Tag Archive

Byadmin

Sumiati, Pejuang Kanker yang Kini Sendiri

Dua Tahun Tanpa Pengobatan karena Ketidaktahuan

Sumiati adalah janda berusia 45 tahun yang hidup bersama anak satu-satunya bernama Zailani (27). Perempuan yang tak tamat SD itu sebenarnya sudah merasakan benjolan di payudaranya sejak dua tahun yang lalu. Namun karena ketidaktahuan maka Ia hanya mendiamkannya. Ditambah saat itu suaminya tiba-tiba pergi tanpa pesan. Beban perpisahan itulah yang lebih menguras pikirannya kala itu.

Hingga, akhirnya benjolan itu pecah dan menimbulkan luka. Sumiati akhirnya berkeluh kesah dengan salah satu tetangganya. Melalui tetangganya itulah kabar tentang derita penyakit Sumiati sampai ke RBP.

“Saya tidak paham Bu, harus diapakan penyakit saya ini,” ucapnya kala ditanya kenapa tidak pernah berobat. “Alhamdulillah kalau ada yang bantu saya, saya mau kok berobat,” imbuhnya.

Jumat (27/10) lalu, RBP membawa Sumiati ke RS Idaman Banjarbaru menggunakan jaminan SKTM. Setelah bertemu dan diperiksa Dokter Eko Wahyu Pribadi Spesialis Bedah, Sumiati dirujuk ke RS Ratu Zaleha Martapura untuk mendapatkan tindakan operasi. “Ibu harus dioperasi karena kankernya sudah ganas,” ujar Dokter Eko kala itu.

Sumiati menjalani operasi pengambilan jaringan kanker pada hari Jumat (3/11) kemarin di RS Ratu Zaleha Martapura. “Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan sedang diproses pemeriksaan jaringan kankernya di laboratorium,” ujar Manajer Program RBP Nurhayah.

Sumiati memang perempuan tangguh. Hal ini terlihat saat RBP menjenguknya siang pasca operasi. Ia seperti tak merasakan sakit di tubuhnya. Ketika akan dipakaikan baju pun Ia secepat kilat bangun. “Pelan-pelan saja Bu, ini ada jahitan pasca operasi lo,” ucap salah seorang relawan yang mengaku heran dengan ketangguhan Sumiati. “Ibu ini kuat sekali,” ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Hal yang sama juga dikatakan Zailani, anak Sumiati. “Ibu memang jarang mengeluh,” akunya. Bahkan, kata Zailani, sang Ibu masih sempat mengambil upah nyuci baju beberapa hari sebelum operasi. “Untung saya ada di rumah waktu itu jadi bisa saya bantu, soalnya ibu nyucinya dikucek saja pakai tangan,” kisahnya kepada RBP.

Sumiati mungkin kini hidup sendiri tanpa suami, namun kami yakin tangan-tangan kebaikan banyak yang peduli pada perjuangannya. Perjuangan yang masih sangat panjang. Sahabat dermawan yang ingin membantu Sumiati bisa melalui rekening Yayasan Radar Banjar Peduli BSM 0260018953. Lakukan konfirmasi transfer melalui sms ke 081333272004. Uluran tangan Anda sangat berharga bagi mereka. (en)