. Mengapa tidak kau infakkan saja kepadanya sehingga engkau akan mendapat kebaikan dan pahala berlipat?” Rasul bertanya dan menunggu jawaban dari pemilik kebun itu. “Tidak ya Rasulullah. Orang ini harus diberi pelajaran. Kalau dibiarkan nanti menjadi kebiasaan. Aku tidak mau menginfakkan kurma itu. Aku memilih agar orang ini dipotong saja tangannya!” ia menyergah.

“Infakkan wahai saudaraku…! atau maukah kau aku tawarkan yang lebih hebat lagi? infakkan pohon kurma yang lebat itu, dan engkau akan dapat surga karenanya?” Rasul menerbitkan senyum di sudut bibirnya tanda optimis menunggu respon dari pemilik kebun itu.

Sang pemilik kebun menerawang sesaat. Kepalanya diangkat ke arah langit. Ia menimbang-nimbang kebenaran janji surga dari Rasulullah Saw yang baru saja disebutkan untuknya. Terakhir, ia pun menghelakan nafas sambil berujar, “Surga, ya Rasulullah? Apakah sedemikian remeh kau tawarkan surga hanya dengan sebatang pohon kurma? Tidak. Aku tidak menginginkannya!” bantah pemilik kebun itu tak percaya.

Rasul Saw tersedak… Tak terbayang olehnya kekikiran yang dimiliki oleh salah seorang umatnya. Namun Allah Swt tidak akan membiarkan hati Rasul berubah sedih. Lalu terdengarlah tutur seorang pria yang juga turut hadir dalam kesempatan itu. “Wahai pemilik kebun, bila engkau tidak mau menerima tawaran surga dari Rasulullah mengapa tidak kau jual saja padaku?”

Rasulullah Saw dan pemilik kebun itu tertegun. Dalam saat bersamaan keduanya menoleh pada sumber suara. Pemilik kebun itu berkata kepadanya, “Aku tidak akan menjual pohon itu dengan harga yang murah, wahai saudaraku,” kesombongan terdengar dalam nada suaranya. “Berapa yang kau minta untuk pohon kurma itu?” sumber suara menunjukkan keseriusannya. “Aku akan tukar pohon kurma lebatku itu dengan 40 batang pohon kurma. Ayo bagaimana, apakah kamu mau membelinya?”

Harga yang amat hebat, fantastis dan tidak masuk akal. Sebuah harga yang terbit dari sifat kekikiran yang membawa pada ketamakan. Namun, kenikmatan surga tidaklah sebanding dengan mahalnya dunia. Pria itu lalu membalas, “Baik, aku akan beli pohon kurma itu dengan 40 batang kurma yang aku miliki. Bahkan bila engkau meminta lebih dari itu, aku pun akan membelinya demi mendapatkan surga di akhirat nanti!”

Maka dijuallah pohon itu dengan 40 batang pohon lainnya. Kemudian pemilik pohon yang baru menginfakkan pohon itu di jalan Allah, berikut kurma yang telah dimakan oleh pria miskin.

Sementara, si pemilik kebun pelit telah mendapatkan keuntungan dunia yang berkali lipat. Namun karena kekikirannya, ia telah menyia-nyiakan ajakan Rasulullah Saw demi mendapatkan surga di sisi Allah Ta’ala.

Kejadian ini kemudian menyebabkan turunnya (asbabun nuzul) beberapa ayat dari surat Al-Lail: “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala terbaik, Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (QS. Al Lail: 5-11)

Demikianlah akhir kisah manusia kikir yang Allah pastikan akan mendapat kesukaran. Sementara yang terjadi bagi orang yang bersifat penderma adalah senantiasa kemudahan.

Memang banyak manusia yang bersifat kikir dan itu akan membawa dirinya kepada kerugian sejati. Saat Allah Swt mengajak berderma dan meminta kita untuk mengeluarkan apa yang kita miliki, itu berarti Allah menyediakan sebuah kesempatan emas untuk diraih. Allah Maha Kaya, dan Dia tidak membutuhkan harta hamba-Nya. Dia hanya ingin melipat-gandakan harta tersebut. Memberi keberkahan padanya, lalu melimpahkan segala kemudahan. Bila demikian, lalu apa ruginya berderma di jalan-Nya?

Allah berfirman dengan nada keheranan atas kekikiran manusia, “Apakah kemudharatan (rugi) bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezki yang telah diberikan Allah kepada mereka Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.” (QS.. An-Nisa: 39)

Pada kesempatan lain Allah Swt berfirman hal senada, “Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi” (QS. Al-Hadiid: 10)

Mulai sekarang, tanamkan dalam hati kita semua, untuk selalu bersedia menerima ajakan Allah Swt untuk berderma. Janganlah kesempatan ini anda lepaskan dan lewatkan! Sehingga pada saatnya kita semua tidak menjumpai penyesalan dimana tidak ada lagi orang miskin yang mau menerima derma kita. Di hari, tiada berguna lagi harta serta keturunan, Semoga Allah Swt merahmati selalu. Amien!.(*)

Byadmin

MAKNA DIBALIK MUSIBAH/COBAAN

Oleh Ibnu Sina

Belum selesai musibah saudara kita di Lombok, kemarin terjadi lagi gempa menimpa saudara kita di Palu dan Donggala. 8 hal makna dibalik musibah yang perlu kita renungkan

Pertama, musibah merupakan salah satu sunah (ketetapan) Allah yang bersifat kauniyyah qadariyyah (qadar Allah terhadap alam semesta). Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah [2] : 155)

Kedua, cobaan merupakan tanda keimanan. Di dalam hadis disebutkan : “Seseorang akan diuji sesuai kadar keimanannya. Siapa yang imannya tinggi, maka ujiannya pun berat, dan siapa yang imannya rendah maka ujiannya disesuaikan dengan kadar imannya. Ujian ini akan tetap menimpa seorang hamba sampai ia berjalan di bumi tanpa membawa dosa.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, cobaan adalah salah satu tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya cobaan, dan Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barang siapa yang ridha, maka ia akan mendapatkan keridhaan-Nya dan barang siapa yang kesal terhadapnya, maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, Tirmidzi menghasankannya)

Keempat, cobaan merupakan salah satu tanda kebaikan yang diberikan oleh Allah kepadanya. Rasulullah SAW bersabda : “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, maka Allah akan mempercepat hukuman di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan bagi hamba-Nya maka ditahan hukuman itu karena dosa-dosanya sehingga ia mendapatkan balasannya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

Kelima, musibah sebagai penebus dosanya, meskipun bentuknya kecil. Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya, meskipun hanya terkena duri.” (HR. Bukhari)

Keenam, sebagai peringatan terhadap dosa-dosa yang ada. Allah SWT berfirman: “Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada Allah).” (QS. Al A’raaf [7] : 168).

Ketujuh, Sebagai jalan menuju syurga dengan bersabar ketika mendapat musibah atau cobaan. Dalam hadis qudsi, Allah SWT berfirman: “Apabila Aku memberi cobaan kepada hamba-Ku dengan (dijadikan buta) kedua mata yang dicintainya, ia pun bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedelapan, Membawa keselamatan dari api neraka dan membersihkan dosa-dosa. Rasul SAW bersabda tentang penyakit demam : “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka.” (HR. Al Bazzar, Silsilah Ash Shahiihah no. 1821).

Di dalam hadis lain disebutkan, bahwa Rasul SAW apabila menjenguk orang sakit berkata kepadanya, “Laa ba’sa thahuur insya Allah.” Artinya: Tidak apa-apa, penyakit itu akan membersihkan (dosa-dosamu) insya Allah. (HR. Bukhari)

Selain itu, bagi yang tidak terkena musibah juga akan membuat dirinya peka terhadap musibah yang menimpa saudaranya, sehingga ia pun mau membantu saudaranya.

Di dalam hadis qudsi disebutkan, bahwa Allah akan berfirman kepada anak cucu Adam pada hari kiamat: “Wahai anak Adam, Aku sakit, namun mengapa kamu tidak menjenguk-Ku?” Anak Adam menjawab, “Ya Rabbi, bagaimana aku menjengukmu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?” Allah berfirman, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Kalau sekiranya kamu mau menjenguk, tentu kamu akan mendapati-Ku di dekatnya. Wahai anak Adam! Aku meminta makan kepadamu, namun mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?” Ia berkata: “Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” Allah berfirman, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan meminta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya. Kalau sekiranya kamu mau memberi, tentu kamu akan mendapatkan yang demikian di sisi-Ku. Wahai anak Adam! Aku meminta minum kepadamu, namun mengapa kamu tidak memberi-Ku minum?” Ia berkata, “Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam?” Allah berfirman, “Hamba-Ku si fulan telah meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya. Kalau sekiranya kamu mau memberinya minum, tentu kamu akan mendapatkan yang demikian itu di sisi-Ku.” (HR. Muslim)

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesabaran kepada saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan juga memudahkan kita semua untuk tergerak membantu saudara-saudara kita. Aamiin yaa Rabb…

Allahu a’lam bish-shawab…

Byadmin

Tak Henti untuk Berbagi di Akhir Pekan

Penulis : Devi Putri Listyasari

“Kakak, tadi aku cari kalian tapi nggak ada. Katanya mau charity area sekalian gemass,” keluh Nadia perempuan berkacamata mahasiswi ahli gizi itu. Benar saja, para pengurus Sahabat Kalsel baru akan beraksi pada pekan depan. Semangatnya sangat menggebu setelah cukup lama kami vakum.

Minggu lalu (23/9) rutinitas kami para relawan Sahabat Kalsel kembali berjalan. Stand Charity Area dan Gerakan Masyarakat Sadar Sampah (GEMASS) menjadi fokus para relawan. Menjadikan contoh dan wujud kesadaran kita sebagai makhluk yang hidup berpijak di bumi ini. Bertempat di lapangan Murjani dan wilayah kantor Gubernur Kalsel rutinitas kami berbarengan dengan agenda Car Free Day (CFD).

Stand Charity Area yang bertempat di lapangan Murjani merupakan aksi kepedulian kita terhadap donasi pakaian layak pakai yang didonasikan ke Radar Banjar Peduli (RBP) dimana pakaian donasi tersebut disortir kembali dan dikelompokkan menjadi pakaian yang memiliki nilai jual kembali dan pakaian tepat guna. Pakaian yang memiliki nilai jual dipajang di Stand Charity Area ddan dijual dengan harga yang bersahabat, dari hasil penjualan akan diperuntukkan pada kegiatan relawan yang tidak jauh dari aksi kepedulian sosial. Sedangkan pakaian tepat guna kami salurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan untuk keperluan sehari-hari hingga bekerja di kebun dan sawah.

GEMASS kali ini dilaksanakan di CFD wilayah kantor Gubernur Kalsel. Relawan dari mahasiswa Himatekin ULM yang turun langsung dalam aksi tersebut. GEMASS begitu singkatannya adalah aksi edukasi bagi masyarakat yang hadir di CFD terkait kesadaran dalam pengelolaan sampah harian. Berangkat dari masih rendahnya kepedulian dari tiap individu untuk mengelola sampah pada tempatnya. Sampah bukan berarti barang kotor dan berbau busuk yang tak bernilai. Jika masing-masing dari kita peduli, tak akan ada sampah yang menggunung memenuhi sebagian wilayah kota. Pemerintah sendiri sudah membentuk beberapa komunitas peduli lingkungan untuk memberikan edukasi pada masyarakat, mulai dari penghijauan hingga pemanfaatan kembali limbah sampah.

Selain itu, terdapat lapak baca yang dikelola oleh komunitas Teaching and Trip. Para relawan memiliki harapan besar menggalakkan gemar baca buku bagi seluruh kalangan masyarakat. Seperti istilah “Buku adalah jendela untuk kita mengenal dunia”. Buku dapat membuka pikiran bagi pembacanya. Yang sudah tau, menjadi pengingat. Yang belum tau, menjadi tau. Membentuk pola pikir manusia menjadi berkembang.

Dari berbagai komunitas kami saling berpegangan tangan, saling membantu, mendukung dan menjaga satu sama lain untuk mengukir setiap kepedulian yang terlahir. “Berbagi bukan hanya tentang memberi, tapi mengedukasi untuk menjadi lebih baik,” ungkap Wahyu salah satu anggota relawan Sahabat Kalsel.

Editor : Achmad Ridho Indra

Byadmin

Pentingnya Ilmu Parenting Bagi Orang Tua

Penulis : Nurhayah

“Adakah bunda-bunda di sini ketika akan menikah mendapatkan sekolah berumah tangga? Jawabannya tidak ada ya bunda. Pada hal kita menikah salah satu tujuannya untuk mendapatkan keturunan, untuk bisa mengisi Negara ini, memimpin Negara ini, tapi sekolahnya tidak ada. Lalu bagaimana kita akan mampu menghasilkan anak-anak yang berbakat, anak-anak yang mampu diharapkan menjadi pemimpin, menjadi suri tauladan, sementara kita sendiri sebagai orang tua tidak memiliki pengetahuan bagaimana mendidik anak-anak kita dengan baik.”  Tutur Bunda Nurhayati, saat membuka program parenting yang setiap bulannya rutin dilaksanakan oleh Radar Banjar Peduli bekerjasama dengan Himpaudi Kota Banjarbaru.

Pertemuan ini merupakan kedua kalinya setelah bulan sebelumnya ibu-ibu kampung Kuranji telah diberikan materi seputar pola pengasuhan positif pada anak. Masih bertempat di PKBM Kuranji, kegiatan dalam rangka mengedukasi masyarakat khususnya orang tua ini disambut antusias oleh 26 peserta yang didominasi kaum ibu. “Saya sebenarnya sangat berharap kegiatan edukasi ini tidak hanya dihadiri oleh ibu-ibunya saja namun juga para ayah, karena ayah punya peran penting dalam membentuk karakter anak” Lanjut bunda Nurhayati.

Pada pertemuan ini, bunda Hayati selaku pemateri dari Himpaudi melakukan evaluasi sekaligus menggali masalah terhadap aplikasi dari materi yang telah diberikan. Dimana pada pertemuan sebelumnya para orang tua diberikan kuesioner berupa lima point pembiasaan positif yang harus mereka terapkan di rumah masing-masing. Ada beberapa masalah seperti yang di alami bunda Amita, ibu dari dua anak ini menuturkan jika anaknya sulit sekali di ajari membaca do’a harian serta kurang mendengarkan orang tua akibat asik main HP. Ada juga cerita dari nenek Sardiah yang telah menerapkan kedisiplinan pada cucunya yang beliau asuh sejak lahir “Alhamdulillah cucu saya itu sudah terbiasa melakukan keperluannya sendiri, sudah banyak hafal doa harian karena kebetulan dirumah saya juga mengajari anak-anak mengaji.”

Dalam kesempatan itu bunda Hayati memberikan beberapa tips dari permasalah yang dihadapi para orang tua, “Bunda, pada dasarnya anak-anak lebih pada meniru apa yang orang tuanya lakukan, jadi perlihatkan saja perilaku positif kita dihadapan mereka. Terkait anak yang suka main hp maka hal pertama yang perlu bunda lakukan adalah mengajaknya bicara, komunikasi antara orang tua dan anak harus terjalin dengan baik, selanjutnya orang tua jangan sampai main hp di hadapan anak, harus bisa mengurangi pegang hp terutama saat bersama anak. Karena masalah gadget ini sudah sangat merusak dan akan sulit merubahnya jika anak-anak kita telah kecanduan main gadget.”

Bunda Hayati juga memberikan apresiasi kepada nenek Sardiah yang telah menerapkan kedisiplinan dalam mendidik cucunya “Apa yang sudah nenek lakukan itu sudah luar biasa, yang terpenting cara mendidik harus sama antara nenek dan orang tua atau siapa pun orang dewasa yang dekat dengan anak kita. Agar anak-anak tidak bingung setelah besarnya nanti. Hal ini penting karena pola asuh yang berbeda dapat menyebabkan perilaku menyimpang serta memiliki sikap kebingungan,” lanjutnya.

Di akhir acara dilakukan pembagian nutrisi berupa susu formula untuk anak-anak usia 1 sampai 5 tahun. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Himpaudi yang selama ini telah bekerjasama dalam memberikan edukasi parenting untuk para orang tua, serta Bank Kalsel Banjarbaru yang juga turut berpartisipasi mendukung kegiatan kami berupa pemberian nutrisi untuk anak,” tutur Devi selaku koordinator program.

Editor :  Achmad Ridho Indra

Byadmin

Galang Donasi Lombok bersama Q Mall dan Hobbycon

Penulis : Elma Apriliani

Sejak Sabtu pagi hingga Minggu malam tepat pada tanggal 15 dan 16 September lalu, Radar Banjar Peduli (RBP) bersama seluruh komunitas hobi yang ada di wilayah Banjarmasin serta Banjarbaru mengadakan penggalangan donasi untuk saudara kita yang mengalami bencana gempa di Lombok. Lokasi aksi tersebut berada di Q Mall Banjarbaru tepatnya. Antusias para pengunjung cukup tinggi karena keikutsertaan beberapa komunitas hobi yang menjadi perhatian pengunjung Q Mall. Karena rasa penasaran pengunjung sangat ramai berjejal untuk melihat setiap stan yang menampilkan hobi dan produk yang dijual dimana sebagian dari penjualan menjadi donasi untuk gempa di Lombok, menikmati beberapa hobi dan tentunya sambil berderma.

Fahruji Rivani selaku pihak panitia menjelaskan bahwa meskipun sudah sebulan Lombok terkena bencana gempa, akan tetapi rasa kemanusiaan kita harus tetap ditanamkan kepada generasi muda, tidak ada kata terlambat untuk membantu meringankan beban mereka disana. Panitia yang menjabat sebagai Marketing Komunikasi Q Mall ini juga mengatakan bahwa penggalangan donasi yang diadakan juga didukung oleh berbagai komunitas yang disebut Hobbycon (Hobbies Community Contest), yaitu komunitas jam G-Shock GSWI chapter BDJ, South Borneo Diecast Club, Forum Kereta Model, Banjarbaru Reptile Community, Crush Gear Indonesia, One Piece Kopki, Aquascaper, Kalimantan Selatan Tamiya Original, South Borneo Mini RC (Radio Control), Sanggar melati, Dewa Music, Ardeval Swara Music dan Yuli Arzeta Rumah Biola.

Fahruji berharap pada penggalangan donasi yang dilakukan kali ini bersama RBP dan komunitas lainnya dapat meringankan saudara kita yang ada di Lombok maupun pengungsi yang sekarang berada di daerah Kalimantan Selatan. Sehingga mereka merasakan uluran tangan yang begitu besar oleh sesama saudara di negara ini. Harapan besar juga terlihat dari salah satu penderma “Mbak, mas ini buat Lombok ya,” ucap beliau seraya duduk mengambil beberapa lembar uang kertas berwarna merah dari tas dan menyerahkannya kepada kami.

“Pengalaman mengikuti penggalangan donasi ini luar biasa karena disana bukan hanya booth  yang diperlihatkan namun juga terdapat pameran dari beberapa komunitas hobi sehingga menjadi hiburan tersendiri untuk para panitia dan relawan yang terlibat disana,” ungkap Wahyu salah satu relawan yang juga ikut menggalang donasi. Selain itu, hal tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para donatur yang sebelumnya tidak berniat berdonasi akhirnya mendonasikan sebagian rejekinya untuk saudara kita yang membutuhkan, sambungnya.

Dengan adanya aksi kemanusiaan seperti ini, RBP dengan berbagai komunitas ataupun instansi tertentu dapat terus bekerjasama dalam setiap kegiatan sosial. Kebersamaan tak hanya berbuah persaudaraan namun juga bernilai kebaikan yang akan melahirkan kebaikan lainnya. Banyak cara untuk menggugah kepedulian, salah satunya dengan mengemas suatu konsep agar menjadi lebih bernilai.

“Ini kali kedua program dikonsep khusus untuk bencana gempa bumi di Lombok, alhamdulillah dalam kegiatan Hobbycon ini terkumpul donasi lebih dari 13jt rupiah untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Lombok. Harapan kami kedepan RBP dapat terus bekerja sama dengan pihak Q Mall untuk dapat membantu dan mengajak masyarakat khususnya pengunjung Q Mall dalam menyisihkan sebagian rejeki mereka melalui program sosial yang dikemas RBP.” tutur Edo, penanggungjawab booth sekaligus Manajer Fundraising Radar Banjar Peduli.

Salurkan donasi terbaik Anda untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi dengan cara transfer donasi melalui rekening Bank Syariah Mandiri 026-204-2000 atau BNI Syariah 11-999-33-555 an Yayasan Radar Banjar Peduli. Sertakan kode unik “888” di tiga digit terakhir.

Editor : Devi Putri Listyasari

Byadmin

PEMUDA BERKUALITAS

Oleh Ibnu Sina

Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia, memuat banyak sekali kisah teladan orang-orang terdahulu, sebagian besarnya adalah kisah para nabi. Kebanyakan kisah tersebut bukanlah saat para nabi telah menua, melainkan saat mereka masih muda.

Misalnya, kisah Ibrahim muda, yang mengajak kaumnya berlogika menemukan Tuhan Yang Maha Esa : “Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim” (QS. Al Anbiya’ [21] : 60).

Kemudian kisah Yahya muda, yang semenjak kecil telah dikaruniai hikmah dan kebijaksanaan : “Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh” Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak” (QS. Maryam [19] : 12).

Lalu, kisah Nabi Yusuf yang menjadi pejuang kebenaran semenjak mudanya : “Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu…” (QS. Yusuf [12 : 22).

Ada lagi, kisah Ismail muda, yang begitu hebat meyakini perintah Allah dan taat kepada ketentuan-Nya : “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka  pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (smail) menjawab, “Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” (QS Ash Shaffat [37] : 102).

Demikian pula, kisah para pemuda Ashabul Kahfi, legenda remaja yang mempertahankan aqidah tauhid : “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka” (QS. Al Kahfi [18] : 13). Dan, masih banyak lagi kisah para pemuda lainnya.

Ini menjadi bukti bahwa masa muda merupakan masa vital dan produktif untuk berkarya.

Bahkan, Bung Karno, pernah berorasi, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Namun ironisnya, saat ini pelajar di Indonesia dihadapkan pada banyak permasalahan. Di antaranya adalah masalah ketidakjujuran akademik, pergaulan yang kelewat batas, kenakalan yang berujung pada tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain.

Permasalahan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sudah mewabah secara sistemik hingga ke pelosok desa. Setidaknya ada empat usaha nyata untuk mengembangkan kualitas kaum muda.

Pertamamematangkan spiritualitas kaum muda.

Pemuda dengan spiritualitas yang baik tidak akan pernah membiarkan dirinya terkontaminasi oleh hal-hal buruk dan tak bermoral yang mengganggu stabilitas sosial.

Spiritualitas juga memberi kekuatan kepada seseorang sehingga ia akan tunduk, patuh, dan takut, hanya kepada Allah. Inilah yang oleh para ulama disebut dengan muraqabah (merasa selalu diawasi oleh Allah). Jika muraqabah ini tertanam kuat dalam jiwa setiap kaum muda, niscaya kelak mereka akan tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah.

Kedua, memotivasi pemuda agar tidak berhenti mencari ilmu.

Tidak ada manusia yang tinggi derajatnya dan mampu mengubah dunia tanpa dibekali dengan ilmu. Demikian pula tidak ada pemimpin hebat yang tidak dipondasi dengan ilmu. Tidak mengherankan jika wahyu yang diterima pertama kali oleh Nabi Muhammad Saw adalah perintah untuk berilmu.

Sayangnya, semangat belajar pemuda belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih banyak yang semangat belajarnya hanya berorientasi pada angka-angka di dalam raport atau ijazah. Padahal, hakikat ilmu itu ada pada apa yang terserap dan tertanam di dalam hati dan kepribadian sehari-hari.

Sebagai calon pemimpin masa depan, sudah selayaknya pemuda tidak henti-hentinya membekali diri dengan ilmu. Umar bin Khattab pernah berkata: “Belajarlah kalian sehingga berilmu sebelum kalian menjadi pemimpin.

Ketiga, menanamkan keluhuran akhlak.

Masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan hawa nafsu. Di antara misi utama Rasulullah Saw adalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak? Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).

Keempatmembekali pemuda dengan aneka keterampilan dan keahlian.

Modernisasi menjadi tantangan bagi kaum muda berkompetisi dengan bangsa lain. Oleh karena itu, selain membekali diri dengan spiritualitas, ilmu, dan akhlak, mereka juga harus membekali diri dengan aneka keahlian dan keterampilan, yang sering disebut pula dengan istilah life skills (kecakapan hidup).

Tentang profesionalitas ini, Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja ia mengerjakannya secara profesional.” (HR. Thabrani dan al-Baihaqi)

Oleh karena itu, para pemuda tidak boleh putus harapan. Tidak boleh menjadi pemuda yang mudah frustasi dan pesimistis. Karena, dalam jiwa pemuda terdapat jantung yang terus berdetak kencang. Ada darah yang mengalir deras dengan dada yang terus berkobar. Ada semangat yang terpendam seperti api dalam sekam. Terus membara sampai batu bata menjadi merah dan mengokohkan bangunan-bangunan megah, simbol kemajuan.

Semoga Allah memberi kekuatan dan kemudahan kepada kita dalam mewarisi tongkat kepemimpinan para tetua sehingga menjadikan bangsa ini bermartabat dan berjaya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin..

Byadmin

Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidik Paud dengan Kegiatan yang Beragam

Penulis : Wahyu Aji Saputra

Sekolah sekolah PAUD sekarang begitu banyak tersebar di Kota Banjarbaru. Jumlah muridnya pun sudah tak sedikit seperti dahulu. Oleh karena itu sekolah sekolah PAUD diharapkan dapat menjadi tempat bagi para anak untuk melatih perkembangan kecerdasan mereka. Apalagi masa anak-anak merupakan masa-masa emas bagi perkembangan mereka. Selaras dengan kewajiban tersebut, HIMPAUDI Banjarbaru mengadakan workshop dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD.

Selasa (11/9), bertempat di Balai LPMP, HIMPAUDI menyelenggarakan workshop yang membahas mengenai pentingnya keragaman aktivitas dalam kegiatan proses mengajar di kelas. Workshop ini juga merupakan rangkaian acara untuk memperingati hari ulang tahun HIMPAUDI yang ke-13. Selain workshop, ada juga rangakaian acara yang diadakan pada beberapa minggu sebelumnya, yaitu jalan santai dan outbond.

Menurut Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Ibu Ririen Kartika Rini bahwa anak anak merupakan masa masa emas dalam perkembangan mereka. “Mendidik anak agar karakternya terbentuk itu merupakan hal yang penting. Tidak hanya untuk anak usia PAUD tetapi juga pada jenjang seterusnya. Anak-anak pun lebih bagus dalam menerima pembelajaran jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan,” terang beliau dalam pembukaan workshop.

Dalam workshop tersebut turut menghadirkan Bunda Sisilia Mariyati yang merupakan konsultan PAUD di berbagai provinsi di Indonesia. Ketika acara berlangsung beliau memaparkan bagaimana membuat sebuah kegiatan inti bagi anak-anak dalam kelas. Dalam penuturanya kegiatan yang berbasi kurikulan 2013 (K13) bagi sekolah PAUD itu penting. K13 yang mengarahkan anak-anak terlibat langsung dalam metode belajar yang bersifat eksploratif juga perlu sebuah keragaman agar tidak membosankan.

Bunda Sisil yang juga merupakan Tim Instruktur Nasional K13 juga menekankan bagaimana perlunya kreatifitas bagi para tenaga pendidik. Ketika workshop berlangsung pun para peserta yang merupakan guru-guru PAUD juga diajak untuk melakukan berbagai aktivitas yang memacu kreatifitas mereka. Dimana kedepannya dapat menjadi referensi teknik mengajar yang bisa digunakan di kelas.

Anak-anak lebih butuh banyak bergerak dan tidak bisa terpaku diam ditempat saja. Bunda Sisil juga sangat menekankan bagaimana membuat keragaman kegiatan di dalam kelas. Tidak hanya menggunakan kertas kerja saja. Karena jika anak-anak hanya melakukan aktivitas di kertas kerja, maka hal tersebut akan membuat anak-anak merasa bosan dan juga sulit untuk mengembangkan kecerdasan mereka. Lagi, Bunda Sisil selalu mengatakan bahwa bergerak bagi anak dapat mengaktifkan sel-sel otak anak yang dalam tahap pertumbuhan.

Workshop juga tak hanya soal pemaparan materi saja. Bunda Sisil juga mengajak para peserta untuk membuat media ajar yang menarik. Para peserta sebelumnya sudah membawa berbagai persiapan bahan-bahannya seperti kardus, kertas, karton dan berbagai bahan yang sering ada di kelas PAUD. Hal ini dapat melatih para guru untuk melihat segala sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat bermain yang mengandung nilai edukasi di lingkungan kelas. Sehingga pengajaran tidak selalu sama dan monoton setiap pertemuan.

Tidak hanya itu, dalam rangkaian acara ulang tahun ini, HIMPAUDI juga turut menggalang donasi bagi korban gempa Lombok. Ketua HIMPAUDI Kalsel, Dedey Rusyadi juga mengatakan bahwa dana yang terkumpul akan disumbangkan bagi sekolah PAUD yang tertimpa bencana di Lombok. “Semoga hal ini juga menjadi amal jariah bagi HIMPAUDI,” terang beliau.

Editor : Achmad Ridho Indra

Byadmin

KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

Oleh Ibnu Sina

Waktu demikian cepat berlalu. Seakan tak terasa, kini kita sudah berada di bulan Muharram. Yang artinya, kita sudah memasuki tahun baru 1440 H.

Marilah kita meningkatkan rasa syukur dan taqwa kita kepada Allah SWT. Sungguh, tiada satu waktu pun yang kita lalui, kecuali di sana ada nikmat Ilahi.

Alhamdulillah kita masih dipertemukan oleh Allah SWT dengan bulan Muharam. Bulan pertama dalam kalender hijriyah. Muharam merupakan bulan yang mulia di sisi Allah SWT. Ia memiliki berbagai keutamaan, diantaranya adalah :

Pertama, bulan Muharam merupakan salah satu bulan haram

Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. At-Taubah [9] : 36)

Diantara dua belas bulan itu ada empat bulan haram yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ashurul haram (bulan haram), termasuk bulan Muharam ini adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT. Diantara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan itu adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa; jika diserang oleh kaum kafir. Kaum muslimin juga diingatkan agar lebih menjauhi perbuatan aniaya pada bulan itu.

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam At-Thabari dalam Tafsirnya mengutip atsar dari Ibnu Abbas RA : “Allah menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan-bulan suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih pada bulan ini juga lebih besar.”

Kedua, bulan Muharam adalah sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah

Sungguh, hijrah merupakan perjuangan monumental yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Mereka rela meninggalkan segala harta, termasuk rumah dan perabotnya, menuju Yatsrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Mereka rela meninggalkan tanah air menuju tanah yang tidak jelas peluang bisnis maupun ladang pekerjaan di sana. Bahkan lebih dari itu, dengan hijrah tidak sedikit para sahabat yang mempertaruhkan nyawa mereka. Termasuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar, yang dikejar dan diburu hidup atau mati.

Semangat hijrah yang lebih luas adalah seperti sabda Rasulullah SAW : “Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah” (HR. Bukhari)

Inilah hakikat hijrah, inilah semangat hijrah, dan inilah kesempatan bagi setiap muslim, hijrah adalah meninggalkan larangan Allah SWT. Maka ketika kita berusaha beralih dari kemaksiatan menuju ketaatan, itu adalah hijrah. Ketika kita berusaha meninggalkan kezaliman menuju keadilan, itu adalah hijrah. Ketika kita berusaha mengubah hidup kita dari kejelekan menjadi kebaikan, itu adalah hijrah.

Ketiga, Disunnahkannya puasa tasu’a dan asyura

Tasu’a berasal dari bahasa arab tis’a artinya sembilan, sementara ‘asyura berasal dari ‘asyara artinya sepuluh. Puasa Tasu’a dan ‘Asyura dikerjakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram pada Kalender Hijriyah. Hukum puasa ini adalah sunnah, dianjurkan untuk dikerjakan namun tidak berdosa bagi yang tidak melakukannya.

Bahkan puasa tasu’a dan asyura serta puasa sunnah lainnya (senin kamis, ayamul bidh, puasa daud), nilainya menjadi puasa yang paling mulia setelah Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda : “Puasa yang paling mulia setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam.” (HR. Muslim)

Secara khusus, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan puasa asyura dalam sabdanya : “Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura (puasa dihari kesepuluh bulan Muharram), beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Puasa ‘Asyura sudah dilakukan oleh masyarakat Quraisy Makkah pada masa jahiliyyah. Rasulullah SAW juga melakukannya ketika masih berada di Makkah maupun seteleh berada di Madinah.

Rasulullah melihat orang-orang Yahudi di sana juga berpuasa pada hari ‘Asyura. Beliau bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur.” Maka beliau bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” (HR Bukhari)

Rasulullah sempat diprotes oleh umat Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu (’Asyura) diagungkan oleh Yahudi.” Beliau lalu bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”  Setelah itu, tidak hanya disunnahkan puasa pada tanggal 10 tapi juga tanggal 9 Muharram. Sayang, sebelum datang tahun berikutnya Rasulullah telah wafat.

Demikian sebagian dari keutamaan bulan Muharam, semoga kita dimudahkan Allah SWT untuk mengambil ibrah dan menggapai keutamaan itu.

Allahu a’lam bish-shawab